Katana, Cara BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Keluarga

 Katana, Cara BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Keluarga

Para peserta Kegiatan Pembekalan Penyuluh Keluarga Tangguh Bencana yang hadir secara Virtual, Selasa (26/10)/foto tangkap layar BNPB

JAYAKARTA NEWS— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Kesiapsiagaan mengadakan Pembekalan Penyuluh Keluarga Tangguh Bencana (Katana) yang dilakukan secara virtual dan tatap muka, bertempat di Bogor, Jawa Barat pada Selasa (26/10). Keluarga merupakan sumber ketahanan sosial masyarakat. Keluarga memiliki posisi dan peran yang sangat penting dan strategis dalam menentukan besar kecilnya dampak bencana yang akan diterima, sehingga peningkatan baik kapasitas maupun peran, keterlibatan serta kesiapsiagaan dalam menghadapai bencana mutlak harus dilakukan. Semua ini dapat kita wujudkan melalui Keluarga Tangguh Bencana (Katana).

Setiap anggota keluarga perlu mengetahui, mengenali dan memahami risiko bencana yang mungkin terjadi di rumah dan lingkungan masing-masing. Kemudian meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengetahui apa yang harus dilakukan jika bencana terjadi dan mengurangi dampak bagi keluarganya masing-masing.

Pangarso Suryotomo selaku Direktur Kesiapsiagaan BNPB mengungkapkan,  puluhan juta keluarga di Indonesia tinggal di daerah rawan bencana, berdasarkan hal itu pentingnya peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Lebih dari 53 ribu desa/kelurahan dan lebih dari 51 juta keluarga di Indonesia tinggal di daerah rawan bencana. Berdasarkan hal tersebut perlunya peningkatan kapasitas masyarakat dalam lingkup terkecil baik itu di desa/kelurahan maupun keluarga, selain itu guna mengurangi korban suatu bencana,” ungkap Pangarso saat membuka acara secara virtual Selasa (26/10).

Kemudian ia menjelaskan, Katana diharapkan dapat dilaksanakan di seluruh masyarakat guna menyiapkan keluarga yang siap menghadapi bencana.

“Menjadi suatu gerakan yang berkelanjutan untuk membangung ketangguhan keluarga, mengantisipasi kejadian bencana dan pulih secara optimal dari kejadian bencana,” ujarnya.

Kegiatan ini berisikan pemberian materi dari para narasumber yang membahas tentang Pengantar tentang Keluarga Tangguh Bencana, Kenal dan Pahami Risiko Bencana, Menjadikan Rumah sebagai tempat yang Ramah dan Aman Bencana, Rencana Kesiapsiagaan Keluarga,  Sistem Peringatan Dini Keluarga, Rencana Evakuasi Keluarga dan Simulasi, dan Inarisk Personal.

Adapun para peserta terdiri dari BNPB, BPBD,  perwakilan organisasi pegiat kebencanaan, pelaku pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, akademisi, mahasiswa dan masyarakat umum.

Sebagai informasi program Katana di perkenalkan pertama kali pada tanggal 2 – 3 Desember tahun 2019 di Pasie Jantang, Aceh Besar. Pembekalan Penyuluh Katana yang pertama dilaksanakan pada 2 Februari 2020 di Gedung Training Center, Pusat Pendidikan dan Pelatihan PB BNPB, Sentul, Bogor dengan peserta para perwakilan lintas sektor.***/ebn

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *