Ada Kepala Ditebas

 Ada Kepala Ditebas

Jayakarta News – Film remake ‘Ratu Ilmu Hitam’  yang pernah dibuat 1986 dan diperankan Suzzana, kini dibuat ulang oleh sutradara Kimo Stamboel. Bedanya, Ratu Ilmu Hitam yang terkini dipenuhi adegan ‘gore’ (sadis), mistik dan thriller yang mengejutkan dan menyeramkan. Namun, semua adegan sadis tersebut dibuat dengan trik, computerized dan teknologi tinggi.

Misalnya ada adegan kepala Ratu Ilmu Hitam ditebas dan menggelinding di lantai. Adegan lain dari mulut dan mata para pemain keluar ulat hidup. Benar-benar sadis tapi film ini lolos sensor untuk 17 tahun ke atas.

“Saya mengeksplorasi berbagai teror baru, ‘jumpscare’ yang saya hadirkan di layar bukan seperti yang biasanya,” kata Kimo Stamboel yang lihai membangun suasana mencekam lewat film perdananya berjudul ‘Rumah Dara’ bersama Timo Tjahjanto (Mo Brothers) yang dipenuhi ‘slasher’.

Jelasnya, film ini mengusung santet dan mistik dengan bermacam variasinya. Campuran dari hantu, tempat mistik sampai serangan-serangan tak terduga menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa penayangan awal sudah dihelat di berbagai kota, semuanya disambut meriah dan seru.

Media sosial heboh. Cerita, pemain dan eksekusinya benar-benar gila dan ‘gore’ (sadis). Atraksinya memang bangsat tapi aman dinikmati. Bikin lo orgasme dalam nuansa kengerian yang seru, komentar para netizen.

Film Ratu Ilmu Hitam versi 2019 mengusung konsep baru dan mengambil sudut pandang lain dari film lainnya. Berkisah tentang Hanif (Ariyo Bayu) membawa isterinya, Nadya (Hannah Al Rashid) dan ketiga anak mereka ke panti asuhan tampat Hanif dulu dibesarkan.

Pengasuh panti, pak Bandi (Yayu Unru) sudah sangat tua dan sakit keras. Dua sahabat Hanif saat tinggal di panti, Anton (Tanta Ginting) dan Jefri (Miller Khan) juga datang bersama isteri-isteri mereka. Keganjilan demi keganjilan melanda panti.

Sebagian diteror oleh hal-hal yang paling mereka takuti. Seseorang ingin mereka mati, tampaknya dengan ilmu hitam yang sangat dahsyat. Dendam harus dibalas. Seseorang yang tahu sesuatu yang pernah dilakukan Hanif dan kawan-kawannya ketika di panti. Sesuatu yang mereka buang dari ingatan untuk bisa hidup seperti manusia normal.

Film ini juga dimeriahkan beberapa pemain terkenal seperti Putri Ayudya, Shenina Cinnamon, Giulio Parengkuan, Ari Irham, Muzakki Ramdhan, Zara Jkt48, Ade Firman Hakim, Ruth Marini, Imelda Therinne dan seabreg bintang lain. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *