• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
“Oedipus Rex” Kembali Dimainkan oleh Teater Alam Yogyakarta

“Oedipus Rex” Kembali Dimainkan oleh Teater Alam Yogyakarta

January 18, 2020
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 7, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

“Oedipus Rex” Kembali Dimainkan oleh Teater Alam Yogyakarta

by admin
January 18, 2020
in Feature
0
“Oedipus Rex” Kembali Dimainkan oleh Teater Alam Yogyakarta

Tokoh Oedipus yang diperankan aktor senior Teater Alam Yogyakarta, Gege Hang Andhika. (foto: richa amalia)

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jayakarta News – “Oedipus Rex” atau “Oedipus Sang Raja” karya Sophocles dimainkan pertama kali di Teater Dionisos, Athena, pada 429 SM. Lakon ini merupakan salah satu dari trilogi Oedipus. Kelanjutannya adalah “Oedipus di Kolonus” dan “Antigone”. Walaupun usia lakon ini sudah berabad-abad, namun tetap dinilai sebagai drama tragedi terbaik Yunani.

“Oedipus Rex” dipentaskan pertama kali di Yogyakarta oleh Studigroup Drama Jogja, pimpinan WS Rendra, yang turut bermain sebagai Oedipus. Pementasan tersebut diproduksi oleh Sanggarbambu Yogyakarta, sekitar bulan Juli 1962. Pementasan dilanjutkan di Gedung Kesenian Jakarta pada tahun yang sama. Selanjutnya saat WS Rendra membentuk Bengkel Teater, lakon ini beberapa kali dimainkankan di Yogyakarta, Jakarta, dan Aceh, serta kota lain, setidanya di tahun 1969, 1971 dan 1987. Lakon ini juga pernah dimainkan oleh, diantaranya Teater Payung Hitam Bandung (1979), Teater Lingkar Semarang (1982), Teater Lakoe Semarang (1982) dan Teater Alam Yogyakarta.

Khusus Teater Alam, lakon ini sudah beberapa kali dimainkan. Di tahun 1981, dipentaskan di Gedung Grha Dirgantara Yogyaarta dalam acara Syawalan PWI-SPS Yogyakarta, 24 Agustus. Diusung ke Pasar Seni Jaya Ancol, pada 27-28 Agustus, dan pada 15 September dimainkan di Gedung Purnabudaya. Sutradara dari pertunjukan tersebut adalah Tertib Suratmo. Lantas pada tahun 1986, lakon ini dipentaskan di beberapa kota dalam muhibah ke Malaysia, dengan sutradara Azwar AN.  Pada tahun 1999, Teater Alam secara mengejutkan mementaskan trilogi Oedipus dalam satu malam, yang berdurasi 10,5 jam di Purnabudaya, dengan sutradara Azwar AN. Pada saat ulang tahun Azwar AN ke 80, fragmen Oedipus juga ditampilkan.

Seluruh pementasan tersebut, Gege Hang Andhika yang senantiasa berperan sebagai Oedipus. Pun untuk kali ini, peranan tersebut masih dipercayakan kepadanya. Selayaknyalah jika roh Oedipus dapat merasuk ke dalam dirinya?

Mengapa lakon ini?

“Pilihan naskah ini adalah pillihan dar Bang Azwar. Perbedaan dengan pementasan-pementasan sebelumnya, menurut saya yang sangat menonjol adalah usia. Kebetulan usia para pemain adalah usia Lolita (lolos Lima Puluh Tahun), seloroh Meritz Hindra, aktor yang aktif di Teater Alam sejak didirikan dan kali ini menjadi Asisten Sutradara sekaligus memainkan peran sebagai .

“Saat dipilih lakon ini, kami sempat mempertanyakan. Dijelaskan oleh Bang Azwar bahwa Inilah saatnya kalian membuktikan keaktoran kalian. Saya ingin pentas kali ini benar-benar menunjukkan ke-aktor-an. Kami dapat memahami dan menyetujui usulan itu,” tambah Gola, yang menjadi pimpinan produksi.

Para pendukung pentas Oedipus Rex Dari kiri, Tertib Soeratmo (pendeta), Veronica Nooryani (pendeta wanita), Eddy Subroto “Geblenk” (pembawa warta), Anastasia SH (Yocasta). (foto: rayahu purwaningsih)

Sinopsis

Lakon “Oedipus Sang Raja” adalah lakon tragedi-romantik yang mengisahkan perjalanan hidup Oedipus dalam mengalami kejayaan dan keruntuhannya.

Pada saat itu Thebes dilanda huru-hara. Wabah, kelaparan, serta kemandulan menyerang negeri itu. Rakyat menderita. Dalam penderitaannya itu rakyat mengalami kegoncangan-kegoncangan batin juga kepercayaannya terhadap raja Oedipus. Tiada kepastian dalam diri rakyat.

Konon kesengsaraan yang menimpa kerajaan Thebes adalah akibat kemurkaan dewa karena pembunuh raja Laius belum dihukum. Semua orang termasuk Oedipus meraba-raba dan mencari siapakah sebenarnya pembunuh Raja Laius.

Dalam keadaan demikian datanglah pendeta Teirisias. Sekali lagi Pendeta Teirisias memperingatkan Oedipus akan ramalan-ramalan yang sudah dijatuhkan dewa-dewa kepadanya. Oedipus menjadi sangat berang, dan menuduh Pendeta Teresias telah membuat ramalan-ramalan palsu yang tak berdasar, atas kehendak dari Creon, putra mahkota kerajaan Thebes, saudara putri Yocasta.

Dalam kegoncangannya menerima kebenaran-kebenaran yang dibentangkan oleh Teresias yang dianggapnya sebagai kebohongan besar, Oedipus membela dirinya dengan menunjukkan jasa-jasanya terhadap Thebes dan seluruh rakyat, dalam usahanya mengusir Sphinx, makhluk ajaib yang telah menimbulkan kegoncangan Thebes.

Pertentangan-pertentangan di dalam istana makin memuncak. Creon yang dituduh hendak merebut singgasana kerajaan telah diusir oleh Oedipus dari istana, tetapi telah dibela oleh Yocasta.

Suasana semakin memuncak, orang terus mencari-cari siapakah sesungguhnya pembunuh raja Laius. Dan pada saat itu, Oedipus mulai mengalami kegoncangan-kegoncangan batin. Teringatlah ia akan ramalan-ramalan Dewa Apollo yang dijatuhkan terhadap dirinya, bahwa ia kelak akan mengawini ibu kandungnya dan membunuh ayahnya sendiri.

Teringat pulalah ia bagaimana ia berusaha menghindarkan diri dari segala ramalan dewa mengenai dirinya, dengan jalan meninggalkan kerajaan Korinthe.

Pada akhir cerita diketahuinyalah seluruh rahasia, yang menyelubungi selama ini. Dialah sesungguhnya yang telah membunuh Raja Laius, ayahnya sendiri, yaitu orangtua yang dijumpainya dalam perjalanan melarikan diri dari Korinthe. Oedipus sendirilah yang mengawini ibu kandungnya yaitu Ratu Yocasta, janda dari orangtua yang dibunuhnya dalam perjalanan.

Adapun Oedipus sendiri sesungguhnya anak laki-laki yang telah dibuang oleh Yocasta ke kaki gunung Kitahron, tetapi ditemukan dan dipelihara oleh seorang gembala yang kasihan melihat bayi tak berdosa itu. Bayi itu kemudian diberikannya keada seorang gembala lain di Korinthe yang menjadi abdi raja Laius yang kemudian diakuinya sebagai anak sendiri oleh Sang Raja.

Setelah rahasia terbuka, tahulah Yocasta bahwa Oedipus adalah anaknya sendiri yang dulu dibuangnya. Yocasta kemudian mengakhiri hidupnya dengan tangannya sendiri. Oedipus membuat dirinya menjadi buta dengan menusukkan jarum berkali-kali ke kedua belah matanya, takut dan ngeri melihat akibat dari ramalan yang menimpa dirinya.

Creon kemudian datang, bukan untuk membalaskan dendamnya kepada Oedipus, tetapi minta agar Oedipus tetap tinggal di istana. Tetapi Oedipus menghendaki agar dirinya dibuang keluar dari istana. Sebelum pergi Oedipus memohon satu permintaan kepada Creon yang kemudian diluluskan, yaitu bertemu dengan anaknya, hasil perkawinan dengan ibu kandungnya, Yocasta.

Tantangan

Tidak dipungkiri bahwa faktor usia memang menjadi tantangan tersendiri. Setidaknya, seperti dikatakan oleh Meritz Hindra, kemampuan untuk menghafal dialog tentu tidak semudah seperti 40 tahun lalu. Tantangan lain, secara fisik para pemain juga harus benar-benar pintar mensiasati akting-nya untuk tidak banyak menguras energi mereka, sehingga mampu bermain secara tuntas.

Sejauh mana tantangan tersebut dapat diatasi, tentu saja kita harus menyaksikannya sendiri malam nanti (18/1) dalam kesempatan yang sepertinya sulit untuk terulang kembali di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta.  

Kita nantikan pembuktian dar Gege Hang Andhika (Oedipus), Daning Hudoyo (Creon), Anastasia Sri Hestutiningsih (Yocasta), Jemek Supardi, Tertib Suratmo, Lukman Usdianto, Bustaman Dalhar, Ronny AN, Eddy Subroto, Aziz, Hisyam A Fachri Hamda, dan Eko Pam.   

Kita dapat membayangkan betapa sulitnya mempertahankan dan menjaga kelangsungan sebuah kelompok teater, terlebih dengan tetap hadir dalam repertoire-repertoire-nya, kendati setahun sekali. Ini juga yang menjadi titik tekan dari Azwar AN, pendiri Teater Alam.

“Hanya beberapa teater yang dapat hadir setidaknya setahun sekali. Saya berharap dari rekan-rekan teater yang masih ada, dapat bertahan sampai sepuh. Artinya, tetap bertahan. Jangan sampai tidak ada teater di Yogyakarta. Memang sulit untuk menjaga dan menghidupkan teater, karena dibutuhkan keikhlasan,” ujar Azwar saat konferensi pers (14/1).

Selamat Ulang Tahun bagi Teater Alam, semoga tetap dapat bertahan, dan tetap hadir menyemarakkan dunia teater Yogyakarta dan Indonesia!!! (Odi Shalahuddin)

Tags: jayakartanewsoedipus rexteater alam
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version