Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Dwitunggal Pameran “Tetesan Darah untuk Negeriku” - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

Dwitunggal Pameran “Tetesan Darah untuk Negeriku”

Published

on

Pameran lukisan dwitunggal “Tetes Darah untuk Negeriku” di Galeri Dewan Kesenian Surabaya. Foto: Toga S.

DUA perupa, Jupri Abdullah dan Didik Sasono Setyadi menggelar pameran “dwitunggal” dengan tagline “Tetesan Darah untuk Negeriku”. Pameran dibuka oleh Walikota Surabaya Dr (HC) Ir. Tri Rismaharini di Galeri Dewan Kesenian Surabaya, Komplek Balai Pemuda, Jl Gubernur Suryo No. 15 Surabaya, Senin 5 Februari 2018.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan tasyakuran ruang merah putih DKS (Dewan Kesenian Surabaya) dengan ritual pemotongan tujuh tumpeng. Pada pembukaan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu, juga dimeriahkan penampilan Halim HD yang membawakan pidato kebudayaan politik kebudayaan kota. Di samping, puisi humor oleh Jose Rizal Manua, pembacaan puisi oleh Mistari HS, dan performance Rio Saxophone.

Pameran lukisan dwi tunggal Tetesan Darah untuk Negeriku dibuka setiap hari hingga tanggal 9 Februari, mulai pukul 10.00 – 20.00 WIB.

Jupri Abdullah, selama ini dikenal sebagai pelukis mini asal Dusun Sejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pria 55 tahun berambut gondrong ini, dikenal juga sebagai pelukis para tokoh nasional dan dunia. Termasuk membuat lukisan wajah terkecil Raja Salman, saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Melukis detail wajah dalam dimensi mini, memang menjadi ciri Jupri.

Sementara, Didik Sasono Setyadi banyak menampilkan karya lukis alam. Di balik objek yang indah, ia juga menyelipkan satir kehidupan. Contoh, lukisan hijaunya alam di satu sisi, dan penembakan burung-burung langka, di sisi yang lain. Ada gugatan atas ironi yang terjadi di tengah kita.

Pelukis kelahiran Nganjuk, 19 Januari 1967 ini terbilang “aneh”. Bercita-cita menjadi insinyur, tetapi akhirnya kuliah di Fakultas Hukum Unair Surabaya. Sebagai “orang hukum” ia banyak berkutat dengan soal-soal ketidakadilan dan ketimpangan hukum di Indonesia.

Perjalanan hidup akhirnya mendamparkannya menjadi Goverment and Stake Holder Relations Advisor dari Hess Indonesia (Perusahan Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi Amerika Serikat) yang menjadi Operator Wilayah Kerja Migas Blok Pangkah di Gresik. Itu terjadi tahun 2002. Namun di sela kesibukannya menjalani pekerjaan, Didik tetap meluangkan waktu untuk mencurahkan hasrat keindahan melalui puisi dan lukisan. Ia bahkan sempat dua kali pameran tunggal: Di Yogyakarta dan Malang. ***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement