Syamsul Fuad Wafat Hari Ini, Sampai Mati akan Saya Kejar

 Syamsul Fuad Wafat Hari Ini, Sampai Mati akan Saya Kejar

Syamsul Fuad (foto dokumentasi keluarga).

JAYAKARTA NEWS—–“Saya enggak terima. Sampai mati akan saya kejar,” demikian kata sutradara senior dan sineas Syamsul Fuad ketika dinyatakan kalah di PN Jakarta Pusat.

Sungguh. Syamsul hari ini, Selasa (29/9/2020) wafat dalam usia 83 tahun. Ketika gugatan dua kalinya terhadap HB Naveen (produser Falcon Pictures) dan Ody Mulya Hidayat (PT Layar Cipta Karya Mas) berupa royalti atas hak cipta ‘Benyamin Biang Kerok’ hasil rekaan dan film yang disutradarainya tahun 1972, ditolak oleh Majelis Hakim PN Jakarta Pusat. “Saya pesimis jadi orang Indonesia. Karena enggak ada keadilan di negeri ini,” ujar Syamsul kala itu.

Film ‘Benyamin Biang Kerok’ kemudian difilmkan kembali dengan sutradara Hanung Bramantyo dan pemain utamanya Reza Rahadian yang berperan sebagai Pengki. Sebagai penulis cerita dan pemberi judul serta disutradarainya sendiri, Syamsul membuat 2 film yaitu ‘Benyamin Biang Kerok’ dan ‘Biang Kerok Beruntung’,

Syamsul menuntut remake filmnya yaitu hak ekonomi berupa ganti rugi sebesar Rp11 miliar. Apa boleh buat. Dewi keadilan belum berpihak ke Syamsul dan dia kalah. “Saya akan kasasi di Mahkamah Agung,” ungkap Syamsul.

Namun, sementara kasusnya belum kelar, Syamsul sudah dijemput ajal. Sutradara senior kelahiran Palembang ini juga berprofesi sebagai wartawan, penulis skenario dan asisten sutradara (astrada) Usmar Ismail dalam film ‘Ananda’ tahun 1970.

11 kali menjadi astrada Nawi Ismail kemudian menjadi sutradara penuh di delapan film. Beberapa film bergenre komedi yang dianggap cukup laris antara lain ‘Musuh Bebuyutan’ tahun 1974. Bahkan, Syamsul pernah dipercaya menjadi Pimpinan Unit untuk film ‘Bali’ dan ‘Kutukan Dewata’ tahun 1970 dan menjadi figuran di film ‘Menjusuri Djedjak Berdarah’ (masih pakai ejaan lama) dan almarhum dinobatkan sebagai pendatang baru terbaik dalam Pekan Apresiasi Film Indonesia di Jakarta tahun1967.

Tahun 1977, Syamsul pernah syuting du Taiwan dan Korea Selatan untuk film ‘Pukulan Berantai’. Kalangan perfilman menilai, almarhum Syamsul adalah sosok yang ramah dan terus eksis di dunia film di tanah air serta pendiri harian Pos Kota, sejak tahun 1970.

Selain itu, almarhun juga pernah bekerja sebagai wartawan di harian Pemuda, harian Merdeka, harian Warta Berita dan majalah Trisakti (1965-1971). Almarhum juga pernah aktif sebagai pengurus di Perpefi tahun 1960an dan tahun 1970 didaulat sebagai Ketua Biro Organisasi PWI Jaya Seksi Film dan Kebudayaan. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *