• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Merawat Bali dari Akar: Membaca Jalan Sunyi Jro Eka

Merawat Bali dari Akar: Membaca Jalan Sunyi Jro Eka

June 2, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Merawat Bali dari Akar: Membaca Jalan Sunyi Jro Eka

by admin
June 2, 2026
in Kabar
0
Merawat Bali dari Akar: Membaca Jalan Sunyi Jro Eka
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah riuh percakapan publik Bali yang kerap ditarik ke wilayah politik elektoral, viralitas media sosial, dan adu persepsi sesaat, sosok I Putu Eka Mahardhika, S.IP., M.AP., atau yang akrab disapa Jro Eka, menawarkan jalur yang berbeda.

Ia tidak semata hadir sebagai komunikator kebijakan, tidak pula hanya sebagai aktivis lingkungan atau tokoh muda yang gemar berbicara dalam forum-forum publik. Lebih jauh dari itu, Jro Eka tampak sedang mencoba membangun satu bahasa gerakan: merawat Bali dari akar.

Bahasa itu ia sebut dengan istilah yang sederhana, tetapi kuat secara kultural: “Ngempu Bali”.

Dalam bahasa yang hidup di tengah masyarakat Bali, “ngempu” bukan sekadar menjaga. Ia mengandung makna mengasuh, memelihara, menuntun, dan merawat sesuatu yang bernilai agar tetap hidup serta tumbuh.

Maka, ketika gagasan ini dibawa ke ruang publik, “Ngempu Bali” tidak bisa dibaca hanya sebagai slogan manis. Ia adalah kritik terhadap cara pandang yang selama ini terlalu sering memperlakukan Bali sebagai komoditas: dijual karena indah, dipromosikan karena eksotis, tetapi kerap dilupakan sebagai ruang hidup yang rapuh.

Bali hari ini memang sedang berada dalam tekanan besar. Pariwisata terus tumbuh. Kunjungan wisatawan mancanegara langsung ke Bali sepanjang 2025 mencapai hampir 6,95 juta kunjungan. Angka itu menunjukkan denyut ekonomi yang penting, tetapi pada saat yang sama membawa beban ekologis, sosial, dan kultural yang tidak kecil.

Di sisi lain, timbunan sampah Bali pada 2024 disebut mencapai sekitar 1,2 juta ton. Ini bukan angka kecil untuk sebuah pulau yang ukuran geografisnya terbatas dan daya dukung lingkungannya tidak bisa dipaksa tanpa batas.

Di titik itulah gagasan Jro Eka menjadi relevan. Ia tidak menawarkan cara pandang yang menolak pembangunan. Ia juga tidak memunggungi pariwisata. Yang ia dorong adalah kesadaran bahwa Bali tidak cukup hanya dikelola dengan logika pertumbuhan. Bali harus dirawat dengan etika keberlanjutan.

Sebagai Direktur Mahardhika Institute, Jro Eka terlihat berusaha menempatkan lembaganya bukan semata sebagai pusat kajian, melainkan sebagai ruang pertemuan antara pengetahuan, adat, komunitas, dan gerakan sosial. Dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat pesisir, terutama di Jimbaran dan Tanjung Benoa, gagasan “Ngempu” diterjemahkan ke dalam kerja yang lebih konkret: menjaga mangrove, membersihkan pesisir, mendampingi komunitas nelayan, dan mendorong keterlibatan masyarakat adat sebagai pelaku utama konservasi.

Ini penting. Sebab, selama ini banyak program lingkungan berhenti sebagai seremoni. Ada aksi bersih-bersih, ada dokumentasi, ada spanduk, ada unggahan media sosial, lalu selesai. Setelah itu, sampah kembali datang, pesisir kembali kotor, dan masyarakat lokal kembali menjadi penonton dari kebijakan yang menyangkut hidup mereka sendiri.

Jro Eka tampaknya membaca kelemahan itu. Karena itu, gagasan “Ngempu Bali” perlu dipahami sebagai upaya mengembalikan masyarakat lokal ke pusat perubahan. Dalam konteks pesisir, nelayan bukan hanya objek program lingkungan. Mereka adalah penjaga pertama ekosistem laut.

Dalam konteks desa adat, krama bukan sekadar penerima sosialisasi. Mereka adalah pemilik pengetahuan lokal tentang ruang, sumber air, hutan, pesisir, dan tata hidup yang telah dibentuk selama berabad-abad.

Di sinilah sisi menarik Jro Eka. Ia bergerak di antara dua dunia yang sering kali sulit dipertemukan: dunia kebijakan formal dan dunia masyarakat akar rumput. Sebagai figur yang disebut berada dalam lingkar komunikasi Gubernur Bali periode 2025–2030, ia tentu dekat dengan ruang kekuasaan. Namun sebagai pencetus gerakan “Ngempu Bali” dan Direktur Mahardhika Institute, ia juga membawa bahasa komunitas, bahasa adat, dan bahasa ekologi.

Posisi semacam ini tidak mudah. Ia bisa menjadi jembatan, tetapi juga bisa dicurigai sebagai corong kekuasaan. Ia bisa menjadi penghubung antara warga dan pemerintah, tetapi juga berisiko dianggap terlalu dekat dengan narasi resmi. Karena itu, tantangan terbesar bagi Jro Eka bukan hanya melahirkan gagasan, melainkan menjaga kredibilitas gagasan tersebut.

Kredibilitas itu hanya bisa dijaga dengan dua hal: keberanian untuk tetap kritis dan kemampuan menunjukkan dampak nyata.

Dalam isu penataan Kawasan Pura Agung Besakih, misalnya, Jro Eka menunjukkan pola komunikasi yang menarik. Ia tidak menolak penataan infrastruktur. Ia bahkan mengakui pentingnya pembenahan kawasan suci tersebut. Namun, ia juga menekankan perlunya evaluasi manajemen layanan, alur pemedek, fasilitas kesehatan, toilet, papan informasi, hingga pengelolaan sampah. Sikap seperti ini memperlihatkan bentuk kritik yang tidak destruktif, tetapi korektif. Kritik yang tidak sekadar mencari salah, tetapi mendorong perbaikan.

Model kritik semacam ini jarang terlihat di ruang publik digital hari ini. Terlalu banyak orang memilih dua kutub ekstrem: memuja tanpa catatan atau menyerang tanpa solusi. Jro Eka, setidaknya dari jejak publiknya, mencoba mengambil posisi yang lebih produktif: mendukung hal yang benar, mengingatkan hal yang kurang, dan menawarkan jalan perbaikan.

Latar akademiknya dalam ilmu sosial-politik dan administrasi publik turut memberi warna pada cara pandangnya. Ia bukan hanya berbicara dengan bahasa aktivisme, tetapi juga memahami pentingnya tata kelola. Tulisan akademiknya tentang Mal Pelayanan Publik Badung, misalnya, menunjukkan perhatiannya pada reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Artinya, sejak awal ia punya minat pada hubungan antara negara dan warga: bagaimana negara hadir, bagaimana layanan diberikan, dan bagaimana masyarakat memperoleh manfaat dari sistem yang lebih tertata.

Namun kekuatan Jro Eka tidak hanya berada pada ranah akademik. Ia juga punya jejak dalam gerakan kepemudaan dan literasi. Melalui keterlibatannya dalam Peradah Bali dan buku “Bali Nanem Tuwuh”, ia mendorong generasi muda Bali agar tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut menyumbangkan gagasan.

Ini penting, sebab masa depan Bali tidak cukup hanya dibicarakan oleh pejabat, investor, dan pelaku industri pariwisata. Masa depan Bali juga harus dirumuskan oleh anak mudanya sendiri.

Generasi muda Bali hari ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Mereka hidup di antara tekanan ekonomi pariwisata, krisis ruang, perubahan nilai budaya, kerusakan lingkungan, dan banjir informasi media sosial. Mereka dituntut modern, tetapi juga diminta menjaga tradisi. Mereka didorong masuk pasar global, tetapi juga dibebani tanggung jawab merawat tanah leluhur. Dalam situasi seperti ini, gagasan “Ngempu Bali” bisa menjadi panggilan moral agar anak muda Bali tidak tercerabut dari akarnya.

Tetapi gagasan ini harus terus diuji. “Ngempu Bali” tidak boleh berhenti sebagai frasa yang indah. Ia harus turun menjadi metode kerja. Misalnya, jika bicara soal pesisir, harus ada data tentang titik kerusakan, volume sampah, kualitas air, kondisi mangrove, dan keterlibatan masyarakat. Jika bicara soal literasi, harus ada ruang belajar yang rutin, dokumentasi gagasan, dan kaderisasi anak muda. Jika bicara soal adat, harus ada penghormatan nyata terhadap masyarakat adat sebagai subjek, bukan hanya ornamen dalam narasi pembangunan.

Inilah pekerjaan besar Jro Eka dan Mahardhika Institute ke depan. Mereka perlu membuktikan bahwa gerakan berbasis nilai lokal bisa bekerja dengan standar modern: terukur, transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.

Bali tidak kekurangan slogan. Bali tidak kekurangan seremoni. Bali tidak kekurangan tokoh yang pandai berbicara tentang budaya. Yang lebih dibutuhkan Bali hari ini adalah orang-orang yang bersedia bekerja di wilayah yang tidak selalu riuh: mendampingi warga, membangun literasi, menghubungkan komunitas, mengawal kebijakan, dan menjaga agar pembangunan tidak kehilangan nurani.

Dalam konteks itu, Jro Eka menjadi figur yang patut diperhatikan. Ia merepresentasikan jenis aktivisme baru di Bali: tidak sepenuhnya berada di luar negara, tetapi juga tidak sepenuhnya larut dalam birokrasi; tidak hanya bicara identitas budaya, tetapi mencoba mengubahnya menjadi gerakan sosial; tidak hanya mengkritik, tetapi ikut membangun perangkat kerja di lapangan.

Apakah jalan ini mudah? Tentu tidak. Kedekatan dengan kekuasaan akan selalu melahirkan pertanyaan. Gerakan lingkungan akan selalu diuji oleh konsistensi. Bahasa kultural akan selalu berhadapan dengan tuntutan data. Tetapi justru di situlah nilai seorang Jro Eka akan diuji: apakah ia mampu menjaga “Ngempu Bali” sebagai gerakan yang hidup, atau membiarkannya menjadi sekadar jargon yang lewat di ruang publik.

Bali sedang membutuhkan cara pandang yang lebih jernih. Pulau ini tidak bisa terus dibaca hanya sebagai destinasi wisata. Ia adalah rumah. Ia adalah ruang hidup. Ia adalah warisan. Ia adalah tanggung jawab.

Dan barangkali, dari kata “ngempu” itulah kita kembali diingatkan bahwa mencintai Bali bukan hanya soal bangga menjadi bagian darinya. Mencintai Bali berarti bersedia merawatnya, bahkan ketika pekerjaan itu tidak selalu tampak megah, tidak selalu viral, dan tidak selalu mendapat tepuk tangan.

Di sanalah Jro Eka menemukan relevansinya: sebagai figur yang mencoba mengubah kecintaan kepada Bali menjadi kerja sosial yang lebih nyata.

Penulis : Anugrah Arifanto
Penulis adalah seorang Pengamat Media Sosial

Tags: ajeg balijaga balijro ekamahardhika institutengempu bali
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version