Kepada Laut, Anak Pegunungan Tengah Menitip Pesan

 Kepada Laut, Anak Pegunungan Tengah Menitip Pesan

MUNGKIN tak terlalu sulit bagi anak-anak pantai, membayangkan suasana pegunungan. Tanah yang meninggi, pepohonan lebat berhimpitan, atau udara dingin di malam pekat.

Bagaimana membayangkan laut, pantai, bahkan ombak yang berkejar-kejaran. Bisakah dijelaskan dengan analogi benda sehari-hari tentang luasnya samudera berair asin? Kenapa asin? Bisakah diminum? Bisakah dibawa pulang? Dan masih banyak pertanyaan lain berkecamuk.

Maka tidak heran meski sepanjang 22 Desember 2018, anak-anak dari sembilan kabupaten di Pegunungan Tengah menjalani aktivitas sangat padat, mereka seperti tak kehabisan energi.

“Terimakasih kepada Bapak Herry yang sudah membawa kami sampai di Jayapura, melihat Santa Claus terjun payung, nonton film, juga rencana jalan-jalan melihat laut.”

Terima kasih juga disampaikan pada Kasatgas Binmas Noken, Kombes Pol Eko Sudarto. Suara Alex semakin terbata. Pertanda sebentar lagi air mata menetes.

Pak Herry yang disebut langsung berdiri. Brigjend Pol. Herry R Nahak memeluk anak asal Wamena itu. Kalau tidak segera dihentikan, bisa dipastikan semua yang ada di ruang makan malam akan menangis haru.

Ia membesarkan hati anak-anak yang sudah mulai mengusap air mata. Kehadiran anak-anak dari Pegunungan Tengah ke Jayapura adalah kegiatan Binmas Noken yang menjadi bagian Satuan Tugas Khusus Nemangkawi di Papua. Ia ingin membuka wawasan dan membangun mimpi anak-anak agar memiliki pikiran terbuka.

Ada dunia lain selain tanah kelahiran. Akses transportasi membuat mereka terisolasi. Di antara mereka, masih ada yang belum menikmati fasilitas listrik.

Maka berkesempatan naik pesawat, seperti mimpi kejatuhan bulan. Berkumpul dengan anak-anak dari daerah lain, mampu membangun wawasan tentang luasnya dunia. Tentang cita-cita menjadi pilot, polisi, tentara, penerjun, dokter, dan lain sebagainya.

Bisa jadi yang dilakukan Binmas Noken hanyalah secercah harap. Namun bukankah sebuah sukses besar selalu berawal dari setitik mimpi?

Kepada laut yang tak hendak berhenti bergerak, anak-anak Pegunungan Tengah Papua mengirim pesan, bahwa mereka pun akan terus bergerak merajut masa depan, menapaki kehidupan lebih baik, sama halnya dengan anak-anak di penjuru Indonesia lainnya. (Kristin Samah)

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *