• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Marsda TNI Budhi Achmadi: Ekonomi Pertahanan Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Nasional

Marsda TNI Budhi Achmadi: Ekonomi Pertahanan Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Nasional

June 12, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 23, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Marsda TNI Budhi Achmadi: Ekonomi Pertahanan Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Nasional

by Redaksi
June 12, 2026
in Kabar
0
Marsda TNI Budhi Achmadi: Ekonomi Pertahanan Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Nasional
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Dalam diskursus pembangunan nasional, anggaran pertahanan sering dipandang sebagai biaya yang harus ditanggung negara demi menjaga kedaulatan dan keamanan. Paradigma ini tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak lagi memadai untuk menjelaskan realitas abad ke-21. Di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik, percepatan revolusi teknologi, dan ketidakpastian ekonomi global, pertahanan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen keamanan negara, tetapi juga dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, inovasi teknologi, industrialisasi nasional, dan peningkatan daya saing bangsa.

Pandangan bahwa belanja pertahanan merupakan pengeluaran yang bersifat konsumtif telah lama mendominasi pemikiran ekonomi. Namun perkembangan teori ekonomi pertahanan modern menunjukkan bahwa pengeluaran pertahanan dapat menjadi investasi strategis apabila mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, memperkuat basis industri nasional, dan menghasilkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan kata lain, pertahanan tidak harus menjadi beban anggaran negara, melainkan dapat menjadi mesin pertumbuhan nasional.

Salah satu pemikir terkemuka dalam bidang ekonomi pertahanan, Profesor Ron Matthews dari King’s College London, menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertahanan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran militer atau jumlah alutsista yang dimiliki. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan suatu negara mengubah pengeluaran pertahanan menjadi kapasitas industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing ekonomi. Dalam perspektif Matthews, sektor pertahanan yang dikelola dengan baik akan menghasilkan dua keuntungan sekaligus, yaitu security dividend dan economic dividend. Negara memperoleh keamanan yang lebih kuat sekaligus manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Indonesia memiliki alasan yang sangat kuat untuk mengadopsi paradigma tersebut. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan posisi strategis di antara dua samudra dan dua benua, Indonesia membutuhkan kekuatan militer yang besar, modern, dan berteknologi tinggi. Luas wilayah, kompleksitas ancaman, perlindungan jalur perdagangan, keamanan sumber daya alam, serta dinamika kawasan Indo-Pasifik menuntut kemampuan pertahanan yang semakin canggih. Namun pembangunan kekuatan tersebut tidak boleh berhenti pada aspek militer semata. Setiap investasi pertahanan harus mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi bangsa.

Dalam konteks ini, belanja pertahanan perlu dipandang bukan sebagai beban, namun sebagai investasi strategis nasional. Pengadaan pesawat tempur, kapal perang, radar, satelit, drone, sistem pertahanan siber, maupun berbagai teknologi militer lainnya, dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan tempur, tetapi juga untuk memperkuat industri nasional, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, memperluas kapasitas riset dan pengembangan, serta mendorong lahirnya inovasi baru.

Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa kebutuhan pertahanan dapat menjadi katalis bagi industrialisasi. Korea Selatan merupakan contoh yang sangat menarik. Pada dekade 1970-an, negara tersebut masih bergantung pada impor alutsista. Namun melalui kebijakan yang konsisten, Korea Selatan berhasil membangun industri pertahanan yang kuat dan kompetitif. Saat ini produk pertahanannya diekspor ke berbagai kawasan dunia dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Industri pertahanan Korea Selatan tidak hanya menghasilkan alutsista, tetapi juga mendorong perkembangan sektor manufaktur, elektronika, teknologi informasi, dan material maju.

Turki memberikan contoh yang tidak kalah menarik. Dalam dua dekade terakhir, negara tersebut berhasil mengubah industri pertahanannya menjadi salah satu instrumen pembangunan ekonomi nasional. Melalui investasi besar dalam riset dan pengembangan, Turki mampu menghasilkan berbagai produk pertahanan yang kompetitif di pasar internasional. 

Keberhasilan ekspor drone, kendaraan tempur, kapal perang, dan sistem elektronika pertahanan telah menciptakan lapangan kerja, meningkatkan devisa negara, dan memperkuat posisi diplomasi Turki di berbagai kawasan.
Keberhasilan negara-negara tersebut menunjukkan bahwa kekuatan militer dan pertumbuhan ekonomi bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan apabila pembangunan pertahanan diintegrasikan dengan strategi industrialisasi nasional.

Indonesia sesungguhnya memiliki modal awal yang cukup kuat. Industri strategis nasional telah memiliki pengalaman panjang dalam memproduksi pesawat terbang, kapal perang, kendaraan tempur, munisi, radar, dan berbagai sistem pertahanan lainnya. Tantangan terbesar kedepan bukan lagi sekadar kemampuan memproduksi, melainkan bagaimana membangun ekosistem ekonomi pertahanan yang mampu menghubungkan industri, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, dan pengguna akhir dalam satu rantai nilai yang terintegrasi.

Dalam teori ekonomi pertahanan modern, konsep ini dikenal sebagai Defence Industrial Base atau basis industri pertahanan. Basis industri pertahanan yang kuat memungkinkan suatu negara memperoleh manfaat ekonomi yang jauh lebih besar dari setiap pengeluaran militernya. Setiap proyek pertahanan akan menciptakan permintaan bagi industri pendukung, mendorong inovasi teknologi, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan menghasilkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.

Lebih dari itu, sektor pertahanan juga memiliki kemampuan unik dalam menciptakan terobosan teknologi. Sejarah membuktikan bahwa banyak teknologi yang saat ini digunakan masyarakat sipil berasal dari investasi pertahanan. Internet, GPS, teknologi satelit, mesin jet, material komposit, sensor canggih, hingga kecerdasan buatan memperoleh dorongan besar dari kebutuhan militer. Fenomena ini dikenal sebagai technology spillover effect, yaitu penyebaran manfaat teknologi dari sektor pertahanan ke sektor sipil.

Indonesia perlu memanfaatkan peluang tersebut secara lebih sistematis. Investasi pada teknologi pertahanan harus dirancang agar mampu menghasilkan inovasi yang dapat digunakan pada sektor kesehatan, transportasi, energi, pertanian, pendidikan, dan ekonomi digital. Dengan demikian, manfaat anggaran pertahanan tidak hanya dirasakan oleh institusi militer, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah pengembangan ekspor pertahanan. Selama ini sektor pertahanan sering dipandang sebagai sektor yang hanya mengonsumsi anggaran negara. Padahal di banyak negara, industri pertahanan telah berkembang menjadi salah satu sumber devisa yang signifikan. Pasar pertahanan global terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan negara-negara berkembang akan alutsista yang berkualitas dan terjangkau.
Indonesia memiliki peluang besar untuk memasuki pasar tersebut. Produk-produk seperti pesawat angkut, kapal patroli, kapal perang, kendaraan tempur, radar, munisi, dan sistem drone memiliki potensi untuk bersaing di kawasan Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah, dan Pasifik. Ekspor pertahanan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan devisa, tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik, meningkatkan pengaruh strategis, dan memperluas kerja sama internasional.

Ke depan, Indonesia perlu mengembangkan konsep Defence Economy 5.0, yaitu integrasi antara pertahanan, industri, teknologi digital, kecerdasan buatan, ekonomi hijau, dan pembangunan nasional. Dalam konsep ini, pertahanan tidak diposisikan sebagai sektor yang berdiri sendiri, melainkan sebagai salah satu penggerak utama transformasi ekonomi nasional.
Paling tidak terdapat lima sasaran yang harus dicapai. Pertama, membangun kekuatan militer yang kredibel sebagai fondasi stabilitas nasional. Kedua, memperkuat industri pertahanan nasional sebagai lokomotif industrialisasi. Ketiga, mempercepat penguasaan teknologi strategis melalui riset dan inovasi. Keempat, meningkatkan ekspor pertahanan sebagai sumber devisa dan instrumen diplomasi. Kelima, menciptakan efek pengganda ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan sektor-sektor lainnya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan pertahanan tidak boleh hanya dihitung dari jumlah kapal perang, pesawat tempur, atau rudal yang dimiliki. Kekuatan pertahanan yang sesungguhnya adalah kemampuan suatu negara mengubah investasi pertahanan menjadi kekuatan ekonomi, kekuatan teknologi, dan kekuatan industri yang berkelanjutan.

Dalam konteks Indonesia Emas 2045, sudah saatnya kita meninggalkan paradigma lama yang memandang pertahanan semata sebagai beban anggaran. Pertahanan harus ditempatkan sebagai investasi strategis yang menghasilkan tiga dividen sekaligus: dividen keamanan (security dividend), dividen ekonomi (economic dividend), dan dividen teknologi (technology dividend). Jika prinsip ini dijalankan secara konsisten, maka sektor pertahanan tidak hanya menjadi penjaga kedaulatan negara, tetapi juga akan menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan nasional, penggerak industrialisasi, dan fondasi kemandirian Indonesia pada abad ke-21.(*)

Tags: jayakartanewsMarsda TNI Budhi Achmadi
Share197Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version