• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Sambetan sebagai Tontonan dalam Sinema

Sambetan sebagai Tontonan dalam Sinema

May 5, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

October 20, 2026
Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

October 20, 2026
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

October 20, 2026
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Sambetan sebagai Tontonan dalam Sinema

by admin
May 5, 2026
in Kabar
0
Sambetan sebagai Tontonan dalam Sinema
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Seno Gumira Ajidarma

___________________________________

Tidak diperlukan pasca-sinema, cukup sinema interdisipliner, seperti film Para Perasuk (Wregas Bhanuteja, 2026), untuk menempatkannya pada posisi di depan dalam pencapaian sinema Indonesia. Sebuah film yang bekerja dengan koreografi, mitologi baru, dan persoalan urban.

__________________________________

Adegan para pelamun disambet para perasuk
yang memadu gerak bersama Roh Semut

Mantra Roh Semut

Guru

SEMUT RANGRANG MAKAN KARANG

Penabuh

MAKAN SAYANG SAMPAI KENYANG

Kata yang sering terdengar adalah kerasukan, dan biasanya disusul kata setan – ya, kerasukan setan. Bukan perasuk, apalagi rasuk, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahkan hanya ada merasuk untuk mengganti kata rasuk. Kata yang populer, kerasukan, mungkin dianggap bahasa daerah, karena arti merasuk sama dengan kerasukan, meski kata setan digantikan oleh roh jahat.

Dalam film maupun buklet Para Perasuk, fungsi merasuk (kerasukan) tergantikan oleh sambet, bukan kesambet yang lebih sering terdengar, karena jika dalam kesambet dan kerasukan posisi manusia adalah pasip, tidak berdaya, dan tiada mampu mengendalikan diri saat anasir asing merasuk, maka dalam konteks sambet yang berlangsung adalah sambetan.

Pada sambetan posisi manusia adalah aktip, berdaya mengundang roh (yang bukan setan jahat), dan mampu mengendalikan roh tersebut dalam pengertian bekerja sama, bukan menenung atau menyantet, melainkan untuk berkesenian.

 Adalah pengundang roh ini yang disebut perasuk, yang dengan begitu tidak kerasukan dan tiada pula merasuki, tetapi boleh disebut merasukkan, ketika roh yang bekerja sama itu dirasukkan kepada para pelamun dalam peristiwa kesenian yang melibatkan penonton.

Penonton yang berminat, tertarik, tergairahkan, dan memenuhi syarat dalam prosedur ritualnya akan menjadi penampil yang disebut pelamun itu. Dalam dunia sambetan, pelamun berada pada peringkat terbawah, di atasnya perasuk, dan di atasnya lagi guru yang akan mempersiapkan alam sambet, sebelum tontonan sambetan itu dimulai.

Demikianlah, sebagaimana dapat diikuti kelengkapannya dari manual resmi Para Perasuk, sambetan adalah representasi suatu budaya-bawahan (sub-culture) yang berlokasi di Desa Latas, dua jam saja dari Jakarta.

***

Fiksi di atas menjadi latar suatu kasus, bahwa mata air di Desa Latas terancam akan tergusur, padahal berfungsi sentral dalam ritual sambet, ketika para perasuk merujuknya sebagai sumber daya perasukan. Dalam posisi bertahan, tanpa mata air maka tradisi tontonan sambetan itu akan sama sekali hilang, ditelan zaman baru yang di mana-mana menggusur dan menghancurkan.

Kasus yang merentangkan alur Para Perasuk ini tampak penting, tetapi jika alur disusun ulang sebagai bingkai-bingkai lingkaran (lihat bagan), kasus penggusuran itu menjadi lingkaran terluar yang hanya berfungsi membingkai. Lingkaran terpenting jadinya adalah lingkaran terdalam sebagai pusat sekaligus sumber cerita.

Dalam konteks alur, tentunya di lingkaran terdalam itulah terdapatnya pusat roh, tempat roh bulus, roh kutu, roh lintah, dan lain-lainnya digauli para perasuk—yang merasukkan roh pilihannya ke dalam diri dalam suatu prosedur kerja sama penuh persyaratan, dalam suatu disiplin yang mutlak dipenuhi. Dari kutu sampai macan, membuat pusat roh ini menjadi metafor sentra ekosistem.

Dari pusat roh ke alam sambet, berlangsung proses kelayakan dan pematangan dengan segenap kegagalan dan keberhasilan, yang masih belum berhenti dalam peristiwa sambetan, sebagai bentuk kesenian yang dipentaskan. Memang demi dan untuk kesenian, bukan pemujaan roh-roh binatang. Lagi pula dengan kata kunci “konsentrasi”, roh binatang adalah peran dan hanya peran bagi suatu olah gerak, yang menuntut penghayatan total demi kewajaran ekspresi.

Bagan Alur sebagai Bingkai-Bingkai Lingkaran

Sebagaimana konsep Teater Tanpa Penonton gagasan Danarto (1941-2018), bahwa dalam teater masa depan penonton terlibat, dilibatkan, dan melibatkan diri ke dalam pertunjukan; dalam sambetan para pelamun yang membuka diri untuk menerima kerja sama perasukan, termasuk kategori terakhir itu. Tampak purbawi, sambetan menjadi teater kontemporer, yang berbumi mitologi baru. Masa lalu dalam alur film ini bukan kebudayaan adiluhung, melainkan kegagalan ekonomi.

***

Maka bagaimanakah sambetan menjadi sebuah film? Jangan salah. Sementara Desa Latas dan kasus penggusuran di dalamnya adalah fiksi, sambetan dengan segenap faktor roh itu pun produk imajinasi, bukan hasil penelitian etnografi. Tentu fiksi itu faktual dan imajinasi itu referensial, tetapi mengajukan sambetan sebagai alternatif cara dan pilihan hidup, berikut pengungkapan dunia-dalam sambetan, yang adalah gubahan baru, menjadikan Para Perasuk suatu pengajuan wacana sinematik di depan—untuk menghindari istilah terdepan—dengan sejumlah alasan:

Pertama, Para Perasuk tidak mengambil pilihan ekstrem yang lazim, sebagai bentuk seni yang biasanya menerima risiko berjarak dari publik atas nama kebaruan; melainkan justru tergubah dalam langgam seni urban industrial yang memanfaatkan segenap aparatus sinematik secara populer. Segenap penanda adanya film sebagai media terserap dan tersamarkan (transparent immediacy) dalam penggambaran sambetan sampai adegan-adegan di pusat roh yang dominan.

Kedua, segenap gerak dalam sambetan sebagai tontonan maupun proses merasukkan diri, merupakan koreografi baru yang dengan segala kelengkapan aspek teatrikal-dramatik, musikal, literer, maupun artistik terhadirkan dalam senyawa filmis yang terbebaskan dari keterbatasan sekadar rekaman pertunjukan. Dalam Para Perasuk, kerja kamera, penyuntingan, dan efek-efek khusus, seperti spektakel perasuk dan pelamun roh kutu melompat dan bersalto dalam gerak lambat sampai langit, menjadi bagian dari koreografi, bukan di luarnya.

Ketiga, sambetan dalam Para Perasuk terhindar dari klenik umik-umik, ketika orientasi perujukan roh para binatang melulu dipersembahkan kepada estetika gerak tari—dan ini seni kontemporer—sementara gagasan roh di situ jauh dari substansial binti material. Bukan roh yang mengejawantah, melainkan gagasan. Konsentrasi yang dituntutkan, tiada lebih dan tiada kurang sama dan sebangun dengan tugas para aktornya di luar film untuk menyerap peran, bukan melalui tapa-brata, melainkan pembelajaran dan latihan.

Keempat, dalam teori psikologi analitis Carl Gustav Jung (1875-1961) terdapat psikologi mite selain psikologi mimpi, tempat hadirnya arketipe atawa bayangan purba diperbincangkan. Sering disalahmengerti sebagai bayangan-bayangan mitologis tertentu, arketipe sebetulnya kecenderungan untuk membentuk bayangan-bayangan semacam itu dari suatu motif, sebagai bayangan sadar—bukan warisan leluhur. Jadi tidak ada takhayul. Menurut Jung, kecenderungan yang instinktif itu sama nyata seperti dorongan burung-burung membangun sarang atau semut-semut menyusun rumah-rumahnya (Jung 1986, 99-100).

Salah mengerti yang sama bisa menimpa Para Perasuk, tetapi kenaifan pandangan seperti itu secara tidak langsung terantisipasi oleh gubahannya sebagai representasi budaya urban, yang tak menabukan humor, bahkan dapat ditafsir geli terhadap diri sendiri. Seperti terkesan dari susastra mantra-mantra bagi masing-masing roh seperti berikut:

Roh Kadal

Guru

KADAL LEWAT BAWAH SENDAL

Penabuh

GANJAL KAWAT SAWAH DANGKAL

Roh Cacing

Guru

CACING PANCING KUCING RUNCING

Penabuh

KRINCING KRINCING BUNYI KENCING

Roh Kutu

Guru

KUTU KASUR SARUNG KAWAT

Penabuh

BANGUN TIDUR LANGSUNG LONCAT

Roh Kuda

Guru

KUDA DINGIN MASUK ANGIN

Penabuh

BIKIN INGIN JADI RAJIN

Roh Lintah

Guru

KOTA HUTAN LINTAH

Penabuh

KITA MAKAN MENTAH-MENTAH

Tidak usah diragukan betapa terdapat semangat bercanda, yang terkadang mengambil peluang kritik sosial (“kota hutan lintah kita makan mentah-mentah”), tetapi dari paparan diksi seperti sendal, kawat, cacing pancing, sawah, dan kota, bahkan penggunaan Bahasa Indonesia itu sendiri, spekulasi warisan leluhur purba dapat ditunda—meski kesan yang didapatkan, sebagai kibul maupun karangan, konstruksi naratifnya menjulang. Para Perasuk adalah sebuah film yang merajut dan menisik disiplin seni lain untuk melebur secara mulus, ketika aparatus sinematiknya terselamur bagaikan tiada.

Kelima, sebagai produk budaya urban, tak dapat diingkari bekerjanya eksotisme: menarik karena tak dikenal publik perkotaan, antara menjauhi kemiskinan desa asal dan mencari kembali identitas budaya yang bukan sekadar luntur, melainkan harus dibangun sama sekali dari reruntuhan tradisi.

Maka dapat disaksikan bahwa dalam pengungkapan gagasan roh binatang, apabila gambar dan lirik berpasangan sebagai manifes kejenakaan; gerak tari dalam beat setara musik rock memendam pergulatan laten jiwa manusia dan roh makhluk-makhkluk, sebagai metafor keterpaduan ekologis, yang menyatu dalam ungkapan tari terbaik.

Mengingat wacana seperti ini disampaikan oleh para aktor yang bekerja tanpa perlu kerasukan, dengan peran pengolah tubuh dalam tontonan sambetan, dan para pekerja filmnya berjati diri bukan perasuk, menegaskan pencapaian estetik Para Perasuk sebagai sinema interdisipliner.

SENO GUMIRA AJIDARMA,
Wartawan.
Copyright gambar-gambar dan foto: © 2026 REKATA STUDIO
Tags: film para perasuksambetansambetan sebagai tontonan sinemaseno gumira ajidarma
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version