• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Kepala LIPI Dinilai Bodoh dan “Koppeg”

Kepala LIPI Dinilai Bodoh dan “Koppeg”

admin by admin
February 18, 2019
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Aksi demo karyawan dan peneliti LIPI. Mereka menuntut keadilan. Mereka juga mendesak Kepala LIPI, Dr Laksana Tri Handoko turun dari jabatannya. (foto: roso daras)

JAYAKARTA NEWS – Seperti harimau turun gunung, Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo memimpin demo para peneliti dan karyawan administrasi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Usai Jumatan kemarin (15/2/19), ruang terbuka di antara dua bangunan kantor LIPI di Jl Gatot Subroto dimeriahkan aksi demo yang dipimpin Kikiek.

Laksana erupsi gunung berapi, aksi kemarin adalah sebuah letusan kegelisahan, ketidakpuasan, kekecewaan, dan kemarahan sekaligus, kepada Kepala LIPI, Dr Laksana Tri Handoko. Kepala LIPI yang dilantik Mei 2018 itu, disebut-sebut sebagai Ketua LIPI terburuk yang pernah memimpin LIPI. Bahkan terburuk sejak lembaga ini dibentuk awal sekali sebagai Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) melalui Undang-Undang (UU) No.6 Tahun 1956.

Dengan dalih efisiensi, ia meluncurkan konsep reorganisasi dan redistribusi yang kemudian banyak memakan korban, terutama para pegawai non peneliti atau administrasi. Dengan anggaran yang hanya sekitar Rp 1 triliun, ia dinilai gagal. Alih-alih berpikir cerdas bagaimana menutup anggaran yang dirasa kecil, yang ia lakukan justru menyewakan aset-aset LIPI kepada pihak luar.

Sejumlah UPT di luar Jakarta, sudah disewa-sewakan. Bahkan, function hall LIPI di lantai dua pun dikerjasama-kelola dengan pihak lain. “Bahkan kami sendiri dibatasi untuk bisa menggunakan aula yang nota bene milik kami. Sudah dibatasi, disuruh bayar mahal pula. Bagaimana kami tidak berontak!” ujar Hermawan Sulistyo, yang dikenal “mbahnya” aktivis itu.

Alhasil, aksi demo yang diikuti para karyawan dan peneliti LIPI, bahkan sejumlah peneliti senior, profesor pun turut serta, lebih meriah dengan tampilnya sejumlah profesor dan peneliti muda, serta karyawan administrasi berorasi. Salah satu orator meneriakkan, “Peneliti boleh salah, tetapi peneliti tidak boleh bohong!”

Kalimat itu ditujukan kepada Kepala LIPI LTH yang sudah banyak mengubarh kebohongan. Disambar oleh Prof Kikiek dengan kalimat keras, “Dia belum bisa kencing lurus, kami sudah membangun LIPI. Masih bagus kalau bodoh tapi mau mendengar. Yang ini, sudah bodoh, koppeg pula!” ujarnya keras.

Kikiek juga meradang mendengar Laksana Tri Handoko (LTH) menebar-nebar ancaman bahkan melakukan hukuman-hukuman kepada karyawan administrasi. “Bagi yang diancam, kasih tahu saya, mana ancamanannya, kapan kejadiannya…. biar saya urus dia!” ujar karateka Dan IV itu.

Pendek kata, aksi pegawai administrasi dan peneliti LIPI kemarin akan terus berlangsung hingga LTH lengser dari jabatannya. Mereka bahkan sudah mengadu ke DPR. Perwakilan mereka juga sudah beraudiensi dengan Menristek Dikti dan Men-PAN-RB. Kedua institusi kementerian itu menjanjikan akan menegur Kepala LIPI LTH.

“Ini tidak cukup ditegur. Kalau LIPI mau maju ya harus diganti. Itu saja. Makanya saya akan kawal perjuangan ini sampai dia turun. Kita buktikan, saya atau dia yang keluar dari LIPI,” ujar Hermawan Sulistyo disambut sorak-sorai peserta demo. (monang/rr)

Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo memimpin aksi demo karyawan dan peneliti LIPI, Jumat (15/2/2019). (foto: roso daras)
Tags: demo di lipihermawan sulistyojayakartanewslaksana tri handokoLIPI
Previous Post

Aqua Dwipayana, Aku Melihat-Aku Mendengar

Next Post

Akhirnya, Pertamina Turunkan Harga Avtur

admin

admin

Next Post
Harga Avtur Penyebab Tiket Pesawat Mahal, Pertamina Monopoli

Akhirnya, Pertamina Turunkan Harga Avtur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version