Menhub Budi Karya Sumadi, Raport Merah kok Minta Jatah

 Menhub Budi Karya Sumadi, Raport Merah kok Minta Jatah

Jayakarta News – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) adalah salah satu menteri di Kabinet Kerja I pemerintahan Joko Widodo yang berharap tetap mendapatkan jatah menteri di Kabinet Kerja II periode 2019 – 2024. Informasi yang beredar, ia bahkan sudah melakukan lobby-lobby politik ke kanan-kiri-atas-bawah. Termasuk menyetor sejumlah dana dalam jumlah besar kepada salah satu parpol pendukung Presiden Jokowi.

Usaha minta jatah oleh Menhub BKS makin gigih, pasca Concern Strategic Think Tank bersama Forum Akademisi untuk Demokrasi merilis hasil evaluasinya terhadap kinerja Kabinet Kerja I. Dalam evaluasi yang dilakukan oleh para akademisi berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu, Menteri Budi Karya Sumadi beroleh skor paling buruk (1 – 2).

Ealuasi kinerja buruk Menteri BKS, paralel dengan sumber Jayakarta News dari internal Kementerian Perhubungan RI. Selain kinerja buruk seperti yang sudah dilansir berita terdahulu:

Menteri yang satu ini juga sangat buruk dalam hal tata kelola keuangan. Bayangkan, penyerapan anggaran di sejumlah satker, sangat rendah cenderung parah. Contohnya di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub. Potret buruknya penyerapan anggaran juga terjadi di Badan Litbang Kemenhub.

Di Badan Litbang mislanya, data ini menjadi bahasan saat Rapim bulan Oktober. Artinya, Rapim di akhir tahun anggaran. Dari pagu anggaran Rp 29,6 miliar, hingga Oktober belum ada satu paket yang dikontrakkan, alias masih nol. Sementara, paket yang sedang proses lelang senilai Rp 13,8 miliar, dan paket yang belum proses lelang sebesar Rp 15,7 miliar.

Kondisi tak kalah memprihatinkan, terjadi di BPSDMP. Per Oktober 2018, hanya membukukan 29,8 persen paket yang sudah dikontrak. Sedangkan paket yang sedang dalam proses dilelang 24,3 persen. Sementara, paket yang belum dilelang masih 45,8 persen.

Alih-alih memperbaiki kinerjanya, Kemenhub BKS sibuk menyewa lembaga survei abal-abal untuk melakukan survei kinerja terhadap Kemenhub. Hasilnya bisa diduga, kinerja Kemenhub sangat baik. “Baik dari Hong Kong? Mau buka-bukaan? Ayo, biar saya buka semua boroknya,” ujar Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo, Patron Concern Strategic Think Tank. (rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *