Golkar Bali Respons Positif Insentif Perangkat Desa

 Golkar Bali Respons Positif Insentif Perangkat Desa

Sugawa Korry saat memimpin Rapat Gabungan Banggar DPRD dan TAPD Provinsi Bali/foto: istimewa

DENPASAR, JAYAKARTA NEWS– Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry, menyambut baik telah dianggarkannya insentif untuk perangkat desa. Khususnya insentif untuk sekretaris desa, kaur, dan kadus.
 
Usulan insentif aparat desa tersebut merupakan salah satu agenda penting perjuangan Partai Golkar melalui wakilnya di DPRD Bali. “Ini memang kami usulkan kepada eksekutif dalam berbagai kesempatan,” ujar Ketua DPRD Provinsi Bali ini usai memimpin Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bali dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Bali, Kamis, 28 Juli 2022, di Ruang Rapat Gabungan di Denpasar.
 
Sugawa Korry mengaku lega dengan diterimanya usulan penganggaran bagi aparat desa yang diperjuangkan Partai Beringin. “Yang pasti, pembahasan lebih lanjut akan dilaksanakan Senin depan. Banggar juga diharapkan akan mengkaji melalui komisi-komisi,” harap politisi senior asal Buleleng ini.
 
Rapat Gabungan DPRD dan Pemerintah Provinsi Bali itu dihadiri TAPD Provinsi Bali yang dipimpin Sekda Dewa Made Mahendra. Rapat ini membahas tahap awal Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA)/Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Induk Tahun 2023.
 
Dalam paparannya, Sekda Dewa Mahendra menyampaikan, PAD Bali dirancang naik dari Rp 3 triliun menjadi Rp 3,4 triliun. Pendapatan transfer Rp 1,8 triliun di luar DAK. Total pendapatan daerah dirancang Rp 4,1 triliun.
 
“Dalam rancangan belanja yang mencapai Rp 5,8 triliun, defisit diperkirakan Rp 1,02 triliun atau 21%,” ujar Sekda.
 
Paparan Ketua TAPD tersebut direspons positif Sugawa Korry. Proses penyiatan rancangan KUA/PPAS telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang ada, termasuk memerhatikan saran dan masukan Dirjen Bangda Kemendagri dan Korsupgah KPK.
 
“Hal prinsip yang masih harus dikaji lebih cermat terkait masih tingginya defisit sebesar 21%,” tandasnya.
 
Sugawa Korry menyarankan perhatian lebih serius terhadap program ketahanan pangan, termasuk penyiapan anggaran untuk membantu petani melaksanakan registrasi kebun dalam rangka menunjang ekspor produk pertanian. ***syam kelilauw

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.