Connect with us

Feature

Dari Batik hingga Jamu, Kampung Zakat Tarakan Kembangkan Usaha Produktif Mustahik

Published

on

Lubung Batik 2M Mamburungan, Tarakan (Foto: Humas Kemenag Kalimantan Utara)

JAYAKARTA NEWS – Program Kampung Zakat di Kota Tarakan terus menunjukkan dampak nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat. Melalui berbagai usaha produktif warga, mulai dari kerajinan batik hingga usaha jamu tradisional, program ini menjadi sarana penguatan kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Utara, Saleh, ke Kampung Zakat Tarakan untuk meninjau langsung perkembangan usaha masyarakat mustahik binaan, Sabtu (9/5/2026).

Saleh melihat langsung aktivitas usaha Lubung Batik dan Rumah Jamu Ratna yang menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat mustahik berbasis zakat. Saleh mengatakan bahwa Kampung Zakat harus mampu menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong lahirnya usaha produktif yang berkelanjutan.

Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara produktif dan tepat sasaran. Ia berharap masyarakat penerima manfaat dapat berkembang secara ekonomi hingga nantinya mampu menjadi muzakki.

“Kampung Zakat harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Harapannya, para mustahik nantinya dapat tumbuh menjadi muzakki,” ujar Saleh.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Kampung Zakat merupakan bentuk nyata kepedulian dan gotong royong dalam membangun kemandirian umat melalui pendekatan keagamaan, sosial, dan ekonomi secara terpadu.

Menurut Saleh, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong penguatan usaha produktif, pendidikan, dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.

“Program ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi bagaimana masyarakat dapat diberdayakan melalui usaha produktif, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar manfaatnya semakin luas,” tambahnya.

Selain berdialog dengan masyarakat penerima manfaat, Saleh juga mendengarkan aspirasi warga terkait pengembangan usaha produktif, pendidikan keagamaan, hingga penguatan moderasi beragama di lingkungan masyarakat.

Ia mengapresiasi dukungan seluruh pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat yang terus berkontribusi dalam mendukung keberlangsungan program Kampung Zakat di Kota Tarakan.

Saleh berharap Kampung Zakat dapat terus berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan di wilayah Kalimantan Utara.***/mel

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement