Connect with us

Sport

Ayo Nonton Piala Dunia Gratis?! Cek TVRI 104 Pertandingan Disiarkan Tanpa Biaya Tambahan!

Published

on

Tim Brasil yang telah lima kali meraih Juara Dunia ditantang Maroko di Grup C. Kekuatan Maroko tak bisa dianggap enteng, empat tahun lalu, Maroko mencetak sejarah sebagai semifinalis pertama dari Afrika. (Foto: fifa.com)

JAYAKARTA NEWS— Bukan hanya perang di Timur Tengah, tapi kini perhatian sebagian masyarakat pun tertuju pada Piala Dunia yang resmi digelar Kamis 11 Juni 2026. Event sepak bola akbar ini, untuk pertama kalinya digelar ditiga negara, Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada. Untuk pertama kali pula menampilkan 48 tim.

Nah bagi masyarakat yang ingin menyaksikan berbagai pertandingan sepak bola Piala Dunia, jangan khawatir, semuanya bisa disaksikan melalui TVRI. Lebih menyenangkan lagi, untuk Piala Dunia kali ini, pemerintah memutuskan untuk menyajikan semua pertandingan tanpa kecuali di TVRI dan gratis!

Jadi siaran yang bisa ditonton bukan hanya partai-partai tertentu, atau negara-negara tertentu, tapi semua. Setidaknya itu yang disampaikan Tsamara Amany Alatas, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi.

Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany Alatas/Foto: Humas Kemenpora

Dalam keterangannya ia mengatakan, keputusan pemerintah menghadirkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis melalui TVRI memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar menyediakan tayangan olahraga.

“Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dapat disaksikan secara gratis oleh masyarakat Indonesia melalui TVRI,” ujarnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Tsamara, bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati ajang olahraga terbesar dunia tanpa terkendala biaya tambahan.

Piala Dunia dan Manfaat Ekonomi

Pemerintah juga ingin memastikan manfaat ekonomi dan semangat kebersamaan yang lahir dari penyelenggaraan Piala Dunia dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat di daerah dan pelaku usaha kecil.

“Pemerintah ingin memastikan manfaat ekonomi dan semangat kebersamaan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat pelosok dan para pelaku usaha,” katanya.

Selain melalui siaran televisi, masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan melalui perangkat seluler juga disediakan alternatif layanan digital dengan biaya yang terjangkau.

Menurut Tsamara, akses yang luas terhadap siaran Piala Dunia merupakan bentuk pemerataan manfaat dari sebuah perhelatan olahraga global yang memiliki daya tarik besar bagi masyarakat Indonesia.

“Artinya masyarakat bisa menikmati Piala Dunia tanpa harus terbebani biaya langganan tambahan,” ujarnya.

Lebih jauh, Tsamara menilai Piala Dunia tidak hanya menghadirkan hiburan dan tontonan berkualitas, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial yang memperkuat kohesi masyarakat.

Ia menyebut kegiatan nonton bersama yang tumbuh di berbagai daerah dapat menjadi ruang aktualisasi anak muda sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Semangat besarnya bukan hanya menghadirkan tontonan dunia, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat, membuka ruang aktualisasi anak muda, dan memperkuat kebersamaan bangsa,” tegasnya.

Foto: fifa.com

Kebijakan penyiaran gratis Piala Dunia 2026 tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, mendorong ekonomi kerakyatan berbasis UMKM, memperluas akses informasi dan hiburan yang inklusif, serta memperkuat persatuan dan kohesi sosial masyarakat Indonesia.

Hidupkan UMKM dan Ruang Kebersamaan Rakyat

Tsamara menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia selama ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi rakyat hingga ke tingkat akar rumput.

“Bayangkan, satu momen Piala Dunia bisa menghidupkan ribuan warung kopi, UMKM, pedagang kecil, sampai ruang-ruang kebersamaan anak muda di seluruh Indonesia,” ujar Tsamara dalam keterangannya, Kamis (10/6/2026).

Menurutnya, setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu menciptakan efek ekonomi yang nyata di tengah masyarakat. Kegiatan nonton bareng yang digelar di berbagai daerah menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi lokal.

Ketika masyarakat berkumpul untuk menyaksikan pertandingan bersama, kata Tsamara, usaha mikro dan pedagang kecil turut merasakan manfaat melalui meningkatnya jumlah pelanggan dan transaksi ekonomi.

“Warung kopi menjadi ramai, pedagang makanan bertambah pembeli, UMKM lokal ikut bergerak, sampai layar nobar sederhana di kampung-kampung bisa menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya. (*/di)

Advertisement