• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Misteri Jalan Malioboro

Misteri Jalan Malioboro

June 2, 2018
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Misteri Jalan Malioboro

by admin
June 2, 2018
in Feature
0
Misteri Jalan Malioboro
628
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BAGI kebanyakan wisatawan, kata Malioboro melekat dengan nama kota pemiliknya, Yogyakarta. Sejumlah turis asing yang kemudian kembali lagi ke Kota Gudeg, biasanya akan berkorespondensi dengan teman lokal, dan berkata, “see you at Malioboro”. Betapa nama sebujur jalan ini, bisa diasosiasikan menjadi nama sebuah kota bersejarah.

Memang, bukan hanya Yogyakarta yang istimewa, Malioboro pun istimewah…. Tidak heran jika kemudian banyak orang penasaran dengan asal-usul nama Malioboro. Masyarakat mafhum, bahwa huruf vocal “o”, memang identik dengan kebanyakan kosakata Jawa. Tapi dalam ujaran sehari-hari, bahkan dalam kamus bahasa Jawa sekalipun, tidak ada kata “malioboro” dan artinya.

Jika Anda searching di internet, akan ditemukan dua kata yang “didekat-dekatkan” dengan Malioboro. Pertama, nama Malioboro diabadikan dari nama seorang bangsawan Inggris bernama Marlborough di tahun 1811. Sangat janggal dan susah dilesakkan ke akal. Pertama, mengapa harus menggunakan nama Inggris yang notabene pernah menyerbu keraton Yogyakarta, untuk menamai jalan utama di kota itu? Kedua, silakan dilafal kata “Marlborough”. Jauh nian dengan pelafalan “Malioboro”.

Ketiga, jalan itu sudah ada bahkan sejak Perjanjian Giyanti 1755, yang membagi wilayah Mataram menjadi Surakarta dan Yogyakarta. Mengapa harus menunggu 56 tahun kemudian baru menamakannya dengan nama bangsawan Inggris, Marlborough? Keempat, mungkinkah nama seseorang yang dijadikan nama jalan kemudian berubah bunyi? Rasanya tidak. Itu artinya, kalau benar argumen di atas, maka hingga hari ini harusnya nama jalan adalah Jalan Marlborough.

Tapi seandainya Marlborough adalah benar cikal bakal nama jalan itu, maka besar kemungkinan untuk menghindari sentimen terhadap bangsa asing, maka Marlborough kemudian diubah menjadi Malioboro. Sekali lagi, itu pun kalau benar.

Masih kata sejumlah artikel di internet. Ada yang merujuk kata Malioboro diambil dari bahasa sansekerta, malyabhara yang artinya karangan bunga. Dari segi pelafalan kata, lebih masuk akal dibanding Marlborough. Vokal “a” dalam bahasa Jawa, khususnya Jawa Yogya, diucapkan “o”. Malyabhara diucap Malyobhoro. Malyobhoro menjadi Malioboro. Sampai di sini, argumen asal-usul Malioboro menjadi lebih rasional, lebih mudah diterima akal.

Menjadi sulit diterima jika merujuk pada toponimi. Toponimi adalah bahasan ilmiah tentang nama tempat, asal-usul, arti, penggunaan, dan tipologinya. Nah, dari sudut toponimi, “karangan bunga” menjadi tidak nyambung. Sebab, belum ada data yang merujuk adanya pusat karangan bunga di sepanjang jalan itu, era tahun 1700-an, atau abad ke-17. Di samping itu, “apa pentingnya” karangan bunga menjadi nama jalan utama di kota sebuah “negara” Yogyakarta?

Ya, Kasultanan Yogyakarta ketika itu adalah daerah otonom, sekalipun wilayah Indonesia dalam cengkeraman penjajah. Orang sekitar kota Yogya zaman dulu, jika hendak ke kota selalu mengatakan, “bade dateng negoro”, mau ke negara. Ketika tahun 1945, Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tidak lama kemudian Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, “menyatakan bergabung” dengan Republik Indonesia. Itulah dasar pelekatan status “Istimewa” untuk Yogyakarta hingga sekarang.

Kembali ke laptop. Soal nama Malioboro. Anggap benar, kata Malioboro berasal dari Malyabhara, yang artinya karangan bunga. Argumen yang bisa didekat-dekatkan dengan itu barangkali nama Pasar Kembang. Ya, Jalan Pasar Kembang adalah salah satu jalan kecil di sekitar Malioboro, tak jauh dari Stasiun Tugu, ujung utara Malioboro. Jika merujuk pada toponimi, sangat mungkin di sekitar situ dulu terdapat pasar kembang. Apa karena itu, kemudian nama jalan utamanya Malioboro?

Rujukan lain, pada abad ke-18, di Belanda, rangkaian bunga digunakan untuk menghiasi rumah-rumah para pejabat dan keluarga kaya. Jenis rangkaian bunga yang populer saat itu “Tussie-Mussie atau Posy”, yaitu buket bunga melingkar. Bisa jadi, “latah karangan bunga di Belanda” sana, dibawa ke negeri jajahannya di Hindia Belanda. Tapi kalau itu alasannya, mengapa nama jalannya bukan Jalan Tussie Mussie, atau Jalan Posy? Mengapa justru mengambil kata Sanskerta? Entahlah.

Pendek kalimat, sependek pengetahuan penulis, belum ada satu catatan ilmiah pun yang mengupas tentang asal usul atau sejarah penamaan Jalan Malioboro, Yogyakarta. Itu pula yang membuat jalan yang membujur lurus utara-selatan tadi menjadi penuh misteri. Misteri Malioboro yang belum terungkap hingga hari ini.

Sekadar me-refresh ingatan yang sudah pernah ke Malioboro, bahwa jalan ini membujur dari Tugu hingga Kantor Pos tak jauh dari alun-alun utara Keraton Yogyakarta, yang dikenal sebagai “titik nol”. Sejarah jalan ini juga tak pernah lepas dari pembangunan stasiun kereta api Tugu Yogyakarta tahun 1887 oleh Staat Spoorweg. Bentang rel itu memotong Jalan Malioboro, yang kemudian membaginya menjadi dua bagian, utara rel dan selatan rel. Sekarang, utara rel hingga Tugu, dinamakan Jalan Mangkubumi.

Jika Anda cermati, simpang jalan di Kota Yogyakarta memiliki garis tegas mata angin utara-selatan, barat-timur. Potongan-potongan jalan berupa perempatan, selalu tegak lurus. Ihwal konsep tata ruang kota Yogya, barangkali di Leiden Belanda sana, lengkap data tersedia.

Dari banyaknya jalan besar di kota ini, Jalan Malioboro bukan saja penuh misteri, tetapi juga jalan sakral. Ada yang menyebut Malioboro sebagai sumbu imajiner utara-selatan yang menghubungkan Gunung Merapi di utara, Keraton Yogyakarta Hadiningrat di tengah, dan Pantai Parang Kusumo di bibir Samudera Hindia. Inilah sumbu supranatural, jalinan ghaib antara Eyang Merapi, Sri Sultan (Raja Yogyakarta), dan Nyi Roro Kidul (penguasa laut selatan). Itu artinya, Jalan Malioboro bukan jalan-sembarang-jalan.

Sayang, di era kolonial Belanda (1790-1845), pola tata kerajaan Yogyakarta diganggu dengan sejumlah bangunan yang tak diinginkan. Belanda membangun dua gedung berhadap-hadapan di ujung selatan Malioboro yang dikenal dengan Benteng Vredeburg (1790) di timur jalan, dan The Dutch Governor’s Residence (sekarang Istana Negara) 1830. Di sekitarnya, berdiri banyak bangunan Belanda yang sekarang masih megah berdiri sebagai kantor Bank Indonesia, kantor Pos, dan Bank BNI.

Perkembangan pesat terjadi pada masa itu yang disebabkan perdagangan antara VOC dengan orang Cina. Komunitas Belanda di Yogyakarta berkembang pesat sejak masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwana VII ( 1877 – 1921).

Jalan Malioboro juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di sisi selatan Jalan Malioboro pernah terjadi pertempuran sengit antara pejuang tanah air melawan pasukan kolonial Belanda yang ingin menduduki Yogya. Pertempuran itu kemudian dikenal dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yakni keberhasilan pasukan merah putih menduduki Yogya selama enam jam dan membuktikan kepada dunia bahwa angkatan perang Indonesia tetap ada. Momentum pertempuran ini berada di titik nol, pojok barat daya Benteng Vredeburg.

Malioboro juga melahirkan banyak seniman. Seniman gaek, sampai senimian masa kini. Tidak satu pun di antara mereka yang tidak pernah menghabiskan malam di Jalan Malioboro. Sejumlah nama seniman yang dulu tenar, seperti Rendra, Hendra Cipta, Bagong Kussudiardjo, Linus Suryadi AG, dan lain-lain, pelan tapi pasti namanya makin samar terdengar.

Generasi berikut seperti Butet Kertaredjasa, Djaduk Ferianto, Garin Nugroho, Pongky Barata sempat Berjaya, sebagian masih eksis, dan cepat atau lambat, nama mereka pun akan memudar, bersamaan munculnya seniman-seniman muda Yogya yang tumbuh begitu subur.

Waktu boleh berlalu, Malioboro tetap di situ. Peradaban boleh tergerus, Malioboro tetap misterius. ***

Tags: asal usul nama malioborojalan malioborojayakartanewsmalioboro yogyakartasejarah jalan malioborotoponomi malioboroyogyakarta istimewa
Share251Tweet157
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version