Geopark Kaldera Toba, Andalan Pariwisata Toba

 Geopark Kaldera Toba, Andalan Pariwisata Toba

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Geopark Kemenpar, Yunus Kusumahbrata (memegang mic), Lokot Ahmad Endah Siregar (kiri), mewakili Asdep Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar RI destinasi regional I, Tata Syafaat Ridwanullah Direktur Destinasi BPODT mewakili Direktur BPODT (kanan) dan Dr. Ivan Elisabeth Purba, MKes mewakili Tim Pakar Geopark Kaldera Toba yang juga sebagai moderator acara di FGD. (Foto: Monang Sitohang)

Jayakarta News – Setelah Presiden RI Joko Widodo menetapkan Danau Toba masuk dalam salah satu destinasi super prioritas (DSP), maka semua pihak, pemerintah maupun swasta diminta fokus mengembangkannya menjadi tujuan wisata kelas dunia. Semua instruksi yang diperlukan untuk mewujudkan, sudah diberikan.  

Tinggal bagaimana semua instruksi Presiden Jokowi diimplementasikan dengan konsep baru, yaitu konsep destinasi pariwisata internasional berbasis geopark. Hal itu sejalan dengan Perpres 09 Tahun 2019 yang mengatur tentang pengembangan geopark di Indonesia.

Bak pepatah sekali-dayung-dua-tiga-pulau-terlampaui, maka penetapan Danau Toba sebagai super prioritas, akan saling menunjang program percepatan pengembangan geopark Toba. Bukan dikembangkan dari sisi jumlah saja, lebih penting dari itu adalah kualitas geopark agar berstandar internasional. Dalam kalimat lain, “konten boleh lokal, tetapi standar tetap internasional”.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Geopark Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Yunus Kusumahbrata di acara Forum Group Diskusi (FGD) yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara beberapa hari lalu di Dolok Sipiak, Parapat, Kabupaten Simalungun. Ia menaruh perhatian besar terhadap Geopark Kaldera Toba, agar bisa segera “go international”.

“Jika bicara geopark, pertama harus kita definisikan dulu secara sederhana, bahwa geopark adalah kawasan yang memiliki batu warisan geologi yang terdapat di suatu kawasan. Kawasan geologi itu memiliki batas-batas jelas dan memiliki batas bersatu, single unite dan invite area. Nah, warisan geologi itu dikelola secara holistik dengan standar internasional dan berbasis kata konsep perlindungan, pendidikan, development system yang berkelanjutan,” ujar Yunus.

Lalu mengapa kita butuh Geopark? Tentu karena Geopark Kaldera Toba ini sekarang sudah diterima UNESCO sebagai salah satu konsep untuk membangun sebuah kawasan secara terintegrasi. Karenanya Yunus menganggap ada beberapa keuntungan bagi kita bisa membangun geopark berdasarkan kaidah-kaidah yang telah disampaikan Unesco.

Yang pasti, kita akan memiliki jejaring internasional untuk memelihara alam dan lingkungan dengan standar yang baik. Yang lebih penting lagi tentu menjadikan kawasan tersebut sebagai tujuan pariwisata internasional berstandar tinggi. Tentu itu semua akan menyebabkan orang tertarik datang, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Setelah mendapat pengakuan Unesco, maka setiap empat tahun akan dievaluasi oleh Unesco Global Geopark. Keuntungan lain, dengan diakuinya Kaldera Toba dalam Unesco Global Geopark, maka otomatis akan masuk dalam website Unesco. Website Unesco ini akan diakses oleh seluruh orang di dunia. Sungguh sebuah branding yang istimewa yang akan berpengaruh terhadap banyaknya wisatawan dunia ke Danau Toba setelah melihat website Unesco tadi,” jelas Yunus.

Untuk itu, segenap stakeholder pariwisata Danau Toba harus siap. Khusus terhadap manajemen Geopark Kaldera Toba, Yunus berpesan agar fokus terhadap empat hal. Pertama, melakukan konservasi terhadap warisan geologi. Kedua, bagaimana mengelola geopark tersebut. Ketiga, memberikan dukungan yang sifatnya visibilitas, agar keberadaan geopark itu bisa tersebar luas. Salah satunya melalui website. Keempat, membangun networking tidak hanya di luar negeri, tetapi juga di dalam negeri, khususnya dengan mitra usaha.

Yunus lalu mengilas balik proses datangnya pengakuan Unesco terhadap geopark Toba. Melalui rangkaian usaha yang panjang, kabar baik itu diterima di forum internasional Asia Pacific Geopark Conference di Rinjani, NTB, tanggal 1 September 2019. Di situlah Geopark Kaldera Toba dinyatakan lulus sebagai geopark anggota Unesco Global Geopark (UGG) melalui sidang UGG Council, September 2019.

Selah diumumkan lulus maka nanti pada bulan April 2020 di Paris, Perancis, akan diumumkan secara resmi melalui sidang eksekutif Unesco. Itu artinya, setelah April 2020, kita sudah boleh menggunakan simbol UGG. Artinya kita sudah resmi diterima di jejaring Global Geopark Network, dan di bulan September 2020, kita secara resmi akan menerima sertifikat dari UGG. Sejak itu pula, berlaku argo revalidasi..

Para peserta FGD. Tampak salah satu peserta sedang mengajukan pertanyaan dalam dialog interaktif. (foto: Monang Sitohang)

“Kita akan direvalidasi selama empat tahun ke depan apa-apa yang kita kerjakan. Jadi aturan main dalam UGG setiap member akan direvalidasi empat tahunan. Ketika kita bisa performed sesuai komitmen yang kita buat dalam dossier yang sudah kita tulis, itu artinya kita aman. Kalau tidak, tentu bisa saja pasca empat tahun, kita tidak lagi masuk dalam jejaring UGG,” jelas Yunus.

Jadi tugas kita saat ini adalah menyelesaikan agar sembilan rekomendasi yang sudah disampaikan UGG assessment pada tahun 2018, harus selesai dalam empat tahun. Setiap proses dan progres akan dinilai. “Kita sudah membuat master plan pengembangan GKT yang ditentukan Unesco,” tambahnya.

Itu semua, lanjut Yunus, berkat kerja keras teman-teman di Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP GKT). Mereka bekerja tanpa kenal lelah agar berhasil menyelesaikan rekomendasi-rekomendasi UGG. Maka di bulan April nanti, Yunus berencana memberi penghargaan kepada BP GKT yang telah menyelesaikan dossier dengan baik. “Yang membanggakan, tidak satu pun dari 12 council yang hadir, menyatakan keberatan atas penetapan Geopark Kaldera Toba masuk dalam UGG. Ini sangat jarang terjadi. Kita patut beri apllaus kepada teman-teman BP GKT,” kata Yunus disambut tepuk tangan hadirin. (Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *