Jack Ma: Hati-hati Revolusi Teknologi Bisa Sebabkan Perang Dunia

 Jack Ma: Hati-hati Revolusi Teknologi Bisa Sebabkan Perang Dunia

Jack Ma di Forum Ekonomi Dunia Davos (foto: REUTERS)

Jack Ma di Forum Ekonomi Dunia Davos (foto: REUTERS)

Oleh: Leo Patty

Jack Ma Yun, ketua Alibaba, dalam pertemuan puncak Davos, menyatakan dunia harus waspada dan menghindari resiko terjadinya Perang Dunia akibat revolusi teknologi terbaru.

Dia, dalam Forum Ekonomi Dunia di Swiss, memperingatkan munculnya teknologi baru telah menyumbangkan perubahan positif tapi juga menciptakan masalah-masalah sosial lainnya.

Dia juga menekankan keyakinannya akan kemampuan teknologi melakukan hal-hal baik. “Pertama-tama, sebagai perusahaan teknologi, kami percaya teknologi sangat baik untuk umat manusia. Kami percaya teknologi bisa menciptakan lapangan kerja yang luas,” tukas Ma.

“Pada tahap awal, setiap teknologi akan membawa kekuatiran. Kekuatiran, jika tidak dikelola dengan baik, akan menciptakan masalah,” tambahnya.

Dia juga menyatakan, “Perang Dunia pertama disebabkan oleh revolusi teknologi pertama. Revolusi teknologi kedua menyebabkan Perang Dunia kedua. Sekarang sedang terjadi revolusi teknologi ketiga.”

Ma, orang terkaya di Tiongkok dengan nilai kekayaan mencapai 38 miliar dolar AS, juga menekankan perlunya globalisasi dan perdagangan bebas. Kemudian dia menyatakan reformasi berbagai regulasi perdagangan perlu dilakukan. “Globalisasi sepanjang 30 sampai 40 tahun telah membantu banyak negara bertumbuh, terutama negara seperti Cina. Seluruh dunia sedang mengharapkan bentuk baru globalisasi.”

Dia menjelaskan banyak orang tidak menyukai globalisasi karena mereka merasa telah ditinggalkan. Namun melibatkan lebih banyak negara-negara berkembang dan perusahaan-perusahan kecil dalam proses globalisasi akan membantu perbaikan kondisi perekonomian.

Saat ini, globalisasi hanya dikuasai oleh sekitar 60.000 perusahaan besar selama 20 tahun tearkhir, jelas Ma. Dia menambahkan angka ini akan membengkak sampai 60 juta perusahaan jika perusahaan kecil dilibatkan.

“Kebanyakan zona perdagangan bebas, saat ini, dirancang hanya untuk perusahaan besar saja. Kami pikir harus ada zona perdagangan bebas untuk perusahaan kecil untuk melakukan ekspor dan impor.” Dia juga mengusulkan agar perdagangan dibawah 1 juta dolar AS seharusnya bebas dari tarif apapun.

Ma menyebutkan akses terhadap hp (smart phone) berarti orang di seluruh dunia bisa “membeli secara global, menjual secara global, mendistribusikan barang secara global, membayar secara global dan berpergian secara global, bersuka-ria.”

Dia menyebutkan inilah visi dibelakang Electronic World Trade Platform (eWTP), sebuah platform yang dikembangkan Alibaba berkolaborasi dengan WTO dan diperluas masuk ke Afrika akhir tahun lalu.

Platform ini dirancang untuk memfasilitasi transaksi perdagangan bebas tarif dengan nilai dibawah 1 juta dolar AS. Misalnya, petani di Rwanda, negara pertama di Afrika yang menerapkan platform ini, bisa menjual kopi secara langsung dengan pembeli di Cina dengan harga 12 dolar AS per kilo dan nilai ini lebih tinggi 4 dolar jika perdagangan dilakukan secara tidak langsung.

Sumber informasi: South China Morning Post

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *