• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Membuka Sajian Sejarah: 1 Suro Bukan Sekadar Pergantian Angka

Membuka Sajian Sejarah: 1 Suro Bukan Sekadar Pergantian Angka

June 15, 2026
Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

October 12, 2026
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
Prabowo Dorong Bahasa Asing dari SD, Menteri P2MI: Bekal Pekerja Migran Tembus Pasar Global

Kabar Baik! Malaysia Usul Batas Maksimal Usia Calon Pekerja Migran Indonesia 45 Tahun

October 11, 2026
Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

October 10, 2026
Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

October 10, 2026
Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

October 10, 2026
Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

October 10, 2026
Rupa Buku Rupa Kata

Rupa Buku Rupa Kata

October 10, 2026
Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

October 10, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 12, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Membuka Sajian Sejarah: 1 Suro Bukan Sekadar Pergantian Angka

by admin
June 15, 2026
in Kolom
0
Membuka Sajian Sejarah: 1 Suro Bukan Sekadar Pergantian Angka
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Heri Mulyono

Tahun baru Jawa yang jatuh setiap 1 Suro merupakan lapisan-lapisan cerita yang tersusun rapi, berpadu menjadi satu kesatuan yang harmonis. Menelusurinya seperti membuka gulungan kain kuno yang setiap seratnya mengandung nilai, doa, dan kearifan yang tak lekang oleh waktu.

Dari Saka ke Suro: Langkah Politik-Spiritual Sultan Agung

Untuk memahami esensi sejati Suroan, kita harus memutar waktu ke abad ke-17 di mana Kerajaan Mataram Islam mengalami masa kejayaan di bawah kepemimpinan Sri Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613–1645) . Sang Raja memiliki obsesi besar: menyatukan masyarakat Jawa yang masih terpecah dalam berbagai aliran kepercayaan dengan nilai-nilai Islam yang mulai berakar. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengubah sistem penanggalan yang sebelumnya bercorak Hindu-Buddha, yakni Kalender Saka yang berbasis pada peredaran matahari .

Pada hari bersejarah Jumat Legi, 1 Suro tahun Alip 1555 Saka, yang bertepatan dengan 1 Muharam 1043 Hijriah atau 8 Juli 1633 Masehi, Sultan Agung secara resmi mengganti sistem penanggalan tersebut . Beliau tak serta-merta menghapus hitungan tahun Saka, melainkan menggabungkannya dengan sistem kalender bulan Islam (Hijriah) . Dalam kebijaksanaan agungnya, Sultan Agung memahami bahwa rakyatnya memiliki ikatan historis yang kuat dengan kalender Saka. Sebagaimana dikutip oleh beberapa sejarawan modern dalam buku Penanggalan Islam, Peradaban Tanpa Penanggalan, Inikah Pilihan Kita? , “Tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal itu dilakukan demi asas kesinambungan” .

Penetapan ini bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan jatidarma spiritual. Menurut catatan sejarawan terkemuka M.C. Ricklefs, Sultan Agung konon menerima ilham setelah melakukan ziarah ke makam Sunan Bayat di Tembayat, di mana ia diperintahkan untuk mengganti sistem penanggalan dengan yang bercorak Islam . Inilah titik mula lahirnya tradisi Suroan yang hingga hari ini masih dirayakan dengan berbagai ritual penuh makna.

Sebelum reformasi monumental ini, praktik menyucikan bulan Suro sudah ada dalam kepercayaan masyarakat Jawa pra-Islam untuk menjauhi kesialan dan mendapatkan keselamatan . Sultan Agung kemudian memanfaatkan momentum spiritual bulan ke-10 Muharram yang sangat dihormati umat Islam untuk mengakulturasikan kedua tradisi . Perpaduan ini menunjukkan terbukanya ajaran Islam terhadap budaya lokal yang sudah ada, sembari menanamkan nilai-nilai tauhid di dalamnya .

Peran Walisongo: Jembatan Emas Antara Tradisi dan Syariat

Namun, penyatuan akbar ini tak mungkin terjadi tanpa fondasi kokoh yang telah dibangun para Wali terdahulu. Panjangnya jalan menuju Suroan sudah dirintis oleh Walisongo pada abad ke-15 dan 16, yang dikenal sebagai pelopor dakwah kultural dengan pendekatan toleran serta adaptif . Alih-alih menghancurkan kebudayaan asli yang sudah membudaya, mereka lebih memilih untuk “mengislamkan” simbol-simbol budaya setempat, termasuk wayang, gamelan, dan sastra Jawa, sebagai media penyebaran Islam . Sunan Kalijaga, misalnya, dengan cerdas menggunakan pertunjukan wayang (yang kental dengan kisah Ramayana dan Mahabharata) untuk menyelipkan ajaran tauhid dan tasawuf tanpa menimbulkan resistensi sosial .

Tanpa pondasi strategi inkulturasi Walisongo yang penuh kedamaian ini, kemungkinan keputusan Sultan Agung pada 1633 tidak akan mudah diterima oleh lapisan bawah masyarakat Jawa. Jadi, jika Sultan Agung adalah sang arsitek, maka Walisongo adalah para peletak batu pertama fondasi akulturasi Islam-Jawa yang hingga kini masih kokoh berdiri .

Simfoni Ritual yang Bisu Namun Sarat Makna

Tapa Bisu: Keheningan Membungkam Ego

Tapa Bisu seringkali disebut sebagai inti terdalam Mubeng Beteng . Ini bukan sekadar berjalan-jalan di malam hari tanpa bicara. Tradisi ini mengajarkan jeda—sebuah ruang bagi manusia untuk mengheningkan cipta, mengoreksi diri atas dosa-dosa yang telah diperbuat selama setahun penuh, serta merajut doa untuk masa depan . Uniknya, ritual ini seringkali meneteskan “air mata yang jatuh diam-diam, entah karena haru, entah karena penyesalan, atau sekadar karena merasa dekat sekali dengan sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri”.

Mubeng Beteng: Tirakat Mengelilingi Diri

Jika Tapa Bisu adalah jiwa, maka Mubeng Beteng adalah wujud fisiknya. Dikenal juga dengan istilah Lampah Ratri, ritual ini mengajak peserta berjalan tanpa alas kaki mengelilingi benteng keraton sejauh sekitar 5 kilometer dalam keheningan mutlak . Ada yang menarik: prosesi ini terinspirasi oleh perjalanan suci hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah yang penuh keprihatinan . Dengan mengambil inspirasi dari peristiwa sakral tersebut, Mubeng Beteng menjadi momentum kontemplasi murni alih-alih sekadar pawai budaya .

Bubur Suro: Rasa Syukur Nabi Nuh dalam Sepiring Bubur

Sementara itu, tradisi Bubur Suro (atau Bubur Asyura) memiliki dimensi universal yang melampaui batasan etnis dan agama. Kisahnya bersumber dari peristiwa besar ketika kapal Nabi Nuh mendarat dengan selamat di Gunung Al-Judi pada tanggal 10 Muharram. Sebagai rasa syukur, para pengikutnya mengumpulkan sisa-sisa perbekalan yang terdiri dari tujuh macam biji-bijian dan memasaknya menjadi satu bubur yang dinikmati bersama . Karenanya, bubur Suro menjadi pengejawantahan syukur dan juga simbol persatuan dari keberagaman . Di Indonesia, tradisi ini dirayakan dengan gotong royong, melibatkan 35 hingga 50 warga secara sukarela untuk berbagi hingga 1.500 porsi kepada masyarakat sekitar .

Jamasan Pusaka: Memandikan Jiwa dan Benda Sakral

Tak hanya manusia dan alam, benda-benda pusaka seperti keris, gamelan, hingga kereta kerbau juga mendapat giliran “dimandikan” atau Jamasan Pusaka di keraton Solo dan Yogyakarta menjelang 1 Suro . Dalam tradisi Jawa, benda-benda pusaka bukanlah barang mati, melainkan mengandung energi spiritual yang harus dirawat dan dibersihkan dari segala energi negatif sebelum memasuki tahun baru . Secara filosofis, ritual ini mengingatkan bahwa manusia juga harus melakukan jamasan batin: membersihkan hati dari kebencian, iri, dan dendam.

Larung Sesaji: Damai dengan Alam Gaib

Tak lengkap rasanya menyebut Suroan tanpa Larung Sesaji. Umumnya dilakukan di pantai selatan (berkaitan dengan mitologi Nyi Roro Kidul) atau di danau, ritual ini bertujuan untuk membayar “hutang” spiritual kepada alam gaib dan menolak bala . Meski terdengar mistis, esensinya mengingatkan manusia untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara alam material dan spiritual.

Ketika Masa Kini Bertemu Masa Lalu: Transformasi Suroan

Memasuki abad ke-20, terjadi perubahan signifikan dalam pelaksanaan ritual Suroan. Jika pada masa lalu penyucian bulan Muharram lebih bernuansa upacara sesaji yang kental, kini banyak komunitas yang lebih menekankan aspek sosial dan spiritualitas murni. Beberapa pesantren dan organisasi Islam, misalnya, mengisi malam 1 Suro dengan istighosah bersama, santunan anak yatim, serta kajian Islam yang membahas tentang keutamaan bulan Muharram.

Di sisi lain, inovasi kemasan modern pun mulai marak. Kirab pusaka di Solo dan Mubeng Beteng di Jogja tidak hanya dihadiri oleh masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mendunia. Kehadiran wisatawan mancanegara yang turut mengamati ritual ini membuat tradisi Suroan semakin lestari meskipun tetap dihadapkan pada tantangan komodifikasi budaya. Walaupun demikian, esensi hakiki Suroan sebagai momen introspeksi kolektif tetap terjaga di tengah hiruk-pikuk publikasi media sosial.

Membaca Suroan dengan Kacamata Antropologi

Para ahli antropologi sosial budaya, terutama yang terinspirasi oleh pemikiran Clifford Geertz, melihat tradisi Suroan sebagai sistem makna yang kompleks. Dalam bukunya, The Interpretation of Cultures, Geertz memperkenalkan konsep “thick description” yang mendorong kita untuk tidak hanya melihat ritual, tetapi juga menggali simbol-simbol di baliknya . Tradisi ini menjadi simbol bagaimana masyarakat Nusantara mengelola ketegangan antara Abangan (Islam sinkretis yang erat dengan animisme) dan Santri (Islam yang lebih puritan) secara harmonis.

Dalam pandangan Geertz, Suroan adalah ajang negosiasi identitas. Setiap larung sesaji, diamnya Mubeng Beteng, atau guyubnya memakan Bubur Suro merupakan “teks” yang dapat dibaca sebagai strategi untuk bertahan di tengah gempuran modernitas sekaligus menjadi jangkar moral di tengah perubahan zaman. Tradisi ini membuktikan bahwa masyarakat Jawa tidak pernah menjadi objek pasif dari penetrasi agama asing, melainkan subjek aktif yang memilih, memilah, dan merekayasa ulang budayanya sendiri.

Pesan Tersirat dan Tersurat: Refleksi di Penghujung Kisah

Pesan tersurat dari tradisi Suroan jelas: kita harus bersyukur, membersihkan diri dari kesalahan, dan menjalin solidaritas sosial. Namun, di balik itu semua, tersimpan pesan tersirat yang lebih dalam. Tradisi ini mengajarkan bahwa identitas budaya bukanlah monumen yang membatu, melainkan sungai yang terus mengalir. Islamisasi di Nusantara tidak pernah terjadi melalui kekerasan atau penghapusan budaya, melainkan melalui proses dialektis yang halus dan penuh penghormatan terhadap warisan nenek moyang.

Lebih dari itu, Suroan mengingatkan kita akan pentingnya keseimbangan vertikal dan horisontal. Dalam pengertian Islami, vertikal berarti hubungan dengan Allah (habluminallah) yang diwujudkan dalam puasa, doa, dan zikir. Sementara horisontal adalah hubungan dengan sesama manusia dan alam (habluminannas wal ‘alam), yang diwujudkan dalam berbagi bubur, menjaga benda pusaka, dan menghormati pantai selatan. Kedua aspek ini tidak bisa dipisahkan.

Menarik untuk dicatat pula bagaimana tradisi ini mengkritisi gaya hidup modern yang serba cepat dan berorientasi pada konsumsi. Mubeng Beteng yang hening mengkontraskan dengan perayaan tahun baru masehi yang gemerlap. Dalam masyarakat yang digerogoti kecemasan dan gangguan mental, Suroan seperti hadir sebagai “terapi diam” kolektif yang memberi ruang bagi manusia untuk sejenak berhenti sejenak, mendengarkan napasnya sendiri, dan merasakan kehadiran sesuatu yang lebih besar dari sekadar materi.

Jadi, sudahkah kita menyiapkan hati untuk menyambut Tahun Baru Jawa kali ini? Mari, di tengah hingar-bingar dunia, kita luangkan waktu untuk diam sejenak, berjalan pelan mengikuti jejak leluhur, merenungi hakikat perjalanan hidup, dan berbagi secuil kebahagiaan kepada sesama. Di situlah letak Suroan sejati—bukan pada megahnya kirab atau mewahnya sesaji, tetapi pada kejernihan hati yang kembali pada fitrah. (*)

Tags: 1 surosejarah suroansuroan
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

October 12, 2026
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version