Pepes Jambal Walahar, Jangan yang Lain

 Pepes Jambal Walahar, Jangan yang Lain
Pepes Jambal H. Dirja, Bendungan Walahar, Karawang memiliki cita rasa yang luar biasa. Foto: Roso Daras

MENYEBUT nama bendungan Walahar, mungkin kening masih berkerut. Tetapi kalau menyebut “pepes jambal Walahar”, tidak satu pun penyuka kuliner yang tidak tahu. Bahkan, jika Anda termasuk yang tidak tahu, maka dunia akan menuding Anda sebagai “kurang baca”…..

Benar, warung makan pepes jambal milik Haji Dirja ini, boleh dikata legend. Meski tempatnya tidaklah strategis di tepi jalan raya, tetapi sejak tahun 90-an, lokasi warung pepes jambal H. Dirja tidaklah sulit dicari. Keluar pintu tol Karawang Timur menuju jalur pantura. Belok kanan sampai jumpa pertigaan Texmaco, lalu masuk kanan ke arah bendungan Walahar. Nah, warung itu tak jauh dari pintu gerbang bendungan.

Sekarang? Ketika aplikasi navigasi sudah canggih, Anda tinggal gunakkan google-maps atau waze, ketik tujuan “pepes jambal walahar”, maka dijamin tidak akan nyasar. Siapkan uang receh untuk anak-anak pengatur lalu-lintas amatir. Maklum, jalan menuju warung pepes jambal H. Dirja memang harus melewati jembatan sempit yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil.

Kini, area rumah makan sangat luas. Jauh berbeda dengan tahun 90-an yang hanya berupa warung sederhana berdinding bambu dan kayu. Di bagian atas, tatanan meja-kursi laiknya rumah makan. Jika ingin makan santai di saung, arahkan kendaraan ke bagian belakang, melalui jalan menurun. Ada belasan saung berbagai ukuran di sana.

Menu rumah makan ini pun makin beragam. Jika dulu, menu spesial hanya pepes jambal, sekarang tersedia aneka pepes “dan teman-temannya”. Teman-teman pepes seperti lalapan, sayur asem, dan… tentu saja sambal yang bisa bikin Anda makan banyak.

Jangan sampai salah pilih menu. Meski ada aneka pepes, bahkan –kalau mau– ayam goreng pun tersedia, tapi ingat-ingatlah, rumah makan H. Dirja kesohor karena “pepes jambal”-nya. Cita-rasanya, super. Ada beberapa rumah makan yang coba-coba menawarkan menu sama di sekitar Bendungan Walahar, tetapi lidah tak bisa bohong.

Pepes jambal H. Dirja, memiliki rasa yang sangat gurih. Bisa dipastikan, H. Dirja memiliki resep rahasia untuk bisa menghasilkan pepes jambal dengan tektur daging yang empuknya pas. Tidak keras, tetapi juga tidak terlalu lunak. Lebih dari segalanya, bumbu pepes meresap merata, di bagian mana pun daging jambal Anda gigit.

Meski sekilas tampak irisan daging itu begitu “pelit ukuran”, tetapi percayalah, Anda tidak akan menggigit jambal dalam ukuran yang berlebihan. Sebab, dengan satu gigitan kecil saja, kelezatannya mampu mengimbangi sejumput nasi hangat yang Anda suapkan ke mulut. Jangan pula Anda lupakan, aneka lalapan dengan sambal yang “nendang”, adalah jaminan pelengkap kepuasan kuliner tradisional khas Sunda di tepi bendungan Walahar, Karawang. ***

Pepes jambal, nasi bungkus daun pisang, aneka lalapan dan sambal, menjanjikan makan siang tak terlupakan. Foto: Roso Daras

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.