Film ‘PTJ’ Gaet 17 Nominasi FFI 2020, Tak ada Kasta Terendah

 Film ‘PTJ’ Gaet 17 Nominasi FFI 2020, Tak ada Kasta Terendah

Joko Anwar (foto : Google.com)

JAYAKARTA NEWS—– Sepanjang sejarah FFI, baru pertama terjadi sebuah film horor dan thriller mendominasi festival. ‘Perempuan Tanah Jahanam’ (PTJ) karya sutradara Joko Anwar, 44 tahun, mencatatkan rekor nominasi terbanyak yaitu 17 nominasi. “Saya menyatakan rasa senang. Artinya film saya dapat pengakuan. Ini yang memilih pekerja film dan tim juri nominasi FFI sebanyak 66 orang yang berasal dari asosiasi perfilman resmi,” ujar Joko Anwar dalam jumpa pers daring (virtual), baru-baru ini.

Dikatakannya, Joko Anwar ingin mengangkat pamor film bergenre horor. “Dulu kala film itu ada kastanya. Film horor kastanya dibawah. Padahal, di film enggak ada kastanya,” kelit Joko yang pernah meraih piala Citra di FFI 2015 untuk kategori Sutradara Terbaik. “Semua genre film kalau dibuat sungguh-sungguh dan serius hasilnya pasti baik,” terang Joko Anwar yang menambahkan bahwa film PTJ berhasil mengumpulkan 1, 8 juta penonton.

Bahkan, film yang dirilis resmi bulan September 2019 ini juga masuk peringkat ke 5 dalam penghitungan film horor di Thailand. “Ini membuktikan ‘hororwave’ itu ada. Baik di Asia, Eropa maupun Amerika,” ungkap Joko lagi. Dari 21 kategori, beberapa kategori unggulan dimasuki PTJ, yaitu film cerita panjang (film bioskop), sutradara, skenario cerita asli, penata musik, pemeran utama pria dan wanita, pemeran pendukung pria dan wanita dll.

Untuk kategori Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik, PTJ merebut 2 nominasi yaitu Christine Hakim dan Marissa Anita. Hanya ada 4 kategori yang tidak sesuai dengan jenis PTJ, dimana PTJ tidak diunggulkan, yaitu dokumenter, film cerita pendek, animasi dan skenario cerita adaptasi terbaik.

Dari banyak film yang dibuat Joko Anwar, selalu mencuat ciri karakternya yaitu feminis dan penandanya perempuan hamil. Lihat saja : ‘Janji Joni’ (perempuan bukan makhluk lemah), ‘Kala’ (perempuan berpedang besar yang membunuh semua lawannya), ‘Pintu Terlarang’ (isteri dan ibu mertua dominan), ‘Modus Anomali’ (tokoh perempuan dominan dan tokoh pria hancur) dan ‘Copy of My Mind’ (perempuan bukan makhluk lemah dan tak patuh pada laki-laki). Sedang di film ‘Pengabdi Setan’, Joko Anwar yang mantan wartawan Jakarta Post ini
menampilkan sosok Ibu bernama Mawarni dari sekte Kesuburan yang memuja Setan demi mendapatkan keturunan.

Juga, film pendeknya yang belum rilis berjudul ‘Waiting Room’ berkisah ihwal keperkasaan perempuan. PTJ dilihat dari judulnya saja, dominan pada perempuan. Christine Hakim sebagai ibu digambarkan biang kerok anak laki-lakinya (Ario Bayu) yang jadi dukun dan pembunuh. Mungkin hanya di film ‘Gundala’ yang tayang 2019 yang tak bicara tentang perempuan, meski tokoh perempuan banyak ditampilkan dalam film ini. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *