• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Update Gempa ‘Kembar’ Venezuela M7.2 dan M7.5: Jumlah Sementara Tewas 188 Orang, 1.520 Luka-luka

Update Gempa ‘Kembar’ Venezuela M7.2 dan M7.5: Jumlah Sementara Tewas 188 Orang, 1.520 Luka-luka

Redaksi by Redaksi
June 26, 2026
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS–Jumlah korban gempa kembar Magnitudo 7.2 dan 7.5 yang mengguncang keras Caracas, Venezuela serta sejumlah wilayah lainnya di negeri itu, semakin meningkat. Berdasarkan data yang dikutip dari berbagai – sumber, jumlah korban setidaknya 188 tewas, 1.520 luka-luka.

Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah mengingat masih banyak korban yang tertimbun di dalam reruntuhan bangunan. Setidaknya, diperkirakan ada 200 orang terjebak, menurut Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez, dilansir Al Jazeera.

Gempa dahsyat ini, berdasarkan laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), terjadi pada Rabu 24 Juni 2026, pukul 18:04 waktu setempat atau Kamis pagi, 25 Juni 2026, sekitar pukul 05:04 WIB.

Pusat Gempa: Terjadi di wilayah pesisir utara dekat Kota San Felipe (sekitar 280 km dari ibu kota Caracas), atau di dekat wilayah Morón (sekitar 167 km dari Caracas) pada kedalaman dangkal 13 km.

Gempa kembar (doublet earthquake) ini mengakibatkan kerusakan parah dan meruntuhkan sejumlah bangunan di berbagai wilayah pesisir hingga ibu kota Caracas.

Dikutip dari Al Jazeera, Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez menyatakan keadaan darurat dan mengatakan Bandara Internasional Simon Bolivar di Caracas ditutup karena kerusakan.

USGS memperingatkan “kemungkinan besar akan banyak korban dan kerusakan yang luas”, dan “bencana ini kemungkinan meluas”

Jutaan orang di Venezuela menghadapi peningkatan risiko setelah gempa bumi dahsyat:  Oxfam, Organisasi kemanusiaan yang berbasis di Inggris ini telah memperingatkan bahwa gempa bumi di Venezuela dapat memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah kritis yang memengaruhi jutaan orang di seluruh negeri.

“Pada awal tahun 2026, diperkirakan 7,9 juta orang di Venezuela membutuhkan bantuan kemanusiaan,” kata Magnus Corfixen, kepala bidang kemanusiaan di Oxfam, dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Al Jazeera, menambahkan bahwa “situasi saat ini dapat semakin memperburuk kondisi kehidupan ribuan orang”.

Corfixen mengatakan mitra lokalnya sedang melakukan penilaian di daerah yang terkena dampak untuk menentukan skala kerusakan dan kebutuhan yang paling mendesak.

“Di Oxfam, kami akan mengaktifkan mekanisme solidaritas kami untuk mendukung respons kemanusiaan, berkoordinasi dengan mitra lokal kami dan sesuai dengan kapasitas operasional kami,” kata kelompok tersebut.

Pentagon: Pasukan AS ‘Siap Bergerak Cepat’

Departemen Pertahanan AS mengatakan siap membantu di Venezuela.

“Pasukan kami siap bergerak cepat, mengerahkan kemampuan angkut udara, logistik, dan operasional yang tak tertandingi dari militer AS untuk membantu menyelamatkan nyawa dan mendukung Pemerintah Venezuela selama krisis ini,” demikian pernyataan dalam sebuah unggahan di X.

Militer AS telah memfokuskan perhatian pada negara Amerika Selatan tersebut selama beberapa bulan, melakukan ratusan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Karibia.

Mereka juga meluncurkan operasi pada bulan Januari untuk menculik pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, yang kini sedang menunggu persidangan di New York atas tuduhan perdagangan narkoba dan “terorisme narkoba”. (di/Sumber: Aljazeera, sumber lainnya)

Tags: Gempa Venezuelajayakartanews
Previous Post

Alumni ITB dari Jatim Desak Mendikti Bentuk Pokja Lintas Sektor Hilirisasi

Next Post

Prancis Capai Suhu Terpanas 44 Drajat Celcius, Seorang Wanita dan Anak 3 Tahun Meninggal

Redaksi

Redaksi

Next Post
Prancis Capai Suhu Terpanas 44 Drajat Celcius, Seorang Wanita dan Anak 3 Tahun Meninggal

Prancis Capai Suhu Terpanas 44 Drajat Celcius, Seorang Wanita dan Anak 3 Tahun Meninggal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version