Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Kata Sainstis, Mustahil Ada Kehidupan setelah Kematian - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

TELKO

Kata Sainstis, Mustahil Ada Kehidupan setelah Kematian

Published

on

SAINS di antaranya  telah memberi kita obat-obatan baik herbal maupun farmasi, perjalanan udara dan internet, tetapi sains juga pembawa berita buruk.

Seorang ilmuwan berpikir, kita harus menerima bahwa tidak ada kehidupan setelah mati untuk  melanjutkan hidup kita di dunia ini.

Adalah Sean Carroll, seorang kosmolog dan profesor fisika di California Institute of Technology, yang mengungkapkan padangan tersebut.  Carrol mengatakan, “Hukum fisika yang mendasari kehidupan sehari-hari sepenuhnya dipahami.”

Dr Carroll menjelaskan, bahwa agar ada kehidupan setelah mati, kesadaran harus sepenuhnya terpisah dari tubuh fisik kita.

Tapi bukannya jiwa yang abadi, kesadaran tampaknya pada dasarnya terdiri dari serangkaian atom dan elektron.

Dr Carroll menambahkan:

“Klaim bahwa beberapa bentuk kesadaran tetap ada setelah tubuh kita mati dan membusuk ke atom penyusunnya menghadapi satu rintangan besar yang tak dapat diatasi.

Hukum-hukum fisika yang mendasari kehidupan sehari-hari benar-benar dipahami.

Dan tidak ada cara di dalam hukum itu untuk memungkinkan informasi yang tersimpan di otak kita untuk bertahan setelah kita mati.”

 

“Ini tidak seperti (kata) para ilmuwan yang belum diuji untuk kehidupan setelah kematian, kata Dr Carroll menunjuk ke The Quantum Field Theory (QFT).

Sederhananya, QFT menyatakan bahwa ada satu bidang di alam semesta untuk setiap jenis partikel – satu untuk semua foton, satu lagi untuk elektron, dan setiap jenis partikel lainnya.

Jika ada semacam akhirat, tes kuantum akan mengungkapkan ‘partikel roh’ dan ‘kekuatan roh’. Spoiler: mereka belum!

Tentu saja itu pendapat sainstis, yang mendasarkan pada risetnya. Tetapi, jika Anda merujuk pada agama, dimana kehidupan setelah kematian –alam barzah dan akhirat yang lenggeng (dalam konsep Islam misalnya)– dasarnya adalah keimanan atau keyakinan yang dituntun oleh agama.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement