Entertainment
Film CLBK: Tuntaskan Cinta Masa Lalu yang Belum Usai
JAYAKARTA NEWS— Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) adalah cerita tentang konflik keluarga dan perjalanan cinta yang tertunda. Premis tak biasa ini mempertemukan 2 lansia setelah 50 tahun.
Akung Abi (Slamet Rahardjo) dan nin Sita (Widyawati) menjadi poros utama dan kekuatan film yang disutradarai Ivander Tedjasukmana yang akan beredar 2 Juli 2026 ini.
Kilas balik ke Bandung tahun 1972 alur cerita ke masa muda Abi (Yusuf Mahardika) yang selalu naik sepeda dan Sita (Gisellma Firmansyah) yang saling pacaran.
Namun, nasib dan takdir bergerak lain.
Pasca 50 tahun setelah jadi kakek dan nenek, Akung Abi dan Nin Sita saling bertemu.
Adu akting lintas generasi dua keluarga ini benar-benar menghadirkan kejutan.
Bukan saja generasi terkini seperti terjadi pada anak-anak mereka yaitu Raka (Iskak Khivano) yang ‘keBapakan’ dan Ambar (Sintya Mariska) yang rupawan, tetapi juga dialami pada Akung dan Nin yang lebih tua.

Raka dan Ambar bertanya apa arti cinta dan bagaimana masa depan kelanjutannya ?
Suasana mendadak terguncang ketika dua keluarga bertemu dan Sita tahu dari foto di dinding bahwa Abi adalah sosok dari masa lalunya yang meninggalkan luka mendalam. Padahal kesalahpahaman ini akibat campur tangan orang tua mereka juga.
Dan Sita pulang membawa dendam. Situasi bertambah rumit karena soal lama yang belum usai muncul lagi.
Abi berupaya minta maaf tapi awalnya Sita menolak.
Bahkan, Raka dan Ambar pun ikut terseret dan diuji.
Cinta lama membuka babak kedua.
Dua keluarga bertemu kembali dan saling membuka dan menerima pintu maaf. Happy ending.
“Ide konflik keluarga ini sudah tercetus sepuluh tahun silam dan baru terealisir tahun ini,” ujar Ivander Tedjasukmana yang juga menulis skenario.
Sependapat dengan produser Yogi Arifiandy dan executive producer Vladimir Rama.
“Kisah kelam nan rumit memang bisa mencuat lagi ketika pikiran panas dan dendam akibat luka membara. Tapi hati harus tetap dingin,” timpal Vladimir Rama yang dulu aktor.
Drama komedi romantis untuk 13 tahun ke atas ini disesaki banyak pemeran senior dan junior seperti Slamet Rahardjo, Widyawati, Iskak Khivano, Sintya Mariska, Yusuf Mahardika, Gisellma Firmansyah, Kiki Narendra, Sarah Sechan, Iyang Darmawan, Annisa Kaila, Febri Khey dan masih banyak figuran lain yang jadi cameo.
Produksi MIR ini diakui menjadi catatan penting bagi pencinta film nasional yang membawa misi ihwal keutuhan keluarga. (pik)
