‘Sport Science’, Mengembalikan Kejayaan Inkai

 ‘Sport Science’, Mengembalikan Kejayaan Inkai
Prof Hermawan Sulistyo (dibopong) saat memimpin kontingen INKAI meraih Juara Umum di Kejurnas Karate Usia dini Piala Mendikbud V , 2012, di Samarinda. (Foto: Ist)

Sifat bengal dan kegemarannya berkelahi, berhenti di usia 16 tahun, justru saat ia mengenal karate. “Yaaa….tidak langsung berhenti sih… tapi setidaknya mulai berkurang, he… he… he…,” ujar Prof Hemawan Sulistyo, atau yang akrab disapa mas Kikiek itu.

Tahun 1973. Tahun tercatatnya Kikiek mulai berlatih Inkai di Cabang Madiun bersama Sensei Kadar, Cliften Tupan, Kukuh Darmono, dan Josef Triwahono. Sejak itu, disiplin dojo pelan tapi pasti membentuk karakter Kikiek yang baru. Karakter yang lebih bertanggung jawab, disiplin, dan dalam banyak hal membuatnya lebih tenang.

Sejak itu, malang-melintang Kikiek menekuni dunia karate. Bahkan dalam banyak kesempatan, ia sering berkata, “Karate ibarat agama kedua bagi saya,” kata penyandang Dan IV Inkai itu. Begitu cintanya pada karate, terlebih kepada Inkai, sesibuk apa pun kegiatannya –baik di dalam maupun di luar negeri—Prof Kikiek selalu meluangkan waktu untuk karate.

Prof Hermawan Sulistyo (Foto: Taofik H)

Jelang Kongres PP Inkai, ia pun bertekad memberi perhatian dan pengabdian lebih dengan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PP Inkai periode 2018 – 2022. Menurutnya, Inkai sudah saatnya diurus oleh pengurus yang berdedikasi dan siap mengabdi. “Tanpa dedikasi, pengabdian menjadi semu,” ujar Pembina Inkai Jawa Timur itu.

Dengan dedikasi dan pengabdian, Inkai akan kembali menjadi yang terkuat dan terbesar di Indonesia. “Sedikitnya, kita harus memperkokoh empat pilar,” ujar Kikiek yang mantan Kabid Litbang PB Forki. Keempat pilar yang ia maksud adalah pertama, manajemen yang profesional. Kedua, sarana tempat, baik itu gedung sekretariat ataupun dojo-dojo. Ketiga, pembinaan usia dini. Keempat, sport science.

Keempat pilar itu diyakini akan memperkokoh visi yang ia canangkan, yakni “Menatap karate Inkai masa depan, sebagai cabang olahraga prestasi; mempertahankan tradisi Shotokan Karate-Do sebagai beladiri (martial arts) untuk membentuk watak generasi bangsa masa depan. Adapun misi yang ia canangkan adalah “Membangun Inkai 2019-2023 kembali menjadi perguruan karate terbesar dan terkuat di Indonesia.”

Empat pilar tadi, ia tuang ke dalam enam program kerja. Pilar profesionalisme misalnya, ia jabarkan ke dalam program kelembagaan dan keuangan yang transparan, melalui pemakaian jasa perbankan untuk semua jenis transaksi. Sedangkan pilar kedua, tentang sarana tempat, ia tuang dalam program manajemen aset.

Bahwa semua aset yang ada di pusat dan daerah harus didata dengan cermat. Kikiek bertekad melakukan pendataan aset-aset yang dimiliki Inkai, baik pada tingkat Pusat maupun Daerah. Manajemen aset ini termasuk gedung atau ruang sekretariat, dojo dan perlengkapannya (tatami, makiwara dan sebagainya). Ia bahkan sudah merancang program setiap provinsi memiliki dojo dan sekretariat sendiri. “Realisasinya bisa dengan cara, Pengurus Daerah menyediakan lahannya dan PP-Inkai mensubsidi (sebagian) pembangunannya. Sedangkan, pengawasan dilakukan oleh PP-Inkai,” ujar Prof Kikiek.

Ihwal pilar ketiga, pembinaan usia dini, Kikiek menaruh perhatian besar. Diawali dengan program pendataan anggota secara digital. Program berikutnya adalah menyusun pertandingan selama satu tahun. Program terdiri dari pertandingan yang diselenggarakan oleh PP-Inkai; oleh Pengprov dan Pengcab, serta oleh pihak-pihak internal Inkai lainnya. Selain itu, juga menyusun atau memasukkan jadwal pertandingan yang diselenggarakan FORKI (semua jenjang). Bahkan, pertandingan-pertandingan di luar negeri. “Masih terkait hal itu, saya merencanakan pemberian beasiswa bagi atlet berprestasi,” tambahnya.

Prof Hermawan Sulistyo (kanan) ketika turun di nomor kumite, Kejurnas 2016. (Foto: Ist)

Pilar terakhir, sport science yang ia katakan mutlak, di tengah era yang semakin maju. Setidaknya, Kikiek akan memulai dengan mengurangi hal-hal yang bersifat manual menjadi sistemik. Termasuk mengawalinya dengan pembuatan data base anggota, pengurus, sampai dewan guru. “Jika data sudah digitalized, lebih mudah untuk mengembangkan lebih lanjut. Misal, menambahkan entry jumlah pertandingan yang diikuti, rekor pertandingan yang disandang, sampai detail kalah dan menang. Kalau mau lebih spesifik bahkan bisa membuat entry data-data dalam kumite,” papar Kikiek.

Ia mencontohkan, cabang sepakbola yang memasukkan sport science sebagai salah satu pilar klub profesional, khususnya di negara maju. Dengan begitu, kecepatan lari tercatat secara digital, berapa kali memberi assist, tercatat secara digital, kecepatan tendangan pun tercatat secara digital. Juga di cabang tenis lapangan. Kecepatan servis langsung tercatat secara digital. “Cabang-cabang olahraga lain seperti renang, angkat berat, dan lain-lain pun menggunakan. Tidak usah terlalu jauh, itu turnamen mixed martial arts pun memakai sport science,” tambahnya.

Perpaduan visi, misi, dan program kerja itulah yang diyakini akan mengembalikan kejayaan Inkai. (rr)

 

Prof Hermawan Sulistyo

Biodata Singkat:

Nama Lengkap  : Prof (Ris) Dr H Hermawan Sulistyo, MA, MAIA, PhD, APU

Panggilan           : Kikiek

Kelahiran            : Ngawi/4 Juli 1957

Agama                : Islam

Pekerjaan/Jabatan:

  1. Penasihat Ahli Kapolri (bintang dua)
  2. Profesor Riset LIPI (PNS Gol IVe/Pembina Utama)
  3. Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional, Univ Bhayangkara Jakarta Raya
  4. Staf Pengajar di lingkungan TNI/Polri/Lemdik Kedinasan
  5. Guru Besar PTIK
  6. Patron, CONCERN Strategic Think Tank & Consulting
  7. Owner beberapa perusahaan konstruksi dan trading

Pengalaman Pendidikan/Pengajaran:

  1. Kuliah:

Universitas Indonesia (UI); Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara; Universitas Airlangga (Unair); State University of New York (SUNY-Buffalo, US); Ohio University (OU-Athens, US); Northern Illinois University (NIU-DeKalb, US); Arizona State University (ASU-Tempe, US), dan lain-lain, dalam bidang-bidang Matematika, Fisika Nuklir, Ilmu Politik; Filsafat; Hubungan Internasional/Politik dan Pemerintahan Indonesia, History, Literature, Antropologi, Area Studies, Publishing, dan lain-lain.

  1. Mengajar:

Lemhannas-RI, Sesko TNI, Sesko TNI-AD; Sesko TNI-AL; Sesko-TNI-AU; Sespimti Polri; Sespimmen Polri; semua jenjang pendidikan Polri; berbagai sekolah kedinasan (BIN, Imigrasi, Bea Cukai dll)

  1. Professor/Scholar-in-Residence

Contemporary History Institute Ohio Univ; Institute for Southeast Asian Studies (ISEAS) Singapore; Kyoto Daigaku; Uppsala University-Sweden; Universiti Sains Malaysia; universitas2 di belasan negara; Unas, Trisakti, Unpad, Unair, dan belasan lainya.

  1. Pembicara: Clingendael Institute Netherland; Chatham House (RIIE) London; IEEI Portugal; APCSS Hawaii; FES Berlin; Sidang Pleno Parlemen Belgia, Brussels; puluhan lainnya di berbagai negara.
  2. Analis di media massa (TV/Radio) nasional/internasional selama puluhun tahun.

 

  • Wartawan/Jurnalis/Redaktur: majalah Gadis; Mutiara; Sinar Harapan/Suara Pembaruan; TSM (Teknologi dan Strategi Militer); tabloid Bangkit; Harian Surya (koresponden di Amerika); Harian Jayakarta; kolumnis di hampir semua media cetak nasional. Menulis puluhan buku yang terbit di Indonesia dan di luar negeri.

Pengalaman Organisasi

Ketua kelas/angkatan sejak kelas 3 SD hingga lulus PT; Sekjen Senat Mahasiswa FIIS-UI; Sekjen Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM-UI); Koordinator Persatuan Mahasiswa Indonesia di AS (Permias).

Puluhan tahun berkeliling Indonesia dan dunia internasional; Anak-anak tinggal di Meguro-cho Tokyo, Uxbridge London, Wellington NZ.

Track Record Karate

Dan IV Inkai

  1. 1973-1975. Latihan Inkai di Cabang Madiun (Sensei Kadar, Cliften Tupan, Kukuh Darmono, Josef Triwahono);
  2. 1975-1983. Inkai Ranting UI (Ss Pieter Ferdinandus, Hedy, Suparlan, Suyana);
  3. 1986-1991. Ohio University Karate Club. ISKF/JKA (Ss Teruyuki Okazaki, Golden Greer, Howard Beebee);
  4. 1991-1997. Dojo Koyama Sensei (Phoenix). ISKF/JKA East Coast, Arizona, USA
  5. 1991-1997. Arizona State University ISKF/JKA (Ss Shojiro Koyama);
  6. Honbu Dojo JKA, Iidabashi Tokyo (Intermittent, Ss Kawawada);
  7. Kabid Litbang PB-FORKI
  8. Ketua panitia berbagai event Inkai/FORKI (gashuku, ujian Dan, Ryamizard Cup, Indonesia Open Karate Tournament I, dan puluhan lainnya); Sekjen PP-Inkai (dua periode: 2006-2010-; 2010-2014); Program Diractor Inkai Prestasi;
  9. Pembina Inkai Jatim; Dojo Renzo.
  10. Menerjemahkan dan menerbitkan buku Gichin Funakoshi, Karate-Do My Way of Life; Sejarah Karate Shotokan dan Inkai.
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *