Doni dan Santi Senang Azel Keliling Indonesia dan Bersyukur Alka Masuk Akmil (Bagian 3)

 Doni dan Santi Senang Azel Keliling Indonesia dan Bersyukur Alka Masuk Akmil (Bagian 3)

Keluarga Doni Monardo.

Oleh Aqua Dwipayana

Saat masih menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspamres) pada 2014, Letjen TNI Doni Monardo dan istrinya tidak pernah membayangkan putra bungsunya Adelwin Azel Monardo yang akrab dipanggil Azel akan keliling Indonesia. Apalagi Azel yang waktu itu berusia 11 tahun merupakan anak manja yang tidak pernah sekalipun berpisah dari orang tuanya.

“Pak Aqua, tolong Ero dan Hilman mengajak Azel untuk bersama-sama keliling Indonesia. Jika itu bisa dilakukan saya sangat mengapresiasi mereka,” ujar Doni ketika itu saat tahu Ero dan Hilman mengisi liburan mereka dengan mendatangi 34 provinsi di Indonesia.

Ero yang dimaksudnya adalah Savero Karamiveta Dwipayana, putra bungsu saya. Ketika itu Ero berusia 14 tahun. Sedangkan Hilman yang berusia 19 tahun nama lengkapnya Farizan Hilman Razie. Meski beda usia sekitar 5 tahun namun mereka bersahabat akrab.

Mereka memulai perjalanannya pada Senin sore (19/5/2014) tepatnya pukul 17.30 dari Titik nol di Pulau Sabang, Nangro Aceh Darussalam (NAD). Tekadnya waktu itu “menaklukkan” 34 provinsi dalam waktu sekitar 2 bulan.

Perjalanan itu memanfaat waktu liburan sekolah. Mereka ingin mengisi waktunya dengan kegiatan produktif sekaligus lebih mengenal Tanah Air.

Sebagian besar perjalanannya jalan darat. Menggunakan kendaraan umum. Untuk menghemat waktu perpindahan dari satu pulau ke pulau besar naik pesawat. Sriwijaya Air Group yang mensponsorinya.

“Bro Aqua butuh berapa tiket dan rutenya ke mana saja? Tolong hubungi Bu Gab untuk disiapkan tiketnya. Bilang saja sudah ijin saya,” ujar pemilik sekaligus menjabat Presiden Direktur Sriwijaya Air Group Chandra Lie.

Gab yang dimaksud adalah Gabriella Sonia Bongoro. Beliau orang kepercayaan Chandra. Jabatannya Direktur Keuangan Sriwijaya Air Group.

Setelah saya infokan ke Gab kebutuhan tiket pesawat dan rutenya, tiketnya disiapkan. Seluruhnya kelas bisnis dan sepenuhnya diuruskan para District Manager tempat akan naik pesawatnya. Layanannya memuaskan sekali.

Sementara BCA mensponsori angkutan darat selama di Jawa hingga Bali. Teman dekat saya Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja yang membantu. Stafnya menyiapkan mobil dan sopir untuk keperluan itu.

Ero dan Hilman Berhasil Mengajak Azel Sampai Merauke, Papua

Kembali pada pesan Doni, saya menyampaikannya ke Ero dan Hilman. Mereka semangat sekali menerima tantangan Doni. Ingin membuktikan bahwa mereka berhasil mengajak Azel keliling Indonesia.

Berkali-kali mereka komunikasi sama Azel dan gagal mengajak ikut bersama mereka. Ero dan Hilman tidak patah semangat. Terus mencoba dan yakin berhasil.

Ternyata keyakinan mereka terbukti. Azel mau bergabung di Solo dengan syarat hanya sampai Bali saja. Setelah itu akan balik ke Jakarta.

“Tidak apa-apa Azel. Kami senang Azel mau jalan bareng kami,” ujar Ero dan Hilman.

Azel (baru kotak-kotak) dan Alka (pakaian Taruna Akmil).

Doni dan Santi senang karena putra bungsu mereka akhirnya mau gabung dengan Ero. Pengalaman Azel tambah dan liburan sekolahnya diisi dengan kegiatan produktif.

“Terima kasih Pak Aqua, akhirnya Ero dan Hilman berhasil mengajak Azel. Semoga perjalanan mereka lancar,” kata Doni.

Azel dijemput di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo. Perjalanan tiga sekawan itu dimulai. Mereka kompak sekali.

Ero dan Hilman menganggap Azel seperti adiknya sendiri. Hal tersebut membuat siswa kelas 6 SD Al Azhar BSD itu jadi betah. Rencana semula sampai Bali dilupakan Azel.

“Pak Aqua kalau Ero dan Hilman berhasil mengajak Azel sampai Merauke, Papua Barat, saya kagum pada mereka. Saya anggap mereka hebat,” ungkap Doni.

Alhamdulillah Ero dan Hilman berhasil mengajak Azel sampai Merauke, Papua. Bahkan waktu itu saat jumpa pers dengan banyak wartawan, Azel dengan lantang menyampaikan pemikirannya.

“Para generasi muda harus serius melestarikan lingkungan. Salah satunya dengan rajin menanam pohon dan merawatnya,” tegas Azel.

Selama perjalanan mereka bertemu dengan tokoh dan generasi muda. Melakukan diskusi dan menanam pohon. Jumlahnya ribuan yang merupakan bantuan dari Paguyuban Budiasi.

“Terima kasih kepada Ero dan Hilman yang telah sukses mengajak Azel keliling Indonesia. Semua pengalaman ke berbagai provinsi itu sangat bermanfaat buat Azel,” kata Doni.

Setelah Dua Kali Ujian Alka Diterima Masuk Akmil

Pada 2016, tiba-tiba Doni dikagetkan dengan keinginan putra keduanya Reizalka Dwika Monardo yang akrab dipanggil Alka untuk masuk Akademi Militer (Akmil). Saat Alka menyampaikan itu, awalnya Doni tidak yakin sebab sebelumnya tidak ada tanda-tanda ke arah sana.

Waktu itu Doni menjabat Pangdam XVI/Pattimura yang berkedudukan di Ambon, Maluku. Begitu Alka menyampaikan keseriusannya Doni mengijinkannya. Namun sebelumnya bicara hal-hal yang pahit dan konsekuensi masuk Akmil.

Doni juga menegaskan bahwa masuk Akmil tidak mudah. Perlu persiapan, perjuangan, dan pengorbanan. “Alka harus siap semua itu kalau serius mau masuk Akmil. Semuanya tergantung kesiapan Alka,” tegas Doni.

Kemudian Doni menyampaikan secara detil persiapan yang harus dilakukan Alka. Juga mendukung hal-hal yang dibutuhkan Alka terkait itu.

Ternyata belum rejeki Alka. Setelah berjuang saat persiapan dan ujian, alumni SMA Presiden di Cikarang, Bekasi itu, tidak lulus. Alka kecewa sekali.

Bagi Doni itu pelajaran sangat berharga dari Allah SWT buat Alka. Sekaligus membuktikan bahwa meski ayahnya Pangdam, anaknya belum tentu bisa diterima masuk Akmil.

Doni menyemangati Alka agar mempersiapkan diri lebih baik jauh-jauh hari untuk kembali ujian masuk Akmil. Belajar dari kegagalannya sehingga 2017 diterima di Akmil.

Alka semangat sekali. Upayanya tidak sia-sia. Saat ujian pada 2017 Alka dinyatakan lulus dan lolos. Dia bahagia sekali. Doni dan Santi sangat bersyukur dan senang banget atas keberhasilan putra mereka.

“Saya sengaja sama sekali membiarkan Alka berjuang sendiri agar dia tahu masuk Akmil itu tidak mudah. Juga supaya Alka lebih percaya diri dengan kemampuannya sendiri,” pungkas Doni dengan penuh rasa syukur. (Bersambung)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *