• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Lorena Ramírez: Saat Sandal Bekas Mengalahkan Teknologi Sepatu Miliaran Rupiah

Lorena Ramírez: Saat Sandal Bekas Mengalahkan Teknologi Sepatu Miliaran Rupiah

June 21, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 23, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Lorena Ramírez: Saat Sandal Bekas Mengalahkan Teknologi Sepatu Miliaran Rupiah

by admin
June 21, 2026
in Feature, Sport
0
Lorena Ramírez: Saat Sandal Bekas Mengalahkan Teknologi Sepatu Miliaran Rupiah
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Heri Mulyono

Dengan sandal ban bekas dan rok panjang, Lorena Ramírez menjuarai lari ultra 50 kilometer. Saat Nike datang membawa kontrak, ia menjawab dengan satu penolakan tegas: ia tetap memilih menjadi dirinya sendiri.

Lahir dari Lembah, Dibentuk oleh Lari

Lorena Ramírez bukanlah atlet yang lahir di lintasan aspal atau pusat pelatihan modern. Ia tumbuh di pedalaman Barrancas del Cobre, Meksiko, sebuah jurang raksasa yang bahkan lebih dalam dari Grand Canyon.

Setiap hari, ia menggembalakan kambing keluarganya sambil berlari 10 hingga 15 kilometer di medan berbatu yang terjal. Tidak ada pelatih profesional, tidak ada program latihan periodisasi, apalagi alat pemantau detak jantung di pergelangan tangannya. Bekal yang ia bawa hanyalah pinole—tepung jagung tradisional—dan beberapa lembar tortilla. Hidupnya adalah latihan, dan latihan adalah kelangsungan hidupnya.

2017: Saat Sandal Karet Mengguncang Dunia

Nama Lorena mulai menggema di dunia lari internasional pada tahun 2017. Dalam rentang waktu yang sangat singkat, ia berhasil meraih dua medali emas sekaligus. Pertama, ia menjuarai UltraTrail Cerro Rojo di Puebla, mencatat waktu 7 jam 20 menit untuk jarak 50 kilometer di medan gunung yang ekstrem.

Tak lama berselang, ia kembali naik ke podium tertinggi di Ultramaratón de los Cañones, sebuah lomba brutal sejauh 100 kilometer yang digelar di kampung halamannya sendiri, Guachochi, Chihuahua. Ia menyelesaikannya dalam 12 jam 44 menit 25 detik.

Di sinilah ironi terasa: di antara para peserta yang mengenakan sepatu teknologi tinggi dan pakaian berteknologi canggih, Lorena melesat dengan rok panjang dan sandal huarache yang terbuat dari potongan ban bekas serta tali kulit sederhana. Kemenangannya bukan sekadar catatan waktu, tetapi sebuah pernyataan bahwa alam dan kebiasaan lebih berkuasa daripada laboratorium dan riset material.

Dari Guachochi ke Layar Dunia

Pada 2018 dan 2019, Lorena terus mengukir prestasi. Ia menjadi perempuan Rarámuri pertama yang berlaga di ultra-maraton Eropa, membawa nama sukunya ke panggung yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Kisah hidupnya kemudian diangkat ke layar kaca oleh Netflix, memperkenalkan sosok penggembala kambing ini ke jutaan pasang mata di seluruh dunia. Bahkan pada 2023, ia kembali membuktikan konsistensinya dengan menjadi juara di Ultratrail Sierra del Laurel, Aguascalientes, menaklukkan jarak 42 kilometer dalam waktu 5 jam 58 menit 17 detik.

Namun, publik tidak hanya terpesona oleh medali-medali itu. Mereka justru terpukau oleh sesuatu yang jauh lebih langka di era hiperkomersial ini: sikap Lorena terhadap tawaran besar yang datang menghampirinya.

Tawaran Raksasa, Satu Jawaban Tegas

Raksasa perlengkapan olahraga dunia, Nike, datang membawa tawaran menggiurkan. Mereka menawarkan sepatu lari berteknologi tinggi dengan bantalan empuk, desain aerodinamis, dan segala inovasi material yang biasa dikenakan para pelari elite global. Bagi kebanyakan atlet dari latar belakang sederhana, tawaran semacam itu adalah tiket instan menuju kehidupan yang mapan dan pengakuan industri yang tak terbatas.

Lorena memilih jalan berbeda. Dengan enteng namun penuh makna, ia menjawab, “Orang-orang yang memakai sepatu seperti itu selalu saja tertinggal di belakang saya.”

Baginya, kepekaan telapak kaki terhadap kontur tanah yang ia dapatkan dari sandal ban bekas jauh lebih berharga daripada bantalan busa setebal apa pun. Ia tidak butuh teknologi untuk membantunya berlari lebih cepat; yang ia butuhkan hanyalah hubungan langsung antara dirinya dan bumi yang ia pijak.

Ia tidak menolak dunia luar secara membabi buta—ia tetap bepergian ke berbagai negara dan sesekali memakai sepatu biasa di aspal kota—tetapi ia menolak secara spesifik logika sponsorship yang berusaha mengubah identitasnya menjadi komoditas pemasaran semata.

Lari Bukan Bisnis, Tapi Jiwa

Penolakan Lorena bukanlah sikap yang tiba-tiba atau kebetulan. Di kalangan suku Rarámuri—yang oleh dunia luar kerap disebut Tarahumara—sikap seperti ini sudah menjadi pola sejak lama. Sejak pertama kali mereka menggemparkan dunia di Leadville Trail 100, Colorado, pada tahun 1993, para pelari dari suku ini jarang mau terikat kontrak formal atau mengikuti pelatihan ala Barat. Lari bagi mereka bukanlah ajang komersial atau panggung popularitas. Ia adalah bagian dari spiritualitas dan keberlangsungan hidup komunal.

Dalam tradisi rarájipari, perlombaan lari sambil menendang bola kayu sarat akan makna ritual yang diwariskan turun-temurun. Lorena memegang teguh prinsip itu. Ia adalah wajah dari kearifan lokal yang tidak gentar menghadapi derasnya arus modernisasi. Ketika ia memakai rok panjang dan sandal ban bekas di setiap perlombaan, ia tengah menyatakan bahwa keberhasilannya adalah keberhasilan komunitasnya—bukan produk dari investasi sponsor mana pun.

Renungan di Balik Sandal Bekas

Lebih dari sekadar kisah olahraga, perjalanan Lorena menjadi cermin bagi banyak orang tentang apa artinya menjaga keaslian diri di tengah godaan besar dunia modern. Ketika sebuah merek global menawarkan kemapanan instan, banyak dari kita akan tergoda untuk menukar identitas demi pengakuan yang lebih luas. Lorena memilih sebaliknya: ia menetapkan batas yang jelas antara dirinya sebagai individu dengan tubuh dan keterampilan yang ia bangun sendiri, dengan citra yang ingin dilekatkan industri kepadanya.

Ia mengukur keberhasilannya bukan dari nilai kontrak atau eksposur media, tetapi dari kenyamanan menjalani hidup sebagaimana adanya: menggembalakan kambing, berlari di tanah leluhurnya, dan sesekali membuktikan bahwa cara hidup turun-temurun itu tetap relevan, bahkan unggul, di tengah gempuran modernisasi. Bagi para pelari muda di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lain yang kini begitu bergantung pada teknologi sepatu mahal, kisah Lorena adalah pengingat yang membumi: kemenangan sejati tidak pernah ditentukan oleh label mahal yang menempel di kaki, melainkan oleh kedisiplinan hidup sehari-hari dan tekad yang ditempa bertahun-tahun.

Masih di Kampung, Tetap di Jalurnya Sendiri

Hingga kini, Lorena masih tinggal di kampung halamannya yang terpencil di pedalaman Chihuahua, jauh dari hiruk-pikuk dunia olahraga profesional yang sempat ia sentuh. Ketika wartawan bertanya tentang arti berlari baginya, jawabannya selalu kembali pada hal yang sederhana: berlari adalah bagian dari hidup, bukan profesi yang harus dijual kepada siapa pun.

“Saya tidak butuh sepatu modern untuk berlari lebih cepat,” begitu inti pesan yang berkali-kali ia sampaikan. Sebuah kalimat pendek, namun cukup untuk mengguncang industri olahraga global yang bernilai miliaran dolar itu. Lorena Ramírez mengajarkan kita bahwa di balik gemerlap logo dan kontrak, masih ada ruang bagi seseorang untuk berkata tidak—dan tetap menjadi juara dengan caranya sendiri. (*)

Tags: atlet lari lorena ramirezlomba lari ulta 50 kmlorena ramirezsepatu nike
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version