Connect with us

Agribisnis

Importir Kedelai Diingatkan agar Tidak Naikkan Harga Semena-mena

Published

on

Importir kedelai diingatkan tidak naikkan harga semena-mena (dok Bapanas)

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah mengingatkan agar para importir kedelai tidak ada yang menaikkan harga dengan semena-mena. Karena menyangkut keberlangsungan usaha perajin tahu dan tempe.

“Khususnya kedelai, kami minta pada pengusaha, tolong jangan menaikkan harga semena-mena,” tegas Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seperti dikutip Kamis (11/6/2026).

“Anda sudah untung puluhan tahun. Kalau menaikkan, izinnya aku cabut dan aku tidak beri izin rekomendasi lagi, karena ada rekomendasinya di pertanian,” tambah Amran.

Amran memastikan akan ada penelusuran ke importir kedelai apabila terjadi dampak besar yang dirasakan kalangan perajin tahu dan tempe. Untuk itu, opsi menaikkan harga tidak boleh dilaksanakan.

“Kami akan telusuri kalau terdampak pada perajin, pada produsen tahu dan seterusnya. Kami akan cek sumbernya dari mana. Kami pas cek, kami sudah minta, kami sudah kumpulkan semua, jangan menaikkan harga semena-mena,” ujar Kepala Bapanas Amran.

Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (GAKOPTINDO) menyebutkan, rata-rata harga kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe per 8 Juni secara nasional berada di level harga Rp 11.126 per kilogram (kg).

Di Jawa, rata-rata harga kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe masih berada di Rp 10.868 per kg. Sedangkan harga tertinggi ada yang menyentuh Rp 11.100 per kg.

Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai yang ditentukan pemerintah di tingkat importir maksimal di Rp 11.500 per kg dan di tingkat konsumen atau perajin tahu dan tempe tidak boleh melebihi Rp 12.000 per kg.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman meminta para importir kedelai untuk menjaga harga. Hal ini penting untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Namun jika tidak ada niat baik, terpaksa pemerintah akan menerapkan langkah yang tegas.

“Tolong kepeduliannya di saat kondisi seperti sekarang, karena anda sudah untung puluhan tahun. Kalau aku dapat (pelanggaran), aku pastikan izinnya aku cabut dan aku tidak beri rekomendasi impor lagi,” pungkas Amran.

Dalam rapat pembahasan kedelai yang digelar Bapanas (8/6/2026), GAKOPTINDO menyampaikan bahwa kondisi kenaikan harga kedelai impor masih relatif cukup aman. Rentang kenaikan harga saat ini masih lebih rendah dibandingkan kondisi harga kedelai pada tahun 2022.

Harga kedelai sampai di tingkat perajin tahu dan tempe masih berkisar Rp 10.000 sampai Rp 11.000 per kg.

Memang terjadi kenaikan komponen biaya produksi lain antara lain kenaikan harga plastik dan kenaikan harga minyak goreng yang juga berpengaruh terhadap biaya produksi perajin. Ini yang meresahkan para perajin tahu dan tempe. (yog)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *