JAFF Netpac Digelar di Jogjakarta – Kegigihan Sinema Gerilya

 JAFF Netpac Digelar di Jogjakarta – Kegigihan Sinema Gerilya

Penonton anak-anak muda berjubel di venue JAFF (foto ipik)

JAYAKARTA NEWS – Mengusung tema ‘tenacity’ (kegigihan), Jogja Asian Film Festival ke-16  dibuka  ditengah guyuran hijan lebat, baru-baru ini. Ratusan pengamat, pegiat dan komunitas film anak muda dari Jogja, Jateng maupun Jakarta tetap memenuhi bioskop XXI di jalan Urip Sumohardjo, Jogjakarta.  

JAFF dihelat dari 27 November s/d 4 Desember 2021. Diikuti 116 film panjang dan 69 film pendek dari lebih 15 negara di kawasan Asia Pasifik yang dikurasi dari sekitar 400 film peserta. Antara lain dari Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Taiwan, Jepang, China, Korsel, India, Tajikistan, Iran, Turki, Saudi Arabia, Qatar, Belanda, Perancis, Mesir, Amerika, Kolumbia dll.

Keseluruhan film yang diputar ada yang ikut kompetisi dan nonkompetisi. Para sineas terkenal dan pendatang baru  beramai-ramai akan merebut  Golden dan Silver Hanoman Awards sedangkan kompetisi film pendek (Light of Asia) bakal merenggut Blencong Awards. Juga ada kompetisi Indonesian Screen Awards meliputi film, sutradara, penulis skenario dan aktor terpilih.

JAFF yang dibangun 2006 kali ini menawarkan 16 gagasan tentang gigihnya sinema yang mampu menggeliat ditengah keadaan pandemi yang tidak pasti. “Gagasan ini sebagai bekal dalam upaya pertahanan kelangsungan sinema Asia Pasifik yang dinilai sangat luar biasa dalam menciptakan karya serta langkah untuk beradaptasi dengan situasi pandemi,” cetus Founder JAFF, Garin Nugroho.

Poster Jogja Netpac Asian Film Festival 2021

Dikatakannya, JAFF tahun ini adalah gambaran situasi bagaimana kita gigih menjalani kehidupan di era kenormalan baru. “JAFF digerakkan dan menggerakkan anak-anak muda yang gigih bergerilya meniti diri di dunia film. Membangkitkan sinema gerilya adalah kegigihan dan semangat anak-anak muda di era terkini, di era ketakpastian kapan pandemi menghilang dari dunia umumnya dan Asia Pasifik khususnya,” timpal Garin Nugroho lagi.

Walhasil, JAFF yang berlangsung secara hibryd (luring dan daring) di kota pelajar selama delapan hari ini telah dan akan memutar film-film panjang dan film-film pendek pilihan, diantaranya ‘ A Hero’ (opening film, dari Iran), ‘Losmen Bu Broto’, ‘Paranoia’, ‘Martabak Terbang’ (Malaysia), ‘Penyalin Cahaya’, ‘Teka Teki Tika’, ‘Back Stage’, ‘Kadet 1947’, ‘Memoria’, ‘Preman’, ‘Dear to Me’, ‘Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga’ (closing festival) dan masih segerobak film lagi yang bermutu, layak ditonton dan dikontemplasikan. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *