Ayushita Syuting di Swiss, Takut Copet Ternyata Aman

 Ayushita Syuting di Swiss, Takut Copet Ternyata Aman
Ayusitha dan poster film yang dibintanginya, “Satu Hari Nanti”.

INI pengalaman baru bagi aktris Ayushita Nugraha syuting di Swiss. Ia didapuk sutradara Salman Aristo berperan sebagai Chorina di film drama bertajuk ‘Satu Hari Nanti’. Dalam film produksi Rumah Film dan Evergreen Picture yang merupakan kerjasama antara RI dan Swiss ini, ikut main sederet bintang terkenal yaitu Adinia Wirasti (Alya), Deva Mahenra (Bima) dan Ringgo Agus Rahman (Din).

“Dalam bayangan sebelum berangkat, saya paling takut copet. Ternyata, aman-aman saja. Naik kereta api, aman dan disiplin. Swiss adalah negara di Eropa yang rakyatnya ramah dan hangat,” lontar Ayushita dalam peluncuran teaser, trailer dan poster film ‘Satu Hari Nanti’  di Jakarta, belum lama ini.

Selama hampir tiga minggu, Ayushita jalan-jalan bersama bintang lain dan mencoba transportasi umum di Swiss. “Swiss itu enggak memiliki pohon cokelat. Tapi bisa memproduksi cokelat terbaik se dunia,” papar aktris yang dilahirkan di Jakarta, 9 Juni 1989 ini.

Ayusitha

Diungkapkan, ketika membaca skenario, Ayushita tak suka karakter Chorina. “Tapi ternyata ceritanya bagus, akhirnya saya ambil juga Terlebih lagi, syutingnya di Swiss,” lanjutnya. Chorina adalah wanita manajer hotel di Swiss, Ia diungsikan oleh keluarganya dari Indonesia ke Swiss untuk bertahan hidup.

Ayushita meroket namanya sejak membintangi film ‘3 Dara’ (2015), ‘Gila Jiwa the Movie’ (2016), ‘Bid’ah Cinta’ (2017) dan terakhir ‘Kartini’ (2017). Di film ‘Bid’ah Cinta’, Ayushita masuk nominasi untuk kategori alkris utama Festival Film Tempo (FFT) bersama Dian Sastro, Tara Basro, Marsha Timothy dan Putri Marino.

Ayushita menyukai alur cerita ‘Satu Hari Nanti’ yang mengisahkan tentang pilihan dari kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen di Swiss, baik di lingkup cinta, pekerjaan dan keluarga. “Film ini berkisah tentang lika-liku pertemanan  dan kisah cinta yang kelam yang tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri dari mereka di negeri orang,” demikian ujar sutradara Salman Aristo. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *