Pos Bloc Bangun Brand Images Para Pelaku UMKM Kota Medan

 Pos Bloc Bangun Brand Images Para Pelaku UMKM Kota Medan

Tampak beberapa pengunjung berada di depan bangunan Kantor Pos yang saat ini dijadikan Pos Bloc (kanan). Para pengunjung sedang berada di salah satu ruangan di Pos Bloc (kiri)/foto: Monang Sitohang

JAYAKARTA NEWS – Pos Bloc merupakan ruang kreativitas publik anak milenial berada di gedung lama Kantor Pos, di titik nol Kota Medan, kawasan Kesawan. Keberadaan Pos Bloc telah menambah deretan tempat tongkrongan kaula muda di Kota dengan julukan Paris Van Sumatera itu. 

Meski belum lama diresmikan oleh Walikota Medan, Bobby Nasution dan dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, namun Pos Bloc sudah berhasil mendapat tempat di hati pengunjung.

Seperti penuturan Manager Projects Pos Bloc, Fitri Anggraini Aminawan, yang akrab disapa Anggi itu kepada Jayakarta News beberapa hari lalu di Pos Bloc.

“Sejak grand opening pada 29 Oktober lalu, flow (pengunjung) Pos Bloc sudah bagus, saat weekend bisa mencapai 2.800 flow yang datang, sedangkan kalau weekdays dari pagi sampai malam bisa mencapai 1300 – 1400 kalau cuaca bagus tetapi kalau saat hujan sekitar 700 – 800 flow,” jelas Anggi. 

Kemudian dilanjut Anggi, flow nya Pos Bloc itu berbeda-beda, di pagi hari kebanyakan orang tua yang siap berolahraga, siang hari orang kantoran pakai seragam, sore hari anak-anak kampus dan habis magrib biasanya famili dan segerombolan anak remaja.

Di Pos Bloc ada 26 tenan, yang sudah masuk 20, seperti Mak Judes, Es Coklat Gajah Mada, Sovlo (aneka tas kerajinan tangan, pakaian), Grow living.co  (aneka bunga) dan lainnya sedangkan yang 6 lagi belum masuk, masih dalam tahap renovasi saat ini, salah satunya nelayan, itu kemungkinan buka di bulan Desember. Dan setiap weekend pengunjung dihibur dengan band anak Medan. 

Di lantai 2 nya, ada masjid, restoran Titik Temu, dan kantor Management Pos Bloc sendiri. Untuk tenan Titik Temu kemungkinan buka sekitar Januari atau Februari.

“Pos Bloc juga menyediakan out door untuk smoking area, seperti taman tengah posisinya di dalam tapi untuk smoking area, kemudian out door mengarah Hotel Inna disebut De Boer, lalu mengarah Jln. Bukit Barisan disebut Explanade (Lapangan Merdeka) dan di belakang PO Box. Dan biasanya pengunjung usai magrib lebih suka nongkrong di out door,” ujar Anggi.

Untuk jam operasional Pos Bloc buka mulai Senin – Jumat dari Jam 10.00 – 22.00 WIB, kalau weekdays, Sabtu – Minggu dari Jam 07.00 – 23.00 WIB.

Sistem Tenan di Pos Bloc

“Untuk tenan di Pos Bloc ini menggunakan sistem kurasi alias penyeleksian jadi para tenan yang ingin bergabung ke Pos Bloc awalnya mengirimkan proposalnya, lalu harus menjelaskan nama usaha, brand, makanannya, serta daftar harga makanannya,”jelas Anggi.  

Setelah itu, nanti dinilai bagaimana cara mereka membuat atau membangun bisnis plan nya, kemudian dilihat dan, akan di-kurasi dari sana siapa yang berhak terpilih untuk menempati tenan di Pos Bloc. 

Untuk tenan ada tiga macam seperti F&B, seperti restauran, cafe, Pop Up Shop ada ini ada 7 dan Shop nya sendiri ada 5 jadi bervariasi tenan-tenan disini 

“Tenan di Pos Bloc ini tidak disewa, tetapi sistim revenue sharing 15% dari omzet mereka. Tapi kita punya target ke mereka dalam satu bulan harus achieve berapa, karena kalau dibiarkan memakai tempat hanya bayar sekadar 15%, mungkin itu tidak merasa termotivasi sehingga nanti bisa jadi santai,”papar Anggi. 

Sementara concern nya disini yaitu membantu membangun bisnis para UMKM dan UKM. Bagaimana bisnisnya bisa maju kalau tidak diberi target. Istilahnya dikasih revenue sharing nya 15% dan harus a chip omsetnya, artinya pemilik tenan bisa lebih menggeliat. Jadi mereka ada target omset setiap bulannya.

Manager Projects Pos Bloc, Fitri Anggraini Aminawan di rotunda Pos Bloc (foto. Monang Sitohang)

Tenan Diwajibkan Cashless  

Di Pos Bloc seluruh tenan diwajibkan Cashless artinya sistem pembayaran tanpa uang tunai, jadi kita punya sistim POS (Point of Sale) semua pengunjung yang datang dapat membayar menggunakan debit, qirs, go pay dan lainnya, asalkan jangan pakai uang cash. 

Jadi sistim cashless ini dapat meminimalisir dari uang palsu, kemudian mengantisipasi kecurangan mungkin, karena bosnya kan tidak terus berada di tenan. Selain itu keunggulan nya lebih teratur karena setiap hari dilakukan pengecekan uang masuk, karena pembagian kita dari sana. 

Karena kita sendiri juga sharing ke Pos Properti Indonesia jadi semua harus transparan. Dan pelaporan nya pun seperti itu jadi tidak bisa main-main. Karena dengan POS sistim apa yang diinput bisa dicek.

Mungkin tidak sedikit orang menyangka bahwa Pos Bloc ini adalah anak perusahaan dari Pos. Ternyata bukan. Pos Bloc Medan adalah proyek kolaborasi antara PT. Pos Properti Indonesia dengan PT. Ruang Kreatif Pos.  Jadi Pos Bloc itu di bawah PT. Ruang Kreatif Pos. 

PT. Pos di Indonesia itu BUMN sedangkan PT. Ruang Kreatif Pos itu swasta.  Jadi Pos Bloc Medan adalah proyek kolaborasi antara PT. Pos Properti Indonesia dengan PT. Ruang Kreatif Pos untuk merevitalisasi PT. Pos Indonesia untuk menjadi creative hub.

“Jadi visi dan misi Pos Bloc itu untuk membangun Brand images para pelaku UMKM dan UKM kota Medan, jadi Pos Bloc tidak hanya tempat untuk anak muda bisa nongkrong dan mengembangkan kreativitas tapi juga membantu para pelaku UMKM dan UKM.,”ungkap Anggi.

Kemudian dilanjut Anggi, Harapan nya kepada para UMKM dan UKM di Pos Bloc harus dapat bereksplore misalkan mengikuti trend saat ini, misalkan ada menu makanan baik itu yang lokal, maupun tertentu yang ingin dicobain silahkan masukkan, apa lagi sifatnya dapat membantu pengembangan usaha. 

Sejarah Kantor Pos Kota Medan 

Seperti dilansir dari medantorism pemkomedan.go.id, gedung Kantor Pos Medan didirikan di masa pemerintahan kolonial Belanda pada masa kepemimpinan Residen J. Ballot, saat itu berkantor di sekitar Lapangan Merdeka Medan. 

Oleh itu kantor Pos Medan dibangun pada 1909 sampai 1911, ini dapat dibuktikan dengan adanya tulisan di bagian dinding luar bangunan kantor pos ukiran “ANNO 1911” diambil dari Bahasa Belanda yang berarti “Tahun 1911”. 

Bangunan peninggalan di masa kepemimpinan Residen J. Ballot ini berada di sebelah kiri lapangan Merdeka, tepatnya di depan Hotel Inna dahulu merupakan Hotel De Boer, dan menghadap menyamping ke arah bekas bangunan Javasche Bank (kini Bank Indonesia) di sampingnya gedung Balai Kota lama. 

Areal bangunan Kantor pos Medan memiliki luas sekitar 1200 meter persegi, dengan tinggi mencapai 20 meter, arsiteknya asal Belanda yaitu Ir. S. Snuyf dari BOW (Burgelijke Openbare Werken) atau dinas pekerjaan umum pemerintah Hindia Belanda untuk Indonesia pada masa itu.

Gedung ini dibangun dengan desain gaya arsitektur Eropa tua yang memiliki ciri khas tersendiri terlihat dari eksterior dan interior bangunannya.Terletak di jantung kota (titik nol Kota Medan). (Monang Sitohang)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.