Connect with us

Entertainment

Film ‘Dua Nafas’: Kasih Sayang Nenek dan Cucu

Published

on

JAYAKARTA NEWS— Drama keluarga yang disutradarai Hasto Broto berjudul ‘Dua Nafas’ ini produksi kolaborasi antara RI dan Korsel.

Produksi Sunrise, Anypearl dan Syakir Films ini terjadi di sebuah desa terpencil Sukamakmur, Tasikmalaya antara seorang nenek renta dan cucunya.

Wati (Adelia Rasya), 30 tahun, menitipkan anaknya bernama Anto (Auzan Noh Karepesina) yang berumur 8 tahun kepada nenek Maryam (Aty Cancer) yang sudah renta dan sulit bjcara di desa Sukamakmur.

Anto semula merasa tertekan karena terbiasa hidup di kota metropolitan Jakarta.

Setiap hari disuguhi makanan ubi rebus, ogah. Karena Anto terbiasa makan di kfc, pizza dan burger.

Lalu ia bab di jamban jongkok, tambah bingung. Mandi air harus menimba sendiri dari sumur.

Lama kelamaan lambat laun Anto harus melakukan hal tersebut. Timbul kasih sayang antara nenek dan cucunya. Nenek memandikan cucunya di kali yang jernih airnya.

Anto harus belajar tradisi di desa. Ia bermain yoyo bersama 2 sahabat baiknya, Udin dan Fitri.

16 tahun kemudian, Anto pulang ke desa menyandang gelar dokter sesuai cita-citanya.

Ia bangga membawa ijazah dokter dan akan ditunjukkan kepada sang nenek.

Nenek Maryam sudah menyiapkan hidangan ubi rebus dan opor ayam kesukaan Anto agar bisa makan bareng.

Namun, takdir berkata lain.

Nenek wafat dalam posisi duduk di meja makan dalam usia 77 tahun.

Anto sedih dan menangis. Ia memeluk jasad nenek dan memakamkannya.

“Nafas nenek nafas kita semuanya,” ujar Syakir Daulay selaku produser dan berperan sebagai Anto dewasa.

“Film ini diangkat dari kisah nyata tentang dunia pendidikan  dan perjuangan meraih masa depan yang direstui sang nenek,” papar Hasto Broto.

Park Young-kuk, produser dari Korsel optimis film ini bisa diterima oleh bangsa Indonesia.

“Karena dua budaya Indonesia dan Korsel pada intinya sama yaitu memuliakan harkat orang tua dan nenek,” ucapnya.

Syakir Daulay sebagai Dokter Anto setelah dewasa (foto syakir)

Film yang sangat menyentuh hati ini juga diramaikan oleh sederet pemeran yaitu Mantra Gurindam Smaratungga, Bilqis Hafsa dan banyak warga desa jadi cameo.

Penulis naskah Jo Hyeon-suk dan Exan Zen.

Aktor cilik Auzan Noh Karepesina yang didapuk menjadi Anto cilik (berusia 8 tahun) adalah blasteran Maluku dan Betawi berakting wajar dan polos.

Dua Nafas yang akan tayang di bioskop 2 Juli 2026 dikurasi LSF untuk semua umur. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement