BKKBN Tingkatkan Pelayanan di Era New Normal

 BKKBN Tingkatkan Pelayanan di Era New Normal

Acara webinar urgensi pelayanan KB masa new normal melalui platform zoom. (foto: poedji)

Jayakarta News – Penyebaran Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Namun selain upaya pencegahan utama terhadap Covid-19 kepada masyarakat, tetapi kemajuan kesehatan perempuan Indonesia dalam Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi juga perlu ditingkatkan.

Kepala BKKBN dr.Hasto Wardoyo, Sp, OG(K) dalam Webinar Urgensi Pelayanan KB Pada Masa Normal melalui platform Zoom, Rabu (10/6/2020) mengatakan, upaya ini sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia tahun 2030.

“Pencegahan terhadap Covid-19 juga sangat penting untuk melindungi masyarakat terhadap akses dan layanan KB. Dengan begitu pelayanan KB di masa New Normal harus segera digalakkan untuk mengantisipasi ledakan penduduk,” ujar Hasto Wardoyo.

Tidak hanya itu, kata Hasto, memperhatikan kondisi bidan dalam pelayanan juga merupakan faktor yang sangat penting. Bidan menjadi garda terdepan bersama Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) untuk melakukan pelayanan KB.

“Pada masa New Normal bidan harus dengan siap menyediakan masker, hand sanitizer, APD, sarung tangan dan memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Menurutnya, bidan mempunyai peran yang paling besar dan luar biasa untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting. “BKKBN dengan bidan bermitra sangat dekat, artinya bidan bukan segalanya tetapi tanpa bidan BKKBN itu bukan apa-apa,” tutur Hasto.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr Emi Nurjasmi, MKes, menyampaikan bidan sebagai jembatan kesehatan ibu hamil, di masa New Normal ini harus membuat papan pengumuman tentang protokol kesehatan.

“Para ibu seharusnya berkomunikasi terlebih dahulu jika ingin melakukan pelayanan KB agar bisa dipersiapkan, memberikan standar pelayanan standar klinis. Jika mungkin sebelumnya untuk melakukan konsultasi secara online dahulu,” katanya.

Menurutnya, ketakutan orang untuk mendatangi Fasilitas Kesehatan (Faskes) memang merupakan suatu realita. Banyak faskes yang tidak beroperasi, mengurangi jam tugas atau mengurangi jam operasionalnya. Tetapi, pelayanan harus tetap dilakukan berdasarkan gotong royong dan tidak ego sektoral sehingga bersama-sama bisa menempatkan diri ditempat yang rendah dan bertahan disaat sulit.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dr Dwi Listyawardani, menambahkan di masa pandemi dan menuju New Normal PLKB tetap melakukan koordinasi dengan bidan. Covid-19 memang harus putus mata rantainya, namun pelayanan kontrasepsi tidak boleh putus.

“New Normal yang kita lakukan akan menjadi normal yang baru dan kebiasaan yang baru, perlu dilakukan kerjasama semua pihak baik pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat, tutur Dwi. (poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *