Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Hermawan Sulistyo: Polri Harus Optimisme Melihat Jauh hingga 2045 - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Polhukam

Hermawan Sulistyo: Polri Harus Optimisme Melihat Jauh hingga 2045

Published

on

Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politik, Prof Hermawan Sulistyo (Foto: Humas Polri)

JAYAKARTA NEWS – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politik, Prof Hermawan Sulistyo, berharap Polri dapat melihat tantangan jauh di masa depan. Ia mengatakan hal itu akan membuat optimisme di institusi tetap terpelihara.

Hermawan mengatakan salah satu cara memelihara optimisme ialah dengan menatap ke depan.

“Saya berharap polisi tetap memelihara napas optimisme ini, caranya seperti apa? Melihat jauh ke depan kalau kita lihat jangka pendek, frustrasi. Lihatlah jauh ke depan apa yang terjadi pada tahun 2045,” ujar Hermawan dalam Rilis Akhir Tahun 2024 Polri, Selasa (31/12/24).

“Apakah polisi masih ada, mungkin nggak ada kok, tapi dengan napas optimis, optimisnya apa polisinya diganti mesin,” sambung Hermawan.

Ia mengatakan teknologi terus berkembang sehingga Polri harus siap memanfaatkan dan mengantisipasi dampak kemajuan teknologi.

“Sekarang ini bukan syarat teoritis, sudah dilakukan, kita keluar dari rumah naik mobil macet, mobilnya ke udara jalan, nggak kena macet. Apakah Korlantas kita siap dengan yang seperti itu?” ujar Hermawan.

Ia mencontohkan polisi di Dubai. Hermawan mengatakan polisi di Dubai telah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menangani laporan.

“Sekarang orang lapor ke polisi di Dubai itu sudah dengan robot melapornya ke robot, ditangani AI, diatasi, jadi pekerjaannya Pak Kabareskrim selesai setengahnya. Urusannya tinggal ngurusi anggotanya yang nakal-nakal gitu karena sisanya diselesaikan oleh AI,” ujar Hermawan.

“Jadi saya mau bilang adik-adik yang sekarang masuk Akpol itu nanti pada 2045 merekalah para Kapolres, lulus untuk Sespim siap untuk jadi Kapolres, yang akan dihadapi jauh sangat berbeda,” tutup Hermawan.***/mel

Advertisement