Demi Babi-babi yang Lebih Baik

 Demi Babi-babi yang Lebih Baik
Saat peresmian pusat pelatihan peternakan babi di Papua. (foto: firman hidayatullah)

Anda tentu tahu, babi menjadi hewan penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Hampir semua tradisi yang berangkat dari ritual adat, diselenggarakan dengan menyertakan babi di dalamnya. Bahkan, tradisi denda, mahar, dan sebagainya, dituntaskan dengan babi.

Bukan itu saja. Banyak cerita menarik dari tanah Papua terkait babi. Tidak semua masyarakat Papua pernah bepergian menggunakan pesawat kecil. Akan tetapi, tidak sedikit babi yang sudah merasakan terbang dengan pesawat-pesawat angkut antarkota, yang biasanya disebut penerbangan jalur perintis. Jadi jangan heran, jika Anda bepergian ke pedalaman Papua, dan harus transit dan berpindah menggunakan pesawat kecil, yang di dalamnya tidak hanya berisi manusia, tetapi termasuk sekelompok babi.

Kepolisian RI (Polri) melalui Pembinaan Masyarakat (Binmas) Noken, sejak awal sudah memerhatikan hal itu. Program yang dipimpin Kombes Pol Eko Rudi Sudarto itu mengawali program melalui serangkaian survei. Antara lain survei di Timika untuk program ternak babi. Di samping, ternak ayam super.

Aparat kepolisian yang diterjunkan untuk program Binmas Noken merancang kandang babi dan pemilihan bibit babi. Program itu kemudian dikembangkan di wilayah Papua lain, seperti di Wamena dan Lanny Jaya.

Melalui pola peternakan babi yang baik, diharapkan bisa berkembang biak dengan baik pula, sehingga hasilnya bisa dibagikan kepada kelompok masyarakat lain. “Itulah inti program ini. Bagaimana Binmas Noken bisa memberikan bantuan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kesejahteraan,” ujar Kombes Eko.

Ia menambahkan, selama ini masyarakat beternak babi secara ala kadarnya. Babi-babi dibiarkan begitu saja. Program Binmas Noken kemudian memberikan percontohan bagaimana beternak babi dengan baik. Bagaimana hewan babi diurus dengan benar. Termasuk dalam memberikan makanan.

Merah putih berkibar di perkampungan Papua saat peresmian pusat pelatihan peternakan babi. (foto: firman hidayatullah)

Program ternak babi mulai berjalan dengan baik. Aparat Polri yang terlibat mendampingi program Binmas Noken kemudian membentuk kelompok-kelompok peternak babi. “Ini sesuatu yang baru bagi mereka. Sebab sebelumnya, ternak babi tradisional dikelola secara apa adanya di masing-masing keluarga. Mereka mulai bisa mengerti dan merasakan, betapa jika peternakan babi dikelola secara berkelompok, hasilnya jauh lebih baik,” tambah Eko.

Dari peternakan babi yang berkembang dengan baik itu pula, akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat. Paralel dengan itu, maka program pendidikan pun diharapkan akan meningkat.

Sedangkan, dari sisi Kamtibmas, kesibukan masyarakat mengurus peternakan babi, serta kesejahteraan yang membaik, pada gilirannya akan memutus mata rantai dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Warga menjadi lebih mandiri, dan lepas dari intimidasi dan pengaruh KKB.

Seperti di daerah Banti, beberapa bulan lalu terjadi penyanderaan warga oleh KKB. Setelah para sandera dilepas, Binmas Noken mengajak masyarakat melakukan upacara bakar batu. “Dan yang lebih penting, kami terus mendampingi masyarakat yang baru lepas dari sekapan KKB. Kami membantu dengan melakukan trauma healing,” kata Eko. (rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *