Rabu Legi, Hari Penentuan Rivalitas Berdemokrasi Si Kurus vs Si Strongman

 Rabu Legi, Hari Penentuan Rivalitas Berdemokrasi Si Kurus vs Si Strongman
Anggota TNI dan Polri mengawal pendistribusian kotak suara dan perlengkapan pemilu lainnya ke tempat pemungutan suara di desa-desa terpencil di Tempurejo, Jawa Timur. Masyarakat Indonesua, baik yang di kota maupun di tempat terpencil, Rabu (17/4/2019) akan memberikan suaranya untuk memilih Joko Widodo atau mantan Pangkostrad Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia 5 tahun kedepan.

JAYAKARTA NEWS  – Cobalah tengok kalender di rumah Anda. Apabila Anda memiliki model kalender “Jadul”, selain kalender Masehi, lazimnya juga ada penanggalan Hijriyah dan hari “Pasaran” menurut kalender Jawa.

Rabu 17 April 2019, dalam kalender Jawa bertepatan dengan hari pasaran Pahing dan wukunya jatuh pada Wayang. Bagi yang mengerti dan meyakini hitungan seperti itu, semua itu memiliki makna dan konsekuensi. Untuk membaca hal-hal seperti ini, perlu menggunakan pendekatan metafisika. Bisa juga menggunakan pendekatan astronomi.

Terlepas dari itu semua, yang pasti besok pagi mulai pukul 07.00 sekitar  193 juta warga  Indonesia yang memiliki hak pilih  dalam pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislative, dipersilahkan untuk berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Presiden Joko Widodo mencium hajar aswad saat menunaikan rangkaian umrah di tanah suci Makkah. Jokowi juga berkesempatan masuk ke Ka’bah.

Masa kampanye sudah usai, masa tenang tinggal beberapa jam lagi. Besok, saatnya lah masyarakat menentukan pilihannya.

Apakah akan memilih sosok calon presiden yang kuat (the strongman) dengan kekayaan di atas Rp 1 triliun, atau calon berperawakan kurus dengan kekayaan hanya di kisarsan Rp 50 miliaran saja. Apa pilihan mayoritas warga nanti, akan menentukan bagaimana Indonesia pada 5 (lima) tahun kedepan. Siapa pun yang dipilih, akan menjadi dasar untuk membentuk Indonesia menjadi lima besar kekuatan ekonomi dunia pada 2045 mendatang.  

Fifi Lety adik Basuki Tjahaja Purnama (BTP),
Senin 15 April 2019, bertemu dengan Prabowo Subianto di kediamannya. Fify melalui akun Instagramnya menggambarkan Praboso sebagai sebagai sosok pemimpin berhati besar.

Pilihan mereka pada hari Rabu esok, akan menentukan apakah Indonesia akan memiliki presiden dari kalangan biasa-biasa saja yang telah memimpin dengan menggerakkan pembangunan infrastruktur dan kemaritiman, atau seorang yang kharismatik yang tumbuh dari kalangan elite namun pernah menjadi bagian kepemimpinan militer era Soeharto.

Dalam langkah terakhir usai kampanye, calon petahana  Joko Widodo, memilih  ke Arab Saudi untuk menemui Raja Salman  dan melakukan umrah. 

Pesan yang dikandung dalam perjalanan Joko Widodo ke tempat kelahiran Islam itu jelas, setelah sebelumnya kelompok-kelompok yang menantangnya  mencoba untuk mendiskreditkannya bahwa Jokowi sebagai tidak cukup Islami.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *