• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Muliakan Kepala Suku, Mulialah Papua

Muliakan Kepala Suku, Mulialah Papua

September 8, 2022
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

October 20, 2026
Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

October 20, 2026
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

October 20, 2026
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 21, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Muliakan Kepala Suku, Mulialah Papua

by admin
September 8, 2022
in Kabar, Kolom
0
Muliakan Kepala Suku, Mulialah Papua
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Egy Massadiah

JAYAKARTA NEWS— Mengilas gesekan yang ada di tanah Papua, seketika muncul doa, semoga kita tidak tergelincir menjadi bangsa yang lupa sejarah. Bahwa, persatuan dan kesatuan yang kita rasakan terjadi karena warisan adat-istiadat leluhur.

Bahkan, konsep ideologi negara Pancasila, oleh Bung Karno secara tegas dikatakan “digali dari nilai-nilai luhur yang ada di bumi Nusantara.”
Tatanan adat adalah jaminan keharmonisan kehidupan manusia di muka bumi.

Artinya, apa yang terjadi di Papua, dikarenakan terjadinya pergeseran tatanan. Moral bergeser, pertanda tatanan adat sejati telah ditinggalkan, setidaknya dilupakan.

Jika benar itu yang terjadi, maka kita bisa menelusur jauh ke akar masalah. Di Papua, dan di kebanyakan suku bangsa di negara kita para kepala adat, atau kepala suku, memiliki peran yang sangat penting.

Kehadiran mereka sudah ada sejak manusia mulai menggunakan akal yang diberikan Tuhan. Para pemuka adatlah yang kemudian menciptakan tatanan dan aturan.

Aturan-aturan yang berakar sekaligus bermuara ke harmonisasi kehidupan. Harmonisasi hubungan manusia dengan Penguasa Jagad Raya (manifestasi nilai-nilai Ketuhanan). Harmonisasi hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Serta, harmonisasi manusia dan manusia.

Namun sangat disayangkan seiring waktu, kekuatan peradaban adat dan kearifan lokal ini terkikis. Bukan tidak mungkin menjadi terabaikan. Padahal ini adalah ketangguhan alami yang secara supranatural terimplementasi dalam tatanan adat sejak dulu kala.

Alhasil, demi melihat apa yang terjadi di Papua, spontan kita bisa menilai bahwa tatanan adat seperti tergerus keras.
Padahal, kekuatan adat sejati suku Papua sangat tua mulia.

Sekadar menyebut contoh, walau warganya hanya bercawat dan bertelanjang dada, namun kehidupan masyarakatnya sangat bermoral. Tidak ada kasus pemerkosaan atau pelecehan dan penyimpangan seksual. Itu bukti bahwa nilai moral sangat dijunjung tinggi.

Contoh yang lain, apabila seseorang melintasi kebun orang lain di tengah hutan dan ada buah-buahan atau sayuran yang siap panen dan walaupun tidak ada satu pun orang yang melihatnya, tetapi sang pelintas tadi tidak akan mengambil milik orang lain. Bahkan sekalipun ia dalam keadaan lapar.

Juga pada pesta adat, masyarakat membawa hasil kebun dan hasil berburu ke kepala suku. Kepala suku kemudian mengatur pembagian kepada para janda dan yatim piatu. Bahkan seorang kepala suku sejati tidak akan menikmati makanan kalau rakyatnya menderita.

Dan yang lebih luar biasa, ada pernyataan bahkan kalaupun musuh meminta perlindungan pada kepala suku, maka wajib dilindungi. Sungguh tinggi dan luhur kasih yang tulus dari orang Papua.

Demi mengembalikan marwah adat istiadat sejati suku Papua, tak ada pilihan lain kecuali melibatkan para ketua adat serta menyulam kegiatan yang berujung pada kesejahteraan rakyat. Pendekatan dengan hati dan keikhlasan kepada para ketua adat di Bumi Cendrawasih harus dilakukan dengan intensif.

Dalam dua tiga kali kunjungan ke Bumi Cenderawasih serta ngobrol ringan dengan orang Papua saya merekam aspirasi dari pikiran mereka. Para kepala suku dirangkul, dijadikan mitra karena tanggung jawab melayani masyarakat sudah mengalir dalam darah mereka.

Selama ini kepala suku terabaikan sehingga sering muncul masalah. Menurut seorang sahabat Papua, kepala suku yang sesungguhnya selama ini tidak diperkuat, mengakibatkan terjadinya kudeta dari kaum rakyat jelata dan mengklaim dirinya sebagai kepala suku, dan memimpin dengan tidak berpegang pada tatanan adat sejati. Inilah picu pergeseran moral dan kekacauan.

Lanjut kawan itu, kita perlu mengangkat kembali para kepala suku yang benar benar kepala suku. Siapa mereka? Mereka yang berhak atas tanah ulayat Adat, yang benar benar dari keturunan induk Kepala suku, yang dalam hidupnya sehari hari, tangannya terbuka bagi siapa saja. Mereka yang berbicara dan bertindak untuk kepentingan bersama dengan nilai kebenaran dan keadilan.

Disisi yang lain, sinergi Pentahelix harus diimplementasikan dalam persoalan ini. Pentahelix adalah sebuah konsep atau sistem sinergitas. Semua unsur yang kompeten, terlibat aksi gotong royong mengatasi masalah.

Karenanya, pemerintah, TNI/Polri, akademisi, pengusaha, budayawan, media, tokoh masyarakat dan semua pihak terkait harus bersama-sama melakukan dua upaya besar: Merevitalisasi peran ketua adat, dan mewujudnyatakan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Hal lain yang juga harus menjadi perhatian yaitu pengenalan budaya serta tradisi, khususnya perantau yang berasal dari suku lain di tanah Papua. Kelak benturan atau gesekan budaya antara pendatang dan warga lokal dioptimalkan sebagai sinergi yang saling menghargai. Ada tujuan yang sama, yakni saling memahami nilai nilai budaya yang berlaku. Pendatang wajib memdalami istiadat Papua, laiknya pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

Interaksi Pemuka Adat

Setidaknya ada 400-an lebih kepala suku tersebar di tanah Papua. Sekurangnya 250-an kepala suku utama. Mereka harus dirangkul. Jika perlu, difasilitasi untuk bisa berkeliling Indonesia.

Tujuannya agar mereka mengetahui bahwa Indonesia melalui berbagai suku yang ada, juga menyayangi warga Papua sebagai saudara sebangsa dan setanah air.
Bentuk kegiatan, bisa membagi para kepala suku atau ketua adat menjadi 10 – 15 kelompok. Tiap kelompok beranggotakan 10 – 20 orang.

Selain ketua suku atau ketua adat, disertakan pula anak-anak muda Papua. Kelilingkan mereka ke berbagai daerah di Indonesia. Bikin mereka melihat langsung belahan tanah air yang lain.
Melalui safari kepala suku dan pemuda Papua ke berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia, akan membuat mereka melihat langsung, bahkan berinteraksi langsung dengan saudara-saudaranya di daerah lain. Selama “tour” tersebut pengenalan dan pahaman budaya serta adat istiadat wajib disuguhkan.

Pada saat yang sama, di setiap titik kunjungan para kepala suku dibuat interaksi dengan semua tingkatan pemimpin, mulai dari kepala desa hingga gubernur. Juga berkeliling melihat proses bisnis (bisnis apa saja) dan bertemu para pengusaha. Mendatangi sekolah dan kampus-kampus.

Selain itu, ajak pula mereka menikmati tontonan budaya, tradisi kesenian lokal. Tak kalah pentingnya larutkan mereka merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat setempat sekaligus berinteraksi di daerah kunjungan. Jangan lupa ajak mencicipi makanannya.
Tujuannya adalah agar mereka menyadari ihwal Indonesia yang beragam.

Itulah pentingnya semboyan bhinneka tunggal ika, perbedaan yang justru merekatkan dan menguatkan sekaligus keunggulan bangsa Indonesia. Di akhir program, semua bertemu di Jakarta, duduk bersama para menteri dan pejabat negara lain, termasuk dengan Presiden dan Wakil Presiden.

Pengakuan seperti ini mutlak, sebab sentuhan tangan dan tatapan bola mata sebagai sesama anak bangsa, antara petinggi di Jakarta dengan para kepala suku sungguh amat langka terjadi.

Kelak, semua ini yang akan meredakan tensi di Papua, sebab mereka terperhatikan dan merasakan langsung kehadiran Jakarta. Mereka akan menikmati ketulusan bahwa Indonesia sayang Papua.

Kembali ke Sagu

Kegiatan tidak berhenti di situ. Berbagai potensi “emas hijau” dan “emas biru” yang ada di bumi Papua juga harus diperhatikan untuk ditingkatkan sebagai penghasilan yang bisa meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

Di Papua, terdapat daerah yang sangat bagus untuk budidaya tanaman kebun, seperti durian, matoa, lengkeng, alpukat, jambu, dan lain-lain. Di samping potensi peternakan seperti babi, kambing, sapi, dan ayam.

Selanjutnya, undang para para pengusaha dari provinsi lain, untuk membantu memasarkan hasil bumi dan hasil ternak mereka. Bahkan, bukan tidak mungkin untuk dibuatkan pabrik pengolah hasil bumi, sehingga terdapat nilai tambah atas hasil panen warga Papua. Yang tak kalah pentingnya kembalikan potensi sagu Papua dengan membangun pabrik pengolahannya yang modern dan berkualitas ekspor.

Kalkulator bisnis sementara harus dinomorduakan. Sebab, keutuhan NKRI, kedamaian, persatuan dan kerukunan bangsa jauh lebih besar nilainya dibanding sekadar kalkulasi bisnis. Untuk misi yang mulia, segenap anak bangsa pun mutlak mendukungnya.

Maskapai penerbangan dan kapal kapal kargo mesti ikut ambil porsi mengangkut hasil bumi Papua ke Jakarta dengan biaya super murah. Agar hasil bumi Papua dinikmati orang Jakarta dan pembayarannya langsung masuk kocek petani dan nelayan Papua. Ikan tuna asap, buah matoa dll tentu memerlukan tangan tangan kreatif untuk mengemasnya agar higienis dan cantik hingga sampai di tangan pembeli.

Ujung dari itu semua itu adalah, kesadaran yang melekat pada setiap diri masyarakat Papua, bahwa “Papua Sayang Indonesia sebab, mereka sudah merasakan langsung Indonesia sayang Papua.”

Sebagai warga Indonesia, tempat kita berasal boleh berbeda, namun kita sedang mengayun langkah menuju arah yang sama. Kemauan hati yang kuat mampu menghalau segala rintangan, kita jaga alam, merawat perdamaian, mutlak tak boleh putus dan tak ada kata henti.

Se Helai Papeda

Hari ini dan kedepan, para pemutus kebijakan wajib menerapkan apa yang disebut sebagai memuliakan ketua adat. Mulailah mengajak toloh tokoh Papua bersafari keluar dari Papua untuk melihat belahan tanah air yang lain. Bukan hanya itu, konsep “emas hijau” dan “emas biru” seperti yang digulirkan Kodam Pattimura di Ambon juga patut digelindingkan di Bumi Cenderawasih.

Sebagaimana yang dilansir sejumlah media online, kabar gembira telah datang dari bibir Danau Sentani, Jayapura pada tanggal 3 September 2019. Sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat Sentani berkumpul dalam acara makan bersama “Se Helai Papeda”.

Se Helai Papeda memiliki filosofi, jika ada masalah, ada perseteruan, perbedaan pendapat, dengan makan sagu bersama segala urusan menjadi selesai dalam semangat damai. Se Helai Papeda jika diterjemahkan bebas, artinya sebaskom atau senampan sajian papeda, makanan khas Papua berbahan baku sagu.

Dalam acara itu, “Jakarta” mengucurkan bantuan berupa perahu katamaran dan 10 unit mesin pembuat ikan asap. Dikabarkan, dalam waktu dekat, 200 mesin pengasap ikan bantuan Presiden Jokowi akan dibagikan untuk masyarakat Sentani, Jayapura dan sekitarnya. Yang juga menyejuklan setidaknya ada dua pabrik pengolahan sagu akan dibangun di tanah Papua dengan kapasitas ekspor. Semua ini untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat Papua.

Akhirnya pendekatan hati adalah senjata masa kini yang teramat ampuh. Rebutlah hati orang Papua dengan kasih yang tulus, maka ia kan memberikan hidupnya bagimu.

Tabik.*

Egy Massadiah, wartawan

catatan: Inti tulisan ini pernah dimuat Harian Republika dalam Kolom Opini Tgl 15 Oktober 2019. Penulis kemudian memperkaya dengan berbagai data dan dimuat lagi di media ini.

Tags: egy massadiahjayakartanewspapua
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version