“Satu” di Hati, “Dua” di Dada

 “Satu” di Hati, “Dua” di Dada

DEBAT calon gubernur Banten periode kedua, berlangsung Minggu (29/1). Masing-masing kubu, memadati Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Rasuna Said, Jakarta. Acara yang ditayangkan langsung sebuah stasiun televisi itu, berlangsung relatif lancar.

Awalnya, kedua kubu saling menyanyikan yel-yel…. Kubu Wahidin-Andika, meriah dengan yel-yel “Di sanas atu, di sini satu, di mana-mana hatiku satu…..” Sedangkan kubu Rano Karno – Embay menyahut, “Nomor dua di dadaku, nomor dua, kebanggaanku….”

Sahut-menyahut yel-yel itu, berlangsung saling pandang. Ada yang menatap dengan biasa saja, ada juga dengan mata melotot, saking semangatnya. Suasana mereda ketika panitia debat cagub “Bumi Jawara” mempersilakan audiens memasuki ruang. Masing-masing kubu, hanya boleh memasukkan suporter sebanyak 120 orang. Ini lebih banyak 20 orang dibanding kapasitas debat yang pertama.

Kedua pendukung calon datang mengenakan kostum masing-masing. Pendukung nomor urut satu datang mengenakan kemeja putih dengan ikat di kepala bertuliskan WH-Andika. Sementara pendukung pasangan calon nomor urut dua mengenakan baju warna hitam dengan ikat kepala batik. Usai debat kedua pasangan calon saling berrangkulan, meneduhkan suasana. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *