Pegadaian Teman di Kala Suka dan Duka

 Pegadaian Teman di Kala Suka dan Duka

Pengantar : setelah membaca berbagai tulisan tentang Pegadaian dan produk-produknya yang di-share ke ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan, salah seorang wartawati Senior di Surabaya Ita Lizamia tertarik untuk menceritakan pengalamannya selama puluhan tahun jadi nasabah Pegadaian. Di bawah ini adalah catatannya yang disampaikan dengan gaya bertutur.

Pertama kali  saya mengenal Pegadaian dari almarhum  ibu kandung saya kurang lebih 35 tahun yang lalu. Dulu kalau ibu kesulitan keuangan keluarga, selalu beliau perginya ke Pegadaian. Sesekali sayalah yang disuruh, sehingga lama-kelamaan saya jadi “kenal” Pegadaian.

Dan sampai sekarang kebiasaan itu menular ke saya. Sudah lebih dari 20 tahun saya menjadi pelanggan setia Pegadaian, baik ketika saya mempunyai usaha sendiri maupun saat pensiun seperti sekarang ini.

Kenapa saya setia ke Pegadaian sampai sekarang? Alasan saya sederhana sekali… Saya tidak mau berhutang kepada teman atau saudara, yang nantinya bisa meretakkan hubungan baik yang sudah terbina lama bahkan puluhan tahun.

Kalau “berhutang”  ke pegadaian prosesnya cepat dan tepat perhitungannya,  jelas aturan mainnya dan jaminan kita berada di tempat yang aman. Dalam hitungan menit, uang pinjaman  langsung cair.

Dan yg paling penting tidak ada orang lain tahu kalau kita punya hutang, karena private and confidential. Saat ini pun saya masih mempunyai hutang yg cukup besar di Pegadaian. Di saat duka, ketika saya membutuhkan uang, Pegadaianlah “teman” saya untuk menutupi duka itu.

Kemajuan Pesat Pegadaian

Oiya karena seringnya saya wira-wiri ke pegadaian jadinya saya tahu perubahan-perubahan atau boleh dikata kemajuan pesat yang dialami Pegadaian. Antara lain :

1. Uang pinjaman yang cair bisa diterima tunai atau ditransfer ke rekening yang bersangkutan (dulu hanya bisa terima kontan) ini untuk meminimalisir resiko nasabah.

2.  Bisa membayar cicilan/angsuran di kantor Pegadaian di mana saja (dulu harus di kantor yang sama di mana kita pinjam, bayarnya juga harus di kantor yang sama). Ini memudahkan nasabah  untuk bertransaksi.

3. Pilihan programnya sangat beragam (dulu hanya pinjam uang saja dengan jaminan emas atau lainnya). Sekarang ada pinjaman modal usaha, tabungan emas untuk investasi, buat biaya haji, dll.

4. Tidak ada uang penalti bila kita segera melunasi pinjaman (kalau di bank ada penaltinya/denda bila mau melunasi pinjaman lebih cepat dari waktu yang telah disepakati saat akad misal jangka pinjaman 12 bulan ternyata mau dilunasi dalam jangka 6 bulan maka penaltinya cukup besar).

5. Nasabah aktif selalu diundang apabila ada lelangan jaminan (berkesempatan untuk membeli emas atau jaminan lain dengan harga murah).

6. Membayar cicilan/ angsuran sesuai dengan kemampuan finansial kita (tidak ditentukan besaran angka cicilan per bulannya).

Dan masih banyak lagi benefit yang saya peroleh sebagai nasabah Pegadaian.

Pengalaman Pahit dan Menyedihkan

Selama jadi nasabah Pegadaian saya ada pengalaman pahit  dan sangat menyedihkan. Perhiasan ibu saya yg notabene warisan dari nenek tidak bisa kami tebus karena tidak punya uang.

Terpaksa dilelang oleh Pegadaian. Sedih memang tapi dari pengalaman itulah kami jadi lebih hati-hati. Sebuah pengalaman yg sangat berharga.

Sebagai nasabah Pegadaian, saya pribadi senang sekali melihat kemajuan yg dialami Pegadaian. Itu seperti  instansi2 lain yg kekinian sekali.

Contohnya PLN dengan pulsa prabayarnya, Telkom dengan Telkomselnya yg merajai jaringan telekomunikasi di Indonesia, PGN yg meter pemakaiannya langsung terpantau di kantornya dan lain2.

Yakin Pegadaian Lebih Maju, Usul Tambah Jam Layanan

Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Kuswiyoto Pegadaian lebih maju lagi. Aamiin ya robbal aalamiin…

Semoga Pegadaian terus berbenah untuk melayani nasabahnya. Alangkah elok bila jam pelayanan khususnya pembayaran ditambah sampai pukul 19.00 sehingga nasabah yang bekerja tidak perlu bolos. Sekarang dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00.

Pegadaian dapat mencontoh yang dilakukan seluruh kantor Kecamatan. Sejak pukul 08.00 pagi sampai pukul 20.00 malam.

Kini saya tidak malu2 lagi untuk mendatangi kantor Pegadaian karena programnya yang beragam. Selain itu nasabahnya dari semua kalangan yakni bawah, menengah, dan atas.

Kondisinya berbeda sekali dengan dulu yang identik hanya  dengan kalangan bawah saja dan pasti punya hutang dengan jaminan barang-barangnya yang digadaikan.

Ayo Pegadaian kamu pasti bisa. Lebih baik lagi, lebih modern lagi, dan lebih mengerti lagi kebutuhan nasabahnya. Pegadaian adalah teman di kala suka dan duka.

Saran saya, jangan ragu untuk jadi nasabah Pegadaian. BUMN ini telah membuktikan kebenaran mottonya yakni Mengatasi Masalah Tanpa Masalah.

>>>Sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau Pariaman, Sumbar, dari Surabaya, Jatim dan menjelang silaturahim ke Pemimpin BRI Wilayah Padang Syamsul Arifin, saya ucapkan selamat menjadi nasabah Pegadaian dan maju bersama sekitar 12,3 juta nasabah Pegadaian lainnya.

Salam hormat buat keluarga. 18.30 02102019😃<<<

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *