Susi Pudjiastuti Diperiksa Kejaksaan Agung Terkait Korupsi Impor Garam Industri

JAYAKARTA NEWS— Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti diperiksa Tim Jaksa Penyidik JAM Pidsus sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas impor garam industri pada tahun 2016 sampai dengan 2022 yang telah disidik sejak 27 Juni 2022.

Adapun Susi yang menjadi Menteri KKP periode 2014-2019 diperiksa terkait kapasitasnya selaku Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode tersebut yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi dan penentuan alokasi kuota impor garam.

Diungkapkan, berdasarkan hasil kajian teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, saksi mengeluarkan kuota garam sebesar kurang lebih 1,8 juta ton, dimana salah satu pertimbangan dalam pemberian dan pembatasan impor tersebut adalah menjaga kecukupan garam industri dan menjaga nilai jual garam lokal;

Namun ternyata rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tidak diindahkan oleh Kementerian Perindustrian RI yang justru menetapkan kuota impor garam sebesar 3,7 juta ton. Hal itu berdampak terjadi kelebihan supply dan masuknya garam impor ke pasar garam konsumsi yang menyebabkan nilai jual harga garam lokal mengalami penurunan/anjlok.

Diduga dalam menentukan kuota impor yang berlebihan dan tanpa memperhatikan kebutuhan riil garam industri nasional tersebut, terdapat unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas impor garam industri pada tahun 2016 sampai dengan 2022.

Saat ini perkara masih di tahap penyidikan umum dalam rangka mencari alat bukti untuk menentukan siapa yang bertanggungjawab secara hukum, dan telah dilakukan pemeriksaan saksi sebanyak 57 (lima puluh tujuh) orang.

Dalam penanganan perkara ini, telah dilakukan penggeledahan di beberapa tempat yakni Jakarta, Jawa Timur (Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pamekasan), Jawa Barat (Cirebon, Bandung, dan Sukabumi) dan penyitaan berupa dokumen, barang bukti elektronik, dan sampel garam impor.***din

Keren! Sneakers Menteri Susi Terbuat dari Limbah Botol Plastik

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunjukkan sneakers-nya yang terbuat dari limbah botol plastik–foto instagram susi

JAYAKARTA NEWS— Menteri Susi Pudjiastuti sangat prihatin dengan banyaknya sampah plastik di lautan. Tak heran kalau dalam berbagai kesempatan ia selalu mengingatkan untuk jangan membuat sampah plastik sembarangan, apalagi ke laut. Tidak hanya berbicara kepada berbagai kalangan termasuk media, dia juga gencar mensosialisasikan hal tersebut lewat akun instagramnya.

Misalnya saja dalam sebuah kunjungan belum lama ini ke Pulau Jemaja di Kabupaten Kepulauan Anambas. Lewat akun instagramnya, Susi menunjukkan betapa cantiknya Pulau Jemaja dan pantainya. Begitu bersih dan indah.  Melihat itu Susi pun tak dapat menahan keinginannya untuk paddle dan berenang.

Ini dia sneakers yang terbuat dari limbah botol plastik, keren yaaa–foto instagram susi

“Kawan-kawan, saya berada di Pulau Jemaja, pantainya cantik sekali, indahnya, airnya jernih. Dan bagaimana plastik merusak pemandangan indah ini, itu yang harus kita pesankan. Jadi masyarakat datang bawa botol, ya bawa pulang lagi botol itu. Kalau tidak, tidak ada lagi pasir yang indah, yang ada hanya lah plastik,” ungkap Susi yang ingin Kabupaten Anambas menjadi pioneer utama untuk industri perikanan dan industri pariwisata.

Susi Pudjiastuti di perairan Pulau Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas—foto instagram susi

Dilain kesempatan dia juga menunjukkan bahwa limbah plastik bisa dijadikan sepatu. Lihat ini, katanya, sepatu yang dipakainya terbuat dari botol-botol plastik yang direcycle.

“Kawan-kawan hidup kita ini pendek. Jadi manfaatkan setiap menit waktu anda. Dan lihat ini sepatu saya ini terbuat dari botol-botol plastik yang direcycle. Jadi setiap plastik tidak boleh kita buang sembarangan.  Amankan. Kalau anda tidak bisa merecycle sampah plastik jangan dibuang sembarangan, apalagi dibuang kelaut. Saya tenggelamkan!” Tegasnya.

Susi menyempatkan paddling di perairan Pulau Jemaja—foto instagram susi
Indahnya Kabupaten Kepulauan Anambas—foto instagram susi

Beberapa waktu lalu dia juga hadir dalam pawai kampanye diet sampah plastik di Monas Jakarta Pusat. Susi memimpin aksi anti penggunaan sampah plastik yang disimbolkan dengan monster ikan raksasa dengan banyak tempelan plastik bekasi. “Mari kita tolak sampah plastik sekali pakai,” serunya.***ebn

Menteri Yohana, Sudi dan Yenny Wahid Peragakan Kebaya

Menteri Yohana Susana Yembise, Susi Pudjiastuti dan Yenny Wahid. (Foto: Yayat)

JAYAKARTA NEWS – Luar biasa. Exciting. Demikian komentar beberapa orang asing dan suami Duta Besar dari negara-negara sahabat, ketika mereka menyaksikan dua menteri perempuan dan beberapa tokoh wanaita memeragakan kain kebaya di atas ‘catwalk‘ Museum Bank Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Dua Menteri  perempuan tersebut adalah Susi Pujiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan) dan Yohana  Susana Yembise (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), sedangkan tokoh perempuan yang ikut ambil bagian adalah Yenny Wahid (Ketua Yayasan Abdurrahman Wahid).

Beberapa tokoh lain yang berpartisipasi adalah Maya Miranda Ambarsari, Rosmaya Hadi yang didampingi belasan peragawati terkenal Ibukota, seperti Ririn Ekawati, Elvira Davina, Widi Vierra, Keira Shabira dll. Semua yang unjuk diri adalah kaum perempuan. Tak ada model dan peragawan pria maupun tokoh pria. Malam itu adalah milik Perempuan Indonesia.

Tiga perempuan hebat dan berpengaruh serta disegani di kancah nasional maupun internasional ini memeragakan kain kebaya rancangan disainer Icha Liem dan Vera Kebaya. Tengok tatkala ibu Susi Pujiastuti tampil, beberapa pengunjung pria di baris belakang ada yang berteriak ‘Tenggelamkan’. Maksudnya adalah sejak ibu Susi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja, ia dikenal dengan yargon ‘Tenggelamkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan dan melanggar batas di perairan kelautan Indonesia’.

Menarik melihat dua Menteri perempuan unjuk diri di panggung. Sayang ibu Susi jalannya terlalu cepat. Ini adalah penampilan ke empat ibu Susi menjadi model dan peragawati. Pertama dalam Indonesia Fashion Week di JCC 2018, Jakarta Fashion Week di Senayan City 2018 dan dalam acara Kartini di JCC, 2019. Sedangkan ibu Yohana yang asli Papua menambahkan ikat kepala berupa bulu burung Cendrawasih.

Yang segar adalah penampilan ibu Yenny Wahid. Ia berjalan sembari tersenyum, sembari menari-nari lincah di atas panggung. Lenggang sana lenggok sini.

Tak kalah menarik adalah area selasar dan photo exhibiton ‘Batik ala Mexicana’. Karya ini adalah perpaduan dari teknik batik tradisional Jawa dengan ciri khas desain yang sering ditemukan di kerajinan Meksiko. Karya-karya mereka antara lain dari sekelompok pengrajin batik dari Yogyakarta dan beberapa karya yang dibuat oleh mahasiswa Meksiko dari Institut Seni Yogyakarta yang tengah meneruskan studinya di bawah program Dharmasiswa.

Acara ‘Fashion & Cultural Festival’  ini merupakan sebuah bentuk apresiasi terhadap para perempuan inspirasional di Indonesia yang telah berkarya dan berkontribusi dalam berbagai bidang serta mendukung tujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk memajukan pendidikan di Indonesia. (pik)

Menteri Susi dan Puan akan Tampil di Fashion & Cultural Festival 2019

JAYAKARTA NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional, Yayasan Happy Hearts Indonesia, bersama Gemalindo Kreasi Indonesia, akan menggelar Fashion & Cultural Festival 2019.

Acara tersebut akan dilaksanakan pada 2 dan 3 Mei di Museum Bank Indonesia, Jakarta.

Pergelaran tersebut merupakan ajang festival budaya dan adi busana nasional, sekaligus sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh wanita cerdas yang menginspirasi di Indonesia. Tema yang diusung adalah “Iinspirational Women: Smart, Creative and Innovative“.

Dalam acara tersebut kabarnya akan melibatkan sejumlah tokoh perempuan yang dinilai telah menginspirasi kaum wanita di tanah air.

Beberapa tokoh perempuan yang dipastikan andil adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudji Astuti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Miranda Goeltom, Wakil Ketua II MPR sekaligus Presiden Direktur Mustika Ratu Moeryati Soedibyo, dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan beberapa nama selebritis kenamaan seperti, Cheff dan Model Farah Quinn, Model dan Bintang Sinetron Ririn Ekawati, Penyanyi Widi Vierratale, hingga Puteri Indonesia 2014 Elvira Davina, serta Miss Indonesia 2009, Karenina Sunny, dan sebagainya.

Menurut penyelenggara, para perempuan penuh inspirasi ini bakal berjalan di atas catwalk juga sebagai foto model, yang akan unjuk kebolehan memperagakan sejumlah busana kepada para pengunjung Fashion & Cultural Festival 2019.

Busana yang bakal dipakai Menteri Susi hingga Farah Quinn untuk Fashion & Cultural Festival 2019 dikabarkan sangat istimewa. Sebab mereka akan mengenakan kebaya yang menjadi ciri khas budaya Indonesia, yang tujuannya untuk memperkenalkan kebaya ke seluruh dunia. (pik)

Januari 2017 – Oktober 2018, 488 Kapal Pencuri Ikan Ditenggelamkan

Satgas 115 apa itu? Ya, lembaga ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2015, tentang satuan tugas pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing). Menurut peraturan ini, Satgas bertugas mengembangkan dan melaksanakan operasi penegakan hukum dalam upaya pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal.

Keberadaan Satgas 115 sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan dan penegakan hukum dalam memberantas Ilegal, Unreported and Unregulated Fishing. Integrasi dari 5 (lima) instansi penegak hukum ini diharapkan mampu memaksimalkan kemampuan mendeteksi dan merespon pelanggaran.

Sejak dibentuknya Satgas 115, Oktober 2015, telah banyak kegiatan di bidang penegakan hukum yang dilakukan yaitu: (i) penentuan 4 (empat) wilayah operasi; (ii) pelaksanaan operasi pengawasan; (ii) penyidikan terhadap beberapa tindak pidana perikanan; serta (iv) pembentukan pusat komando pengendali. Lalu apa hasil kerja konkritnya?

Menteri Susi Pudjiastuti–dok KKP

Menurut Menteri Susi Pudjiastuti yang juga menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Pemberantas Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115),  sejumlah hasil kinerja Satgas 115 sejak pertengahan 2017 hingga November 2018 ini, antara lain, telah menangani 134 kasus illegal fishing,  41 kasus diantaranya telah mendapatkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Di mana dari hasil capaian kita sudah sangat baik. Dengan membuktikan penangkapan kapal ikan asing ini maka makin hari makin meningkat kinerjanya. Kita berharap tidak bertambah lagi (kapal illegal fishing), malah tidak ada lagi yang harus kita tangkap. Tapi rupanya begitu musim angin baik, musim ikan datang, masih ada yang mencoba beberapa kali,” ungkap Menteri Susi, di Jakarta, baru – baru ini.

633 Kapal Pelaku Illegal Fishing

Satgas 115, sejak Januari 2017 – Oktober 2018, menangkap 633 kapal pelaku illegal fishing. Rinciannya, 366 kapal ikan berbendera Indonesia dan 267 kapal ikan berbendera asing. “Dari jumlah sebanyak ini, 488 kapal pelaku illegal fishing telah ditenggelamkan berdasarkan penetapann atau putusan pengadilan,” tegas Menteri Susi.

Selain itu,  Satgas 115 juga melakukan operasi pembersihan rumpon ilegal dan menemukan 60 rumpon ilegal di Laut Seram. Dari indikasi data satelit terakhir, total rumpon di perairan Indonesia ini sudah luar biasa banyak mencapai lebih dari 10 ribu. “Ini merupakan persoalan besar. Dengan rumpon ini, mereka mengumpulkan ikan-ikan untuk berkeliaran di wilayah ujung dari EEZ kita, sehingga mereka nyurinya dekat dari perairan kita. Ini persoalan besar. Merusak ekologi, mengurangi menepinya ikan-ikan di batas perairan kita. Walaupun betul sekarang ikan sudah banyak. Tapi alangkah lebih bagus lagi kalau kita bisa mengangkat rumpon yang dipasang oleh asing,” paparnya.

Hasil kerja Satgas 115 lain yakni telah berhasil menangkap kapal STS-50 yang merupakan buronan internaisonal, karena melakukan kejahatan perikanan di berbagai negara. Satgas 115 telah membentuk working group, terdiri dari beberapa negara untuk menindaklanjuti temuan-temuan dari investigasi kapal FV. STS-50. Working group ini diinisiasi melalui Regional Investigative and Analytical Case Meeting (RIACM) yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 4 – 5 Juli 2018 lalu.  “Kemudian kapal STS-50 juga telah selesai. Saat ini kita sedang menunggu permohonan untuk dikabulkan oleh Menteri Keuangan. Dimana kapal STS 50 ini  akan kita gunakan sebagai alat kampanye anti IUUF keliling di seluruh pelabuhan-pelabuhan Indonesia,” cetus Menteri Susi lagi.

Satgas 115 juga telah menemukan modus operandi illegal fishing seperti penggunaan flag of convenience oleh beneficiary owner yang berada dalam negara lain, false calim bendera melalui pemalsuan dokumen certificate of registry, pengerekrutan ABK dari negara lain tanpa dokumen perizinan yang lengkap, hingga fraud landing (tidak mendeklarasikan/melaporkan jenis dan jumlah ikan dengan benar).

Terkait  penerimaan pajak, pemerintah telah menerima pajak sektor perikanan tangkap sebesar Rp 232 miliar (dari Rp 850,1 miliar  2016 menjadi Rp1,082 miliar (satu triliun delapan puluh dua miliar) rupiah pada 2017). Penerimaan pajak sektor perikanan tahun 2017 ini merupakan yang terbesar dalam 5 tahun terakhir. (gun)

 

Menteri Susi Pudjiastuti Bikin Rusuh JFW 2019

Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, bersama Avantie, desainer, di panggung Jakarta Fashion Week 2018

Kemunculan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di catwalk menjadi salah satu momentum yang paling ditunggu-tunggu di hari keempat gelaran Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Susi menjadi salah satu figur yang berlenggok di catwalk membawakan busana rancangan desainer ternama Anne Avantie dalam sebuah peragaan busana bertema “Badai Pasti Berlalu”.

Diiringi lagu “Indonesia Jaya” yang malam itu dibawakan Lea Simanjuntak, kehadiran Susi membuat bangku penonton JFW 2019 riuh.

Sejumlah penonton mengarahkan kamera ponselnya mengikuti Susi yang berlenggok luwes di atas catwalk. Sebagian lainnya tampak bangkit dari duduk lalu bertepuk tangan seraya bersorak-sorai dan memanggil namanya.

Tampilan Susi tampak nyentrik dengan kacamata hitam dan thigh high boots, tetapi pada waktu yang sama tetap anggun dengan balutan outer tenun beraksen rumbai karya Anne Avantie.

Kemunculan Susi menjadi salah satu pusat perhatian seisi JFW fashion tent hingga akhir acara.

Termasuk ketika perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat itu mendampingi Anne Avantie berjalan di atas catwalk sambil menerima sejumlah karangan bunga dari penonton.

Tak berhenti sampai di situ, Susi juga mampu membangun suasana akrab, baik dengan pembawa acara Indy Barends dan Indra Bekti, para penonton, hingga awak media. (pik)

 

INILAH PAVILIUN SEAFOOD INDONESIA DI BOSTON

Stand Indonesia pada acara Seafood Expo North America (SENA) 2018 di Massachusetts Convention Centre, Boston, AS.

DALAM kunjungan kerjanya di Boston, Amerika Serikat pekan lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  meremikan paviliun Seafood Indonesia. Tercatat, ada 21 perusahaan perikanan nasional,serta 2 BUMN yang bergerak di bidang kelautan yakni Perum Perikanan Indonesia dan PT Perikanan Nusantara turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Seafood Expo North America (SENA) 2018 di Massachusetts Convention Centre, Boston, AS tersebut.

Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti mengunjungi stand Indonesia.

Perusahaan-perusahan eksportir itu bersaing dengan ratusan perusahaan lain dari berbagai negara, tidak hanya di Amerika melainkan dari Asia, Amerika Latin hingga Eropa. Sebagaimana diketahui,  Paviliun Seafood Indonesia menempati booth #3133 dan mempromosikan produk hasil industri perikanan Indonesia agar dapat diterima di pasar AS dan dilirik pasar mancanegara lainnya.

“Tahun ini sangat baik (lokasi booth paviliun seafood Indonesia), besar, dekat dengan pintu utama, langsung begitu masuk. Semua komentar dari perusahaan-perusahaan (eksportir seafood Indonesia yang ikut pameran) juga sangat baik. Beberapa pengusaha besar yang selama ini terpisah dari booth Indonesia pada saat ini mau bergabung,” kata  Menteri Susi.

Penandatanganan kerja sama bisnis antara Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dengan 2 buyer AS, Harbor Seafood Inc dan North Atlantic Inc.

Dalam kesempatan ini,  Menteri Susi juga menyaksikan penandatanganan kerja sama bisnis antara Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dengan 2 buyer AS, Harbor Seafood Inc dan North Atlantic Inc. Dalam kontrak kerja sama dengan Harbor Seafood Inc., disepakati Indonesia akan memasok daging kepiting, ikan beku, dan cephalopod atau hewan bertentakel seperti gurita dan sotong. Kerja sama ini mencapai nilai USD16,5 juta. Adapun dalam kontrak dengan North Atlantic Inc., Indonesia akan memasok bahan baku frozen mixfish dalam jangka waktu 1 tahun. Kontrak ini bernilai USD5,4 juta.

Perlu diketahui, AS merupakan pasar penting ekspor perikanan Indonesia. Dari tahun ke tahun, ekspor ke AS terus meningkat mulai dari USD1,45 miliar (2015) menjadi USD1,6 miliar (2016), dan terakhir mencapai lebih dari USD1,8 miliar (2017). Nilai tersebut didominasi oleh udang sebagai komoditas ekspor utama. Surplus perdagangan dengan AS juga terus mengalami peningkatan, mulai dari USD1,3 miliar (2015), menjadi sekitar USD1,55 miliar (2016), dan hampir menyentuh USD1,75 miliar (2017). ***

Bu Susi Keren…..!!!

Susi Pudjiastuti dalam acara puncak Sail Sabang, Desember 2017–foto instagram Fika Fawzia

“‘Bu Susi keren!” Begitu kata warga Jakarta yang datang menyaksikan penampilan Menteri Kelautan dan Perikanan itu dalam Festival Danau Sunter pada Sabtu 25 Februari lalu. Susi yang dengan lincah paddling (mendayung) di Danau Sunter,  sementara Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan sekuat tenaga berupaya mengimbangi  Susi. Namun ya tetap saja, Sandiaga tertinggal jauh.

Atraksi lomba ini memang sarat entertainment ketimbang kompetisi sesungguhnya tapi masyarakat sungguh terhibur menyaksikannya. “Saya jauh-jauh datang ke sini untuk melihat Menteri Susi. Saya penasaran,” kata Sunarsih, warga Jakarta Selatan, yang datang bersama keluarganya—suami dan dua anak. Jarak rumahnya di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menuju Sunter Jakarta Utara, tergolong jauh.

Tapi mereka mengaku tetap antusias demi melihat penampilan Susi. Dan bukan hanya Sunarsih dan warga Jakarta lainnya yang penasaran melihat ‘Sang Bu Menteri’ dari dekat. Tapi juga warga di luar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, berbondong-bondong datang. Maka, tak heran kalau kawasan Danau Sunter jadi luar biasa penuh pada hari itu.

.Susi, Menteri Jokowi yang selalu berada di urutan teratas dalam kebanyakan hasil survei kinerja pejabat, memang memiliki banyak pemuja. Utamanya adalah kalangan muda dan para wanita yang mengagumi keperkasaan menteri bertato itu. Orang tidak peduli penampilan nyentrik Menteri Susi– rambut dicat coklat terang, kaki bertato ataupun dia tampil merokok. Yang mereka tahu, Susi memiliki kinerja jempolan dan berani untuk suatu yang diyakini benar.

SUSI MENJAWAB SUARA-SUARA ‘MIRING’

Menenggelamkan kapal pencuri, siapa yang berani? Dari masa ke masa, pemerintahan silih berganti, tidak ada pejabat  yang berani menenggelamkan kapal pencuri ikan.  Hanya Susi yang berani! Sepak terjangnya yang luar biasa itu bukan hanya menuai kekaguman dari dalam dan luar negeri tapi juga  tuai kritikan dari dalam negeri, bahkan dari kalangan pemerintahan sendiri.

Tapi Susi bergeming, menjaga kedaulatan perairan Indonesia. Pegangannya adalah UU Perikanan No 45 Tahun 2009 (Perubahan Atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan).

“Menenggelamkan kapal bukan ide Susi Pudjiastuti, bukan juga ide Pak Jokowi. Tapi Pak Jokowi mengamanatkan untuk kita mengeksekusi itu (undang undang) dengan tegas,” ujar wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat 1965, itu, seolah menjawab suara-suara ‘miring’ yang mempertanyakan tindakan tegasnya.

Dalam hasil survei yang diumumkan  Populi Center pada akhir Februari 2018 lalu, disebutkan Susi Pudjiastuti menempati urutan pertama Menteri Paling Berprestasi di Kabinet Kerja Jokowi-JK, dengan perolehan 39,3%, sedang Sri Mulyani, Menteri Keuangan, menduduki tempat kedua dengan 8,3%.

Survei ini dilakukan pada 7-16 Februari di 34 provinsi. Selain Menteri Paling Berprestasi, Susi—ternyata—juga menduduki tempat

Susdi Pudjiastuti menerima penghargaan Peter Benchley Ocean Awards for Excellence in National Stewardship di Washington, DC, 11 Mei 2017. Penghargaan ini diberikan untuk individu-individu yang telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan laut, pesisir, dan masyarakat yang bergantung kepadanya. Dalam kategori “National Stewardship of the Ocean” ini diberikan kepada perwakilan negara yang telah memberikan kontribusi unik dan luar biasa terhadap perlindungan, restorasi, dan apresiasi terhadap kondisi laut dunia–sumber foto dan teks instagram Fika Fawzia

pertama sebagai Menteri yang Gaduh (7,2%), ditempat kedua adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar P dengan 5,8%.

Menurut Hartanto Rosojati, Peneliti Populi Center, makna gaduh dalam survei tersebut bisa negatif atau positif. Menurutnya, responden terpengaruh oleh banyaknya berita di media dalam memilih menteri paling gaduh.

Meski disebut gaduh, namun uniknya, beda dengan menteri  ataupun pejabat lain yang sering dibully di medsos. Susi justru  amat jarang dibully. Padahal Susi termasuk aktif menggunakan medsos.  Namun komen-komen yang masuk kebanyakan adalah yang mendukung dan mensupportnya.

Ini mungkin fenomena unik. Karena semua orang tahu, media sosia kadang luar biasa kejam terhadap orang  apalagi pejabat yang kontroversial. Kritik nitizen bisa menjadi sangat  keterlaluan bahkan ‘sadis’. Tapi menariknya, sikap mereka pada Susi berbeda.

Meski  mereka tahu Susi—dalam berbagai pemberitaan media mainstream- tengah dikritik pihak-pihak tertentu terkait kebijakan penenggelaman kapal, namun umumnya nitizen justru memberi respon positif.  “Susi itu ‘media darling’ di medsos. Apa saja yang dilakukan Susi umumnya ditanggapi positif oleh nitizen,” ucap seorang pengamat.

Hal itu dibenarkan oleh pengamat media sosial, Rustika Herlambang. Menurutnya, Susi adalah sosok yang mediagenic.  “Bu Susi itu adalah sosok yang mediagenic. Jadi apa pun yang disampaikannya selalu menarik perhatian netizen. Bahkan netizen yang tidak memahami isu pemberitaan Susi pun tetap mendukungnya. Pokoknya, apa yang dilakukan Susi dinilai benar,” ujar Rustika.

Ia mencatat sepanjang 2016-2017 terdapat 35.000 percakapan tentang Susi di media sosial. Pemosi percakapan itu, katanya cenderung mengarah pada tiga hal positif, yakni; kepercayaan, harapan dan kesenangan. Sepanjang 2017, tambahnya, ada 75.000 nitizen yang merespon soal  Susi di medsos, namun hanya sedikit sekali yang merespon dengan nada negatif.***

 

Sisi Lain dari Susi Pudjiastuti: Impian, Cintanya pada Keluarga hingga Foto Merokok yang Viral

Fika Fawzia dan bosnya, Susi Pudjiastuti. Ini bukan senang-senang lho tapi bekerja. Foto ini diambil pada 23 Maret 2017–sumber instagram Fika Fawzia

Berikut ini adalah kisah menarik tentang sisi lain dari Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, yang dikutip dari instagram Fika Fawzia, Asisten Susi Pudjiastututi. Fika banyak menulis tentang bos dan kegiatannya. Berikut sebagian kutipannya:

“Bos meminta Pak Sandi untuk menunaikan janjinya untuk membersihkan danau lainnya di Jakarta dan tidak hanya Danau Sunter,” ujar Asisten Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan,  Fika Fawzia dalam tulisanya di instagram. Wanita cantik ini menyebut Susi dengan ‘bos’.

“Bos juga memberikan tantangan terbuka kepada kepala daerah di seluruh Indonesia untuk berlomba paddling/renang bersama Bos dengan syarat mereka harus membersihkan perairan di seluruh Indonesia, baik itu danau, waduk dan tentunya wilayah pesisir. Sportivitas demi Indonesia, air menjadi bersih, dan masyarakat pasti senang,” kata Fika.

Dalam tulisan lain di instagram miliknya Fika juga menulis tentang impian Bos-nya yang ingin punya kapal riset sendiri. “Boss pernah bercerita, impiannya semasa kecil ingin punya kapal selam riset sendiri agar bisa melihat kehidupan di bawah laut dan tidak diganggu banyak orang. Meskipun belum kesampaian punya kapal selam sendiri, tapi kemarin sudah bisa naik kapal selam milik TNI AL KRI Nagapasa-403 sewaktu penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana,” tulis Fika.

Meski terlihat sangat sibuk dan memiliki agenda kerja yang padat, namun keluarga adalah nomor satu. Fika dalam tulisannya di instagram bercerita tentang sisi lain dari Sang Bos. “Pernah ada yang bertanya kepada saya, sisi apa dari Boss yang jarang orang tahu. Saya jawab, sebetulnya bagi Ibu, keluarga nomor satu. “

“Meskipun pekerjaan banyak menyita waktu, namun Boss selalu mendahulukan peran sebagai seorang Ibu dan (Eyang) Uti. Pada akhirnya anak dan cucu pun ikut dibawa ke laut agar bisa tetap bersama meskipun tugas tetap menanti. Tidak jarang, akhirnya mereka pun juga ikut dibawa paddling”.

Inilah foto Susi Pudjiastuti yang sempat viral di media beberapa waktu lalu–sumber instagram Fika Fawzia

Sementara di lain kesempatan Fika di instagram pribadinya  bercerita tentang kisah di balik foto  Susi merokok yang menjadi viral di berbagai media. “Minggu sore di kediaman pribadi Boss di Pangandaran, saya bilang bahwa saya upload foto kegiatan Boss meninjau gladi tempur Kopaska Armabar di Twitter saya. Caption saya, “Badass boss chilling with her homies”.

Beliau tertawa dan meminta untuk ambil HP dan mengeceknya. Selang beberapa waktu, saya heran kenapa foto Boss lagi paddling jadi viral. Saya tanya, “Ibu yang upload sendiri?” Beliau tertawa keras dan menjawab, “Iya”.

Kemudian saya tanya lagi, “Terus yang foto lagi duduk sambil ngerokok dan ngopi kenapa Ibu upload? Nanti Bu Menkes marah lagi. Ibu kan udah minta kita supaya jangan pernah nunjukin foto Ibu ngerokok”. Dijawab dengan nada lempeng, “Soalnya ada yang bales, ‘ending abis paddling kecebur ya Bu?’, jadi saya tunjukin foto pribadi dari HP saya itu. Saya ga jatoh kok.” Saya tidak bisa berkata-kata, antara heran campur takjub.

Begitulah alasan kenapa foto itu menyebar dengan segala macam permutasi meme. Banyak yang berspekulasi ini sebuah statement politis tentang reklamasi, sampah di laut, atau tentang gender, tapi sesungguhnya ini karena Boss hanya ingin menunjukkan bahwa beliau ga jatuh kalo lagi stand-up paddling.

Di Pangandaran akhir pekan lalu, saya diminta Boss untuk mengadakan lomba paddling bagi Kopaska yang sedang latihan tempur di sana. Sewaktu perlombaan, di atas paddle board besar yang Boss naiki (dan saya yang diminta mengayuh), kami melihat anggota-anggota Kopaska terjatuh mencoba paddling berdiri.

Boss terbahak-bahak melihat mereka jatuh satu per satu dan bilang, “Lihat Fik, hiburan kan. Pelajaran juga bahwa sejago-jagonya orang ada beberapa hal yang kita tidak bisa lakukan”.

Kembali ke foto ini, antara ini memang sikap Boss yang tidak mau kalah (yang menantang di Twitter juga hanya bertanya sederhana), atau mungkin ya, ada maksud lain di balik itu yang beliau tidak jelaskan ke saya. Tapi foto ini memang menunjukkan Boss apa adanya yang sehari-hari saya lihat. Secangkir kopi tubruk dari Lampung dan sebatang Sampoerna merah di tangannya (yang saat itu dibawakan ke laut oleh kami-kami yang mendampingi di paddle board dan perahu sebelahnya). Foto asli diambil oleh Samuel Benini.”

***sumber foto dan kisah: dikutip dari instagram Fika Fawzia, Asisten Susi Pudjiastuti***

 

Menteri Susi Kampiun di Laut dan di Danau

Menteri Susi Pudjiastuti dan Sandiaga Uno di Festival Danau Sunter, Minggu (25/2/2018)–foto laksanawaty

Akhirnya Menteri Susi Pudjiastuti membuktikan bahwa dirinya bukan hanya kampiun di laut tapi juga di danau. Dalam pertunjukan spektakuler yang sangat dinantikan banyak orang, Susi berhasil menunjukkan kebolehannya dalam paddle dan berenang. Ia berhasil mencapai finish lebih dulu dibanding Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, dalam Festival Danau Sunter, Minggu (25/2).

Sandiaga Uno yang berenang 2 x 500 meter mengakui keunggulan Susi. “Perempuan memang lebih kuat dari lelaki,” kata Sandi. Susi sendiri setelah paddling, lalu terjun berenang mendampingi Sandi ke arah bendera dan memegangnya.***