“Short Story of Dangdut” di Panggung Eropa

 “Short Story of Dangdut” di Panggung Eropa
Ikke Nurjanah, tanggal 6 Januari mendatang akan menggoyang Eropa. Foto: Istimewa

PEDANGDUT Ikke Nurjanah akan kembali memboyong musik dangdut di panggung dunia. Pasca tampil di Amerika Serikat pada 2010 dan 2016, kini pelantun Terlena itu akan memperkenalkan musik dangdut ke benua Eropa lewat acara Europalia Arts Festival.

Berdasarkan siaran pers yang diterima penulis, Ikke akan menggelar konser di acara tersebut pada 6 Januari mendatang di Niewue Kerk, Den Haag, Belanda. Pertunjukan dangdut yang akan dibawakan Ikke merupakan kali pertama genre musik itu tampil sepanjang sejarah Europalia, dan digolongkan dalam salah satu seni pertunjukan musik asal Indonesia.

“Tentunya saya sangat senang, bangga dan juga bersyukur atas kesempatan yang istimewa ini. Tidak lupa atas nama seniman musik dangdut, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, serta Europalia Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada musik dangdut untuk memperkenalkan dirinya di Eropa,” ujar Ikke.

Ikke pun berharap, dengan tampilnya dia menjadi pelopor musisi dangdut Indonesia di Eropa, dapat menjadi jalan pembuka bagi juniornya untuk merambah Benua Biru. Untuk keperluan konsernya di Europalia Arts Festival Indonesia ini, Ikke menyampaikan telah mempersiapkan yang diperlukan, baik secara musik, lagu, kostum, maupun aksi panggung.

Ikke akan membawa para musisi muda dangdut Indonesia yang tergabung dalam Ikke Nurjanah Ensemble, terdiri dari pemain keyboard, gendang, suling dan gitar. Ikke mengatakan konsernya akan bertajuk ‘Short Story Of Dangdut’. “Ini agar Masyarakat Eropa menyaksikan dan merasakan sendiri secara langsung seperti apa musik dangdut itu,” kata Ikke.

“In akan bercerita tentang musik dangdut melalui lagu-lagu karya Rhoma Irama, Meggy Z, Rita Sugiarto dan beberapa lagu dangdut etnik saya. Total ada sekitar 12 lagu. Selain itu kami akan membawakan lagu karya Daniel Sahuleka yang sangat populer dengan aransemen musik dangdut,” tambahnya.

Europalia merupakan Festival Budaya Internasional yang diadakan setiap dua tahunan atau biennale yang menunjukkan warisan budaya baik berupa kesenian maupun kebudayaan dari negara yang ditunjuk menjadi tamu kehormatan. Tahun ini yang memasuki perayaan ke-19, Indonesia dipilih menjadi negara tamu kehormatan.

Warisan budaya Nusantara pun tampil di Belgia, Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, dan Polandia selama 104 hari dan melibatkan lebih dari 300 seniman asli Indonesia. Sejak didirikan pada 1969 di Brussel, Belgia, Europalia menjadi menjadi festival seni budaya lintas ilmu dan bidang yang menyuguhkan bukan hanya seniman ternama, tapi juga seniman muda berbakat. Tercatat, Europalia memayungi beragam bidang, mulai dari seni pertunjukan, musik, sastra prosa dan puisi, hingga konferensi dan film. ***

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.