Nyanyian Andaliman

 Nyanyian Andaliman

Andaliman dalam kemasan. (foto: monang sitohang)

Jayakarta News – Indonesia dikenal sejak dahulu sebagai penghasil aneka rempah yang banyak dijadikan bumbu masakan khas kuliner di berbagai daerah. Wajar jika rempah dan kuliner merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Fungsi rempah sebagai penambah aroma penarik selera makan, bermanfaat untuk kesehatan, penambah citarasa masakan dan lainnya.

Misalnya daun salam. Rempah ini sebagai penggugah selera makan melalui aromanya. Dengan adanya daun salam, citarasa masakan menjadi lebih segar. Sedangkan kayu manis, bermanfaat untuk kesehatan, mengendalikan gula darah dan kayu manis mengandung cinnamaldehyde.

Kemudian lengkuas, ini juga sering digunakan sebagai campuran bumbu penambah aroma sedap dan lezat. Biasanya lengkuas digunakan dengan cara digeprek terlebih dahulu, atau diparut kemudian ditaburkan pada ayam goreng, ikan bakar dan lainnya.

Pohon dan biji andaliman. (ist)

Dan andaliman, rempah yang satu ini dikenal sebagai bumbu masakan penambah citarasa kuliner khas Batak, yang dapat memberi sensasi rasa ketir di lidah. Rempah ini termasuk tumbuhan yang masuk katagori jenis tanaman bunga-bungaan, bahasa Batak intir-intir atau sering pula disebut “merica Batak”. Dalam bahasa latinnya zanthoxylum acanthopodium (suku jeruk-jerukan, Rutaceae) acanthopodium. Pohon andaliman hanya tumbuh di dataran tinggi pegunungan.

Di Indonesia andaliman tumbuh subur di sekitar kawasan Danau Toba, seperti Toba Samosir saat ini Toba, Tarutung dan lainnya. Ada sejumlah kuliner khas Batak yang hambar rasanya jika tidak menggunakan andaliman, seperti sambal na tinombur, arsik, manuk pinadar, dan lainnya, bahkan makanan modern sudah ada pizza andaliman. Bahkan sampai Asia Timur dan Asia Selatan bumbu yang satu ini kerap dijadikan bumbu masakan.

Di pasaran andaliman sudah berinovasi tidak hanya digunakan untuk bumbu masakan, tetapi sudah memiliki produk turunan, yang dikemas secara bubuk lalu dibuat minuman, seperti bandrek. Bandrek yang selama ini dikenal menggunakan jahe, tapi kini sudah ada bandrek andaliman. Ada juga cemilan berupa keripik singkong andaliman, sambal andaliman dan lainnya. Semua itu dikemas di dalam bungkusan plastik dan botol-botol kecil.

Nyanyian Andaliman

Selain menjadi bumbu penyedap dan pemberi rasa khas makanan, andaliman juga bermanfaat menetralkan rasa pedas, seperti salah satu contoh di makanan khas Batak manuk pinadar, makanan ini selalu disajikan sangat pedas, tetapi ketika mengonsumsi kuliner yang satu itu kita tidak perlu takut sakit perut sebab sudah ada andaliman sebagai penawar. Kemudian andaliman dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah peradangan dan lainnya.

Bila dilihat sisi manfaat serta kegunaan andaliman yang beraneka ragam, tentu perlu ditingkatkan produk-produk turunan berbahan andaliman, serta membudidayakan tumbuhan rempah ini. Kemudian bagaimana cara agar dapat memperkenalkan andaliman se-nusantara sampai dunia, tentu perlu penanganan yang konsisten.

Hal itu yang melatarbelakangi Marandus Sirait sosok pengiat lingkungan si penerima penghargaan Kalpataru pada Tahun 2005 dan pemilik Yayasan Taman Eden 100 di Desa Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara menciptakan lagu atau nyanyian Andaliman.

“Jadi saya menciptakan lagu Andaliman ini pada Tahun 2017, butuh waktu satu minggu, lalu melakukan perbaikan-perbaikan syair satu minggu lagi, kemudian mengaransemen musiknya satu bulan. Setelah itu direkam ke flashdisk agar jika tampil tidak lagi harus ada pemain musik. Karena pemusik yang lain belum tahu lagu ini. Kebetulan di lagu ini juga ada modulasi dan chord-chord yang banyak, sehingga jika belum latihan pemusik akan kesulitan. Itu dilakukan kerjasama dengan teman saya Lian Jacky Sitorus yang juga tim andaliman,”ujar Marandus Sirait melalui WhatsApp kepada Jayakarta News beberapa hari lalu.

Lagu Andaliman diciptakan untuk sarana memperkenalkan atau kampanye, sebagai bentuk promosi, karena di Tahun 2017 kami penggiat lingkungan, UMKM mulai fokus pada pengembangan andaliman, mulai dari pembibitan, budidaya dan produk-produk turunannya.

Marandus Sirait ini menerima sertifikat hak cipta lagu dari Kemenkumham, dan diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki pada Rabu (26/8/2020) di Hotel Niagara Parapat. (ist)

Mengapa lagu andaliman diciptakan? Karena musik/lagu bisa lebih cepat menyampaikan pesan dan lebih berkesan. Definisi teks-teksnya dapat menjadi ungkapan atau menggambarkan yang bersifat iklan, pepatah, semboyan dan doa, dengan begitu pesan cepat diterima atau diserap hingga masyarakat se-nusantara bisa lebih mengenal rempah, bumbu khas Toba ini lebih cepat untuk menjadi milik nusantara. Andaliman sudah dikenal di suku Batak sebelumnya, namun andaliman mempunyai peluang selangit untuk disukai seluruh dunia walaupun banyak kendala.

Untuk itu perlu membuka jaringan seluas-luasnya, seperti masuk dan mengikuti penjualan online. Kemudian melakukan promosi-promosi produk lewat media sosial (medsos), seperti Facebook, WhatsApp, Instagram dan lainnya. Setelah itu menjalin kerjasama dengan jasa pengiriman contohnya JNE dan lainnya. Lalu menjalin mitra dengan bus-bus Damri dari dan ke Silangit Parapat dalam hal pengiriman barang-barang. Dan bekerjasama dengan sesama pelaku UMKM di kawasan Danau Toba juga Provinsi Sumatera Utara untuk saling mendukung.

Hingga nantinya andaliman mau kita jadikan menjadi produk unggulan buah segar sampai produk turunannya dari kawasan Danau Toba.

“Dalam syair nyanyian andaliman pada bait pertama menceritakan tanah Batak adalah tanah yang diberkati, bukit lembah semuanya membawa berkat. Bait kedua menceritakan tentang lokasi tanah yang cocok untuk andaliman dan disitulah Tuhan ijinkan andaliman untuk tumbuh dengan baik. Bait ketiga menceritakan akan rasa di lidah dan wanginya di hidung,” ungkap Marandus Sirait.

Lagu Andaliman yang diciptakan Marandus Sirait ini menerima sertifikat hak cipta lagu dari Kemenkumham, dan diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki pada Rabu (26/8/2020) di Hotel Niagara Parapat.

Andaliman

Cipt. Marandus Sirait
Arr. Lian Jakky

Tano Toba,
tano nani niakan do ho…
Angka Dolok dohot rura,
sasude tahe manboan pasu-pasu tu ho
Di tano na londut,
di rura na linggom
Di tubuhon do sada
suan-suanan na mansai arga

Reff. Andaliman… andaliman
andaliman ma goar na
Andaliman… andaliman
andaliman ma goar na
Manghutur di pamangan
mangintir di pangabas
Angur jala tabo, angur jala tabo

(Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *