Menteri Yohana, Sudi dan Yenny Wahid Peragakan Kebaya

 Menteri Yohana, Sudi dan Yenny Wahid Peragakan Kebaya
Menteri Yohana Susana Yembise, Susi Pudjiastuti dan Yenny Wahid. (Foto: Yayat)

JAYAKARTA NEWS – Luar biasa. Exciting. Demikian komentar beberapa orang asing dan suami Duta Besar dari negara-negara sahabat, ketika mereka menyaksikan dua menteri perempuan dan beberapa tokoh wanaita memeragakan kain kebaya di atas ‘catwalk‘ Museum Bank Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Dua Menteri  perempuan tersebut adalah Susi Pujiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan) dan Yohana  Susana Yembise (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), sedangkan tokoh perempuan yang ikut ambil bagian adalah Yenny Wahid (Ketua Yayasan Abdurrahman Wahid).

Beberapa tokoh lain yang berpartisipasi adalah Maya Miranda Ambarsari, Rosmaya Hadi yang didampingi belasan peragawati terkenal Ibukota, seperti Ririn Ekawati, Elvira Davina, Widi Vierra, Keira Shabira dll. Semua yang unjuk diri adalah kaum perempuan. Tak ada model dan peragawan pria maupun tokoh pria. Malam itu adalah milik Perempuan Indonesia.

Tiga perempuan hebat dan berpengaruh serta disegani di kancah nasional maupun internasional ini memeragakan kain kebaya rancangan disainer Icha Liem dan Vera Kebaya. Tengok tatkala ibu Susi Pujiastuti tampil, beberapa pengunjung pria di baris belakang ada yang berteriak ‘Tenggelamkan’. Maksudnya adalah sejak ibu Susi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja, ia dikenal dengan yargon ‘Tenggelamkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan dan melanggar batas di perairan kelautan Indonesia’.

Menarik melihat dua Menteri perempuan unjuk diri di panggung. Sayang ibu Susi jalannya terlalu cepat. Ini adalah penampilan ke empat ibu Susi menjadi model dan peragawati. Pertama dalam Indonesia Fashion Week di JCC 2018, Jakarta Fashion Week di Senayan City 2018 dan dalam acara Kartini di JCC, 2019. Sedangkan ibu Yohana yang asli Papua menambahkan ikat kepala berupa bulu burung Cendrawasih.

Yang segar adalah penampilan ibu Yenny Wahid. Ia berjalan sembari tersenyum, sembari menari-nari lincah di atas panggung. Lenggang sana lenggok sini.

Tak kalah menarik adalah area selasar dan photo exhibiton ‘Batik ala Mexicana’. Karya ini adalah perpaduan dari teknik batik tradisional Jawa dengan ciri khas desain yang sering ditemukan di kerajinan Meksiko. Karya-karya mereka antara lain dari sekelompok pengrajin batik dari Yogyakarta dan beberapa karya yang dibuat oleh mahasiswa Meksiko dari Institut Seni Yogyakarta yang tengah meneruskan studinya di bawah program Dharmasiswa.

Acara ‘Fashion & Cultural Festival’  ini merupakan sebuah bentuk apresiasi terhadap para perempuan inspirasional di Indonesia yang telah berkarya dan berkontribusi dalam berbagai bidang serta mendukung tujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk memajukan pendidikan di Indonesia. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *