Riset
BRIN Kembangkan Tekstil Antibakteri Berbasis Jeruk Nipis
JAYAKARTA NEWS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembangkan tekstil antibakteri berbasis mikrokapsul minyak atsiri Citrus aurantifolia serta pelapis komposit nikel–kromium (Ni–Cr) untuk meningkatkan ketahanan erosi komponen boiler pembangkit listrik.
“Minyak atsiri jeruk nipis menjadi salah satu alternatif agen antibakteri yang efektif sekaligus berkelanjutan,” ujar Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Tatang Wahyudi dikutip Rabu (31/12/2025).
Menurut Tatang, pengembangan tekstil antibakteri semakin relevan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap higienitas dan kesehatan.
Tren riset di bidang ini, kata Tatang, menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama sejak pandemi Covid-19, dengan laju publikasi global mencapai sekitar 26–27 persen per tahun.
Inovasi tekstil antibakteri ini memanfaatkan minyak atsiri jeruk nipis yang dikenal ramah lingkungan dan efektif sebagai agen antibakteri.
Teknologi mikrokapsul memungkinkan senyawa aktif dilepaskan secara bertahap, sehingga meningkatkan daya guna dan ketahanan fungsi antibakteri pada tekstil.
Menurut Tatang, tekstil fungsional ini berpotensi diaplikasikan pada berbagai produk, mulai dari pakaian medis dan olahraga, militer, serta produk fungsional lainnyac.
Tekstil juga berpotensi diaplikasikan untuk kain antibakteri yang dipadukan dengan bahan hidrofobik sehingga bersifat kedap air, dengan fungsi tambahan seperti perlindungan sinar ultraviolet, tahan api, dan pengatur suhu.
BRIN juga mengembangkan teknologi pelapis komposit Ni–Cr menggunakan metode high velocity oxy-fuel (HVOF) untuk meningkatkan ketahanan erosi komponen boiler pada pembangkit listrik tenaga uap.
Teknologi ini dinilai strategis mengingat proyeksi kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat hingga 2050, sementara batu bara masih menjadi sumber energi beban dasar.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Erie Martides, mengungkapkan, pelapis berbasis nikel-kromium (Ni–Cr) dengan metode high velocity oxy-fuel (HVOF) mampu memperpanjang umur pakai komponen boiler sekaligus meningkatkan efisiensi pembangkit listrik.
Lapisan pelindung berketahanan erosi tinggi ini diharapkan dapat mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan keandalan sistem pembangkit. (yog)
