Pesona Pecel, Peyek, dan Malioboro

 Pesona Pecel, Peyek, dan Malioboro
Syahdina, S.R. Handini, Melva Tobing, Rina Ginting, Latifah, dan Elty. (foto: dok pri)

JAYAKARTA NEWS – Tak terasa, waktu bergulir hingga dua tahun sudah kami berkumpul di wadah baru, Jayakarta News. Memperingati dua tahun media online yang kami dirikan usai reuni akhir tahun 2016 itu, panitia mengemas dalam acara “Jayakarta News Goes to Jogja 2019”, atau Jayakarta News Tour de Jogja, tanggal 1 – 4 Februari 2019.

Sejak berkumpul kembali, setelah lebih 20 tahun berpisah, inilah perjalanan terjauh. Beberapa tour sebelumnya, relatif dekat: Kuningan, Bogor, dan Pandeglang (Pantai Carita). Setiap tour, dibarengkan dengan rembug perkumpulan, sekaligus ajang silaturahmi. Saya sangat mendukung sekaligus sangat senang bisa berkumpul kembali dengan teman-teman lama.

Dulu, kami bernaung di bawah perusahaan pers yang sama, PT Citra Jaya Press yang menaungi Harian Umum Jayakarta. Posisi terakhir di bawah manajemen Suara Pembaruan. Suratkabar ini tak mampu bertahan saat krisis moneter mendera. Kami semua mengalami PHK massal. Setelah itu, masing-masing berpindah kantor. Ada yang masih bisa bergabung dengan beberapa teman sekantor, ada yang tercerai berai.

Lebih dua dasawarsa, teknologi Whatsapp mempertemukan kami kembali, hingga kemudian terjadilah “Jayakarta Reborn”, bentuknya media online, www.jayakartanews.com. Pendek kata, saya bersyukur sekali bisa berkumpul kembali bersama teman-teman lama. Bukan saja serasa muda kembali, tetapi kami sudah saling tahu karakter teman satu dan lainnya.

 

Acara jalan-jalan ke Yogyakarta sambil rapat kerja perkumpulan sekaligus peringatan ulang tahun ke-2 Jayakarta News pun menjadi acara yang sangat menarik. Kalau aku harus menceritakan secara detail, rasanya sejumlah teman sudah menulis. Sempat termenung lama, apa ya yang paling mengesankan, yang belum ditulis teman-teman?

Aha! Pecel pincuk di area pusat oleh-oleh Candi Prambanan. Salad Jawa bumbu kacang itu sangat enak. Apalagi peyek kacang tanahnya. Selain renyah, gurih, kacang tanahnya pun besar-besar. Awalnya sempat trauma dengan peyek tengik yang acap dijual penjual pecel…. tapi peyek itu benar-benar yahud. Harga? Sama sekali tidak mahal, apalagi sebagai dagangan di objek wisata. Karenanya, aku membeli lumayan banyak untuk oleh-oleh.

Kesan lain di Prambanan, Lava Tour Merapi, Makan Jejamuran, makan malam di Angkringan Gadjah dan semua motivasi dan spirit kebaikan yang ditularkan Dr Aqua Dwipayana, rasanya sudah ada di tulisan teman-teman.

Bersama Leo Patty dan Rina Ginting di tepian Jalan Malioboro. (foto: dok pri)

Dan tetiba saja teringat, Jalan Malioboro. Kebetulan, hari Minggu, saat acara bebas, kami jalan-jalan ke Malioboro. Orang bilang, belum ke Yogya kalau belum ke Malioboro.

Malioboro telah berubah. Area pedestrian menjadi sangat nyaman. Bukan saja lebar, tetapi juga tersedia banyak tempat duduk untuk sekadar istirahat setelah menyelusuri jalanan bersejarah itu. Bukan saja bisa berfoto-foto, tetapi juga bisa belanja batik atau cendera mata murah, kuliner, dan tentu saja berfoto-foto. (syahdina)

Syahdina di komplek Candi Prambanan. (foto: dok pri)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *