“Durjana Cangkul” Dituntut Mati

 “Durjana Cangkul” Dituntut Mati

DUA  tersangka pemerkosaan dan pembunuhan sadis terhadap Enno Farihan (19), yakni Rahmat Arifin (24) dan Imam Pariyadi (24) akhirnya dituntut hukuman mati. Begitu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Iqbal Hadjarati. JPU lain, Agus Kurniawan mengatakan, Arifin dijerat dengan Pasal 340 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 285 KUHP tentang Perkosaan. Sedangkan Imam dijerat dengan Pasal 340 KUHP saja.

Dahulu itu…

Belum terlalu lama memang, terjadi peristiwa pembunuhan sadis di Tangerang. Pada pertengahan Mei tahun lalu, kasus ini terjadi. Bermula dari pertemuan korban dengan pria yang lebih muda usia, berinisial RA (15). Mereka bertemu di jalan, tak jauh dari pabrik tempat Enno bekerja, PT Polyta Global, Tangerang. Enno adalah penghuni mess karyawan putri di pabrik itu.

Usai bertukar nomor telepon, mereka mulai melakukan chatting. Hari berganti hari, materi chatting makin berani, makin panas, dan makin menjurus. Tibalah pada satu malam durjana. Enno yang mengaku bernama Indah kepada RA, mengundang RA datang ke kamarnya di mes putri tengah malam.

Malam kejadian, Enno melepas gembok pintu gerbang, dan membiarkan pintu kamar tak dikunci. Hampir tengah malam, RA muncul, dan membelalak mata karena birahi, demi melihat Indah yang tak lain bernama asli Enno itu hanya mengenakan celana pendek dan top tank. Mereka terlibat ciuman panas. Ketika RA makin tak terkendali, Enno mencegah.

Masygul hati, RA keluar mess dan duduk di luar sambil merokok. Saat itulah keluar seorang pria lain penghuni mess pria. Disusul tak lama kemudian, melintas tersngka yang satu lagi. Bisa dibayangkan, ketiga pria itu rupanya menaruh rasa yang sama kepada Enno. Demi mendengar cerita RA, dua pria lainnya pun jadi panas. Celakanya, mereka bersepakat melampiaskan panas hati ke Enno.

Bertiga mereka masuk lagi ke kamar Enno. Tanpa basa-basi, ketiga durjana langsung bersaksi. Satu memegangi tangan, satu menyekap wajah dengan bantal, dan satunya memerkosa. Begitu bergiliran. Usai melampiaskan hasrat bejatnya, mereka mencari pisau, dan berniat membunuh Enno. Karena tak ada pisau, satu pelaku mendapati cangkul di luar. Dengan cangkul itu leher Enno dipukul hingga patah. Yang lebih sadis, gagang cangkul dimasukkan ke vagina, dan ditendang hingga ujungnya masuk rongga dada dan mengakibatkan kematian. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *