Bangun Persatuan dan Kesatuan Umat, Aswaja Center Bogor Raya Diresmikan

 Bangun Persatuan dan Kesatuan Umat, Aswaja Center Bogor Raya Diresmikan

Pusat kegiatan umat Islam Ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) Bogor Raya yang berada di kawasan Jl Cifor-Situgede, Bogor, Rabu (9/9/2020) diresmikan.

JAYAKARTA NEWS—Pusat kegiatan umat Islam Ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) Bogor Raya yang berada di kawasan Jl Cifor-Situgede, Bogor, Rabu (9/9/2020) diresmikan. Prosesi ditandai dengan dzikir, tahlil dan solawat dipimpin Ketua Dewan Penasehat Aswaja Bogor Raya KH. Dr. Ahmad Ikrom.

Kota Bogor yang masih berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi Covid- 19, aula pertemuan mestinya mampu menampung 200 orang terpaksa diisi tidak lebih dari 100 orang undangan.

Uztad Ikrom menjelaskan memilih waktu peresmian dengan angka serba “9” tidak berkonotasi khusus. Untuk mudah diingat saja karena momentumnya memang bersejarah bagi pergerakan Pemuda NU di Bogor dan Depok.

Menurut Panitia Penyelenggara KH. Zaenal Azriyyah Abidin hadirnya Aswaja Center merupakan epicentrum kegiatan pergerakan pemuda nadliyin untuk membangun kekuatan persatuan dan kesatuan umat. Basis kegiatannya adalah dakwah. Dakwah dengan orientasi membangun kesejahteraan melalui program pendidikan dan latihan serta penguasaan teknologi informasi.

Setelah peresmian, dilakukan acara Focus Group Discussion (FGD). Tema diskusi membahas soal diklat petani, membangun jaringan niaga dengan pelaku usaha UMKM juga pelatihan penguasaan teknologi informasi.

Tampak hadir penggiat pelatihan tingkat nasional, antara lain Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU Dr Fahrur Roji, penggiat Pemberdayaan Masyarakat Rifaat Anhariz dan akademisi Universitas Indonesia Dr H Bastian Zuliano.

Direktur Aswaja Center KH. Ahmad Baijuri Ismail menjelaskan berdirinya lembaga pemberdayaan umat ini perlu dukungan masyarakat dan ulama. Sebab, lembaga yang digagas berdirinya oleh para cendekia muda NU di Bogor ini bisa memberi kontribusi signifikan bagi kesejahteraan umat dan soliditas umat Islam khususnya di wilayah Bogor Raya.

Di atas lahan strategis seluas empat hektare ini sebelumnya akan dibangun properti perumahan. Bahkan di atas lahan sudah dibangun kampus pelatihan sekuriti. Karena krisis pandemi yang berkepanjangan, kampus yang sudah melahirkan 20.000 orang sekuriti profesional terpaksa ditutup. “Mencari rizki akherat dulu” jelas pemilik sekaligus pengelola Kampus Diklat Sekuriti H. Engkong Eddy memberi alasan kerjasamanya dengan Aswaja Center Bogor Raya. (nat)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *