Upaya Pengendalian Risiko Banjir dengan Alat Telemetri Canggih di Sungai-Sungai Vital di Jawa Tengah

 Upaya Pengendalian Risiko Banjir dengan Alat Telemetri Canggih di Sungai-Sungai Vital di Jawa Tengah

Penumpukan Sampah di Area Bendungan. (foto: dok. pribadi)

Oleh Kharisma Yudhistira *)

Kondisi sungai dan daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia dapat semakin terdegradasi sehingga dapat berdampak pada kehidupan manusia. Salah satu fenomena yang terjadi adalah terjadinya banjir akibat adanya luapan air sungai. Tinggi muka air sungai yang melebihi daratan menyebabkan air menyebar ke daratan dan menggenangi lingkungan sekitar.

Banjir ini dapat disebabkan oleh faktor alam seperti curah hujan yang berlebih atau terlalu tinggi. Selain itu, banjir juga dapat diperparah dengan berkurangnya area resapan air, adanya penumpukan sampah, dan sebagainya.

Oleh karena itu, pemerintah mulai menginisiasi adanya penerapan teknologi yang mampu memberikan informasi mengenai kondisi tinggi muka air sungai secara terus-menerus (realtime) dan melalui jaringan internet (online). Teknologi ini bernama Automatic Water Level Recorder (AWLR). AWLR merupakan salah satu alat telimetri berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memberikan informasi mengenai tinggi muka air sungai di titik-titik vital aliran sungai. Apabila terjadi anomali ataupun tanda-tanda terjadi luapan air sungai, maka pemerintah dapat memberikan peringatan lebih dini kepada masyarakat.

PT Merapi Tani Instrumen atau Mertani merupakan perusahaan berbasis teknologi di Yogyakarta yang menyediakan berbagi solusi digital bagi sektor industri. Diantaranya adalah teknologi untuk melakukan pemantauan cuaca secara otomatis, pemantau curah hujan secara otomatis, pemantau tinggi muka air otomatis, dan pemantau kualitas air otomatis. Selain itu, Mertani juga bisa menyediakan solusi digital lainnya sesuai dengan kebutuhan industri.

Suasana Rapat Mertani dengan BBWS Pemali Juana. (foto” dokumentasi pribadi)

Pada bulan Juli 2022, tim Mertani mendapatkan undangan rapat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam rapat tersebut, tim Mertani diminta untuk memaparkan solusi yang dimiliki untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengendalian risiko banjir di sepanjang aliran sungai yang menjadi tanggungjawab BBWS Pemali Juana, yaitu di Wilayah Semarang hingga Purwodadi. Solusi yang diangkat adalah pemanfaatan Automatic Water Level Recorder (AWLR) di titik-titik krusial.

Penggambaran Proyek Pemasangan Automatic Water Level Recorder (AWLR) Mertani bersama BBWS Pemali Juana. (sumber: dokumentasi pribadi)

Hasilnya, 12 titik pemantauan yang tersebar di area Semarang hingga Kabupaten Purwodadi telah dilakukan pemasangan AWLR. Dengan pemasangan perangkat canggih ini, informasi mengenai tinggi muka air sungai dapat dipantau secara terus menerus (realtime) dan online. Ketika terjadi luapan air sungai yang cukup ekstrim di salah satu titik pemantauan, maka orang yang bertugas di masing-masing lokasi dapat segera melakukan tindakan. Misalnya mengatur buka atau tutupnya gerbang air sungai, terutama di bendungan. Informasi ini juga dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan terkait manajemen aset di aliran sungai dan menentukan langkah strategis penanganan banjir.

Tim Mertani bersama BBWS Pemali Juana. (foto: dokumentasi pribadi)

*) Kharisma Yudhistira, Direktur Pelaksana PT Merapi Tani Instrumen

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.