Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
'Possesions' Kerasukan: Art Film yang Penuh Plot Twist - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Entertainment

‘Possesions’ Kerasukan: Art Film yang Penuh Plot Twist

Published

on

Possesions (Kerasukan)

JAYAKARTA NEWS— Remake dari film Perancis berjudul ‘Possesions’ karya Andrzej Zulawski tahun 1981, kali ini dibuat ulang oleh sutradara Robby Ertanto Soediskam dengan seting dan cerita yang sedikit berbeda.

“Ketika saya ditawari Falcon Black, saya setuju. Possesions adalah tontonan wajib saat saya kuliah di IKJ,” terang Robby Ertanto.

Kemudian, dia mengontak Lele Laila untuk menulis skenarionya. “Semula saya ragu menulis ceritanya. Apa penonton kita paham? Selain marketnya beda. Akhirnya saya pindahkan seting dengan budaya klenik di kita. Ada pocong atau guling jadi pocong,” tutur Lele Laila polos.

Dari awal hingga akhir, film ini disesaki atmosfir mencekam dan misteri yang dipenuhi plot twist (pemelintiran alur cerita yang memberi efek kejutan).

Oleh Robby Ertanto, penonton dibawa ke latar waktu 70an – 80an yang khas vintage dan kehidupan style retro. “Efek visualnya juga saya kemas berubah. Gedung tua saya sulap jadi hotel yang ada nite club dan tempat santai. Hujan buatan berkali-kali saya bikin. Syuting lebih banyak malam hari dimana roh-roh alam gaib berseliweran,” jelas Robby Ertanto serius.

Ceritanya berfokus pada Faris yang baru pulang dari dinas ketentaraan di luar kota. Ia mendapati isterinya, Ratna yang mendadak sontak menyodorkan surat cerai. Faris menyelidiki alasan apa sehingga isterinya minta cerai. Semula ia menduga ada orang ketiga dalam rumah tangganya.

Namun, bukan itu masalahnya.

Ternyata, Ratna melakukan perbuatan bersekutu dengan setan. Diam-diam Ratna tidur dengan setan.

Wow ! Kisah kontroversial ini dalam film aslinya bahkan dilarang diputar di Inggris.

Darius Synathria sebagai pemeran Faris mengaku keluar dari zona nyaman.”Ini benar-benar gila. Karakter asli saya berubah. Akal sehat dijungkirbalikkan ke plot twist yang mengerikan,” aku jujur Darius Synathria.

Possesions’ dipenuhi segudang pemeran dengan akting yang menawan dan terampil. Ada Darius Synathria, Carissa Perusset, Nugie, Arswendy Bening Swara, Sara Fajira, Ferry Salim, Rangga Nattra dan masih banyak yang lain. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement