Film ‘Santa Claus dari Jakarta ?’ – Natal yang Kelam dan Konyol

 Film ‘Santa Claus dari Jakarta ?’ – Natal yang Kelam dan Konyol

Foto : Dirly Dave Sompie (foto images.app.goo.gl)

JAYAKARTA NEWS— Sebagai negara yang berideologi Pancasila, tentunya tak ada larangan kita membuat film religi bertema Natal. Nah, baru sekali ini ada beberapa sineas Indonesia memberanikan diri memproduksi sinema Natal, meski harus abonemen di platform OTT Maxstream mulai 10 Desember 2021 lalu.

Produksi PIM Pictures, berjudul cukup panjang ‘Kurindu Natal Keluarga (KNK) – Santa Claus dari Jakarta?’ bergenre drama komedi bertema Kristiani ini disutradarai oleh Jay Sukmo. Produser di tangan Agustinus Sitorus dan skenario ditulis oleh Abraham Rionaldi.

Hampir semua pemainnya artis beragama Kristen, walau ada beberapa yang muslim (yang penting aktingnya kan?). Memang tujuan membuat film ini semata-mata hiburan, bukan untuk syiar. Kentara drama komikal ini dibungkus unsur komedi dan sederet lagu Natal (seperti ‘Gloria in Excelcis Deo’, ‘Jingle Bells’, ‘Malam Kudus’ dll) jujur dikatakan sebagai tempelan belaka.

Walakin, harus kita akui, cerita yang terjadi hanya beberapa hari jelang Natal ini memang runut dan mengalir lancar. Pemain utama diperankan penyanyi Dirly Dave Sompie alias Dirly Idol cukup bermain apik dan bernas. Dia didampingi pemain anak Deven Christiandi Putra yang merupakan pasangan ayah dan anak serasi di film. Dan seabreg pemain lain cukup memperkuat misi film ini, di antaranya Aurelie Moeremans, Anneth Dellieia Nasution , Ronny Dozer (yang wafat 11 November 2021), Ruhut Sitompul, Bayu Skak, Rizki Hanggono, Unang Bagito, Marwoto (pelawak, pemain ketoprak), Shinta Bachir, Shinta Naomi (eks Jkt 48), Totos Rasiti, Pritt Timothy, Yurike Prastica, Melki Bajaj, Heintje Pojoh, Stephanie Munthe dan lain-lain.

Suatu hari, Daniel, 37 tahun, seorang ayah muda yang bermukim di Jogjakarta merasa tak betah karena belum dapat pekerjaan yang sesuai. Ia lalu hengkang ke Ibukota mencari sesuap nasi dan hidup lebih baik serta sejahtera. Ia meninggalkan isterinya, Ollie dan seorang anaknya semata wayang bernama Abel yang berumur 12 tahun. Di Jakarta, meski bekerja sebagai badut sirkus dan menjadi Sinterklas setiap Natal, hidup Daniel berkubang lumpur.

Ia berjudi dan menipu. Hutang judinya pada seorang mafia yang kejam bertimbun. Saat terjepit, Abel mendadak datang ke Jakarta dan mengajak ayahnya merayakan Natal bersama keluarganya untuk pertama kalinya di Jogjakarta. Dengan mobil curian, terjadi kejar-kejaran konyol antara Daniel bersama Abel dengan geng mafia. Sementara dua hari lagi, Natal bakal tiba.

Apakah Daniel yang telah menumpuk dosa mau bertobat dan mengaku bersalah di hari kelahiran Jesus alias Isa Al-Masih? Apakah uang rampokan hasil curian dari geng mafia akan diberikan kepada isterinya ataukah akan dikembalikan ke pemiliknya lalu menyerahkan diri ke polisi? Sebuah Natal yang kelam, yang konyol dan yang penuh perjuangan onak dan duri. Adakah sebersit cahaya hadir di lorong gelap saat Natal ? (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *