Film Dokumenter Lady Rocker Sylvia Saartje, ‘Kuda Betina dari Malang

 Film Dokumenter Lady Rocker Sylvia Saartje, ‘Kuda Betina dari Malang

Sylvia Saartje-foto O/detikhot

JAYAKARTA NEWS— Satu-satunya biduanita yang khusus menyanyikan lagu-lagu cadas adalah Sylvia Saartje atau akrab dipanggil Jippi. Hingga Jippi yang kini berusia 64 tahun digelari lady rocker pertama di tanah air (ada yang menulis ‘lady singer’). Majalah musik Aktuil yang menganugerahkan predikat itu di tahun 1970an.

Dalam film dokumenter bertajuk ‘Maestro Sylvia Saartje : lady rocker pertama Indonesia’ yang diproduksi Yayasan Terakotta, Sylvia alias Jippi mengisahkan liku-liku perjalanan karirnya selama 53 tahun di musik rock. Didanai program Fasitasi bidang Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek RI, wanita kelahiran Arnhem, Belanda ini mengawali kiprahnya dengan menyanyi di kafe dan resto di negara kincir angin serta ikut lomba nyanyi.

Ketika orangtuanya pindah ke Indonesia, Jippi ikut dan mengembangkan bakatnya di Malang (kota tangsi) dan Jakarta. Ayahnya bekas serdadu KNIL dan ibunya penyanyi keroncong. “Film ini kado buat ultah saya (15 September 1957). Puji Tuhan,” kata Jippi.

Dari 9600 proposal, film garapan sutradara Subiyanto ini lolos dari 144 peserta. Syutingnya di Gedung Gajayana, Malang dan tempat lain, Jippi menyiapkan 5 lagu, antara lain ‘Kepada Siapa Ku Mengadu’, ‘Jakarta Blue Jeansku’ dan ‘Biarawati’ (dari album ‘Take Me With You’).

Dipilihnya Malang memang tak salah. Kota di Jatim ini merupakan barometer musik rock. Warganya sangat kritis di setiap pergelaran musik. Tak ayal acap terjadi lemparan batu dan telur busuk ke panggung jika ada band yang main jelek. Kala itu, jarang atau tak ada wanita menyanyikan rock.

Namun, Jippi berhasil menerobos stigma itu, hingga lolos rekaman di Jakarta. ‘Kuda betina’ atau ‘kuda binal’ dari Malang ini tak malu berteriak dan jumpalitan di panggung, dihiasi aksesori warna warni, jaket kulit dan sepatu boots.

Setelah sukses rekaman Jippi tampil di sejumlah film, di antaranya; Gerhana, Rumput yang Bergoyang, Jangan Kirimi Aku Bunga, Kodrat dan Barang Antik.

Sekelumit kisah Jippi di skena rock ini sangat fenomenal, Jippi tampil sebelum Nicky Astria, Renny Djayusman, Mel Shandy dan Euis Darliah. Boleh dikata, Jippi adalah pembuka jalan atau perintis lady rocker di Indonesia. Dalam film tersebut juga ada wawancara dengan Log Zhelebour (promotor), Ian Antono, Bens Leo dan Hengky Herwanto.

Ya, rock tak pernah pudar, dan tak pernah mati. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.